Movie Talk 'A PERFECT FIT': Kisah Cinta Ala Dongeng Cinderella Dengan Balutan Budaya Bali

Kamis, 15 Juli 2021 22:10 WIB
Movie Talk 'A PERFECT FIT': Kisah Cinta Ala Dongeng Cinderella Dengan Balutan Budaya Bali
Credit Foto: Netflix

Kapanlagi.com - Jika bicara mengenai Cinderella, satu hal yang muncul paling utama dalam ingatan kita pasti sepatu kaca. Dongeng yang juga dibuatkan versi animasi hingga live action-nya itu memang sudah begitu melegenda dan mendunia. Kisah ikonik dari Cinderella itu sendiri lantas kerap dijadikan inspirasi oleh para sineas dari seluruh dunia, tak terkecuali Garin Nugroho, yang merupakan seorang sutradara, produser dan penulis skenario top di dunia perfilman Indonesia.

Berkat Cinderella, Garin menemukan inspirasi untuk menulis sebuah cerita romansa yang unik dengan judul A PERFECT FIT. Setelah merampungkan tulisannya, Ia lantas menggandeng seorang sutradara kondang, Hadrah Daeng Ratu untuk mengangkat kisah tersebut jadi sebuah film. Bak gayung bersambut, cerita yang disodorkan oleh Garin itupun membuat Hadrah Daeng Ratu jatuh hati. Tanpa pikir panjang, beliau pun menerima tawaran tersebut.

Hasil buah pikiran Garin ternyata juga sukses membuat Chand Parwez, pemilik rumah produksi Starvision Plus terpesona. Singkat cerita, terjalinlah kerjasama antara 3 maestro dunia perfilman di atas untuk memproduksi film A PERFECT FIT . Istimewanya lagi, film bergenre romansa komedi ini juga bakal ditayangkan lewat platform Netflix loh! Dari sini saja sudah bisa diketahui jika film ini memang sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Lalu film seperti apa sih A PERFECT FIT itu? Apa hubungannya dengan Cinderella? Dan siapa saja aktor yang terlibat di dalamnya? Berikut ulasan dari KapanLagi.com sebelum kalian nonton film-nya..

1. Dari Kaki Naik ke Hati

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, A PERFECT FIT terinspirasi dari kisah dongeng Cinderella. Tapi jangan salah dulu, film ini bukan adaptasi dari Cinderella, tapi lebih tepatnya, Garin menggunakan sepatu sebagai sebuah analogi dongeng yang tersaji dalam kisah cinta film A PERFECT FIT.

A PERFECT FIT merupakan sebuah kisah cinta yang berkaitan dengan dongeng, sesuatu yang kita sering khayalkan tetapi selalu diharapkan menjadi nyata," ungkap Garin dalam preskon virtual bersama awak media, Kamis (15/7).

Hadrah yang ditunjuk sebagai sutradara pun menjelaskan lebih jauh. "Memilih sepatu sama seperti memilih pasangan. Jika kita merasa nyaman dengan sepatu dan pijakannya, maka langkah dan hidup kita juga akan menjadi nyaman. Kisah cintanya berbeda karena jika biasanya dari mata turun ke hati, ini dari kaki naik ke hati. Dalam A PERFECT FIT, tidak ada yang tidak mungkin dalam cinta."

2. Kenalkan Sisi Bali yang Belum Terungkap

Sebagian besar proses syuting A PERFECT FIT dilakukan di Bali. Bukan tanpa alasan, Bali disebut sebagai setting yang punya daya magis dan lekat dengan hal-hal berbau dongeng dan khayalan. Selain itu, Bali juga memiliki banyak sekali warisan budaya yang begitu kaya, yang bahkan beberapa di antaranya masih begitu jarang dieksplorasi dalam budaya pop, seperti sebut saja pembacaan Lontar, tradisi gulat lumpur atau Mepantingan.

"Bali menjadi penggabungan antara tradisi, modern, bahkan global dengan gaya hidupnya masing-masing, di mana hal ini menimbulkan banyak peristiwa di A PERFECT FIT. Semoga film kami bisa menjadi teman bagi warga Indonesia saat ini," ungkap Garin yang juga berperan sebagai Desainer Produksi dalam proyek ini.

Seluruh proses syuting dilakukan di masa pandemi, namun tentunya dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat. Beberapa lokasi syutingnya sendiri antara lain desa Tenganan yang merupakan desa tertua dan bagian Bali Aga (Bali kuno), Desa Batubulan, Jatiluwih, Jalan Gootama di Ubud, Pantai Canggu hingga Pantai Melasti.

 

3. Gabungan Aktor Lintas Generasi

Ada satu hal yang unik dalam line up pemeran A PERFECT FIT. Para pemeran utamanya adalah para aktor-aktor belia berbakat seperti Nadya Arina (Saski), Refal Hady (Rio), Giorgino Abraham (Deni), Anggika Bolstelri (Tiara) dan Laura Theux (Andra). Sementara itu, para aktor senior juga dihadirkan sebagai tokoh pendukung yang tak kalah punya peranan penting dalam film-nya, seperti Christine Hakim (Ibu Hadrah) dan Mathias Muchus (Ayah Deni).

Nadya pun menjelaskan sedikit tentang tokoh yang diperankannya, "Saski adalah seorang gadis yang lahir dengan budaya Bali yang sangat kental, namun semangatnya di industri fashion mengharuskannya untuk memiliki pikiran yang terbuka. Karakternya sangat relatable dengan banyak perempuan Indonesia di usia 20an.”

Selanjutnya giliran Refal, "Rio adalah sosok pekerja keras, tidak mudah menyerah dan tidak pernah mau melewatkan kesempatan. Oleh karena itu, dia berjuang sekuat tenaga untuk mengikuti instingnya. Dia juga juga memiliki jiwa petualang yang cukup tinggi."

Giorgino turut menambahkan. "Sebagai pacar Saski, Deni memiliki latar belakang keluarga yang berada dan melihat Saski sebagai pasangan yang harus menuruti perkataannya. Dia memiliki karakter yang manja, namun juga sedang mencari jati diri karena tidak tahu apa yang ia mau."

4. Angkat Tema Woman Empowerment

Pemeran utama dalam film A PERFECT FIT bernama Saski, seorang fashion blogger cerdas yang menghargai tradisi dan memikul tanggung jawab keluarga yang besar. Pada awalnya, Saski hanya menginginkan yang terbaik untuk keluarganya, meskipun hal itu membuatnya harus terus mengesampingkan keinginan hatinya.

Nah, pertemuan dengan seorang pembuat sepatu bernama Rio lantas mendorong Saski untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda dan lebih fokus pada apa yang membuatnya bahagia. Kisah ini begitu relate dengan kehidupan nyata, di mana banyak sekali wanita yang tak berani mengungkapkan keinginan hatinya dengan alasan mengikuti keinginan atau tradisi keluarga. Simplenya, mereka lebih memilih membahagiakan orang lain daripada dirinya sendiri.

"Ada nilai-nilai budaya kuat yang harus kita junjung sebagai orang Indonesia. Kita juga diajarkan untuk menuruti keinginan orangtua, termasuk dalam hal pernikahan. Dua hal ini, nilai budaya dan keinginan orang tua terkadang berbenturan dengan apa yang sebenarnya hati kita inginkan. Hal ini pun menempatkan wanita, khususnya, dalam situasi yang membingungkan. Meski begitu, kita tetap harus mencoba menentukan nasib kita sendiri, seperti yang dilakukan Saski di film ini," ungkap Nadya tentang karakter Saski.

5. Promosikan Budaya Indonesia Pada Dunia

Tayang di Netflix, artinya A PERFECT FIT bakal hadir di 190 negara berbeda. Karenanya, seluruh kru dan pemain yang terlibat pun tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk menyampaikan beberapa pesan penting kepada para penonton lokal maupun global lewat cerita yang disajikan dalam film A PERFECT FIT.

"Saya berharap banyak yang ‘melek' dengan budaya yang kita punya. Indonesia memiliki banyak sekali budaya yang tak lepas dari keseharian kita. Ada banyak hal menarik yang diangkat di film ini," harap Hadrah.

Sementara itu, Garin yakin jika para penonton nantinya pasti banyak yang terkejut dengan tradisi Bali yang bakal disajikan dalam film ini. "Banyak hal yang mungkin mengagetkan penonton global, seperti persyaratan menikah dalam tradisi Makassar dan Bali yang cukup rumit. Namun, saya harap hal itu akan menjadi sesuatu yang menarik dalam A PERFECT FIT."

6. How To Watch 'A PERFECT FIT'

A PERFECT FIT perdana ditayangkan di platform Netflix per hari ini, Kamis (15/7). Namun sebelum itu, kalian harus nonton trailernya dulu yang juga begitu unik dan dijamin makin bikin penasaran!


Video by: Netflix Indonesia