Niniek L Karim: Dewan Juri Sudah Obyektif!

Anton | 29 November 2008, 02:16 WIB
Kapanlagi.com - Nominasi Festival Film Indonesia 2008 telah ditentukan, namun ada beberapa 'kejanggalan' yang terlihat dalam daftar nominasi yang akan bersaing dalam acara yang akan dihelat pada tanggal 12 Desember 2008 mendatang itu. Salah satunya adalah sangat minimnya kategori yang berhasil disabet oleh film yang tergolong 'laris manis', seperti misalnya film AYAT AYAT CINTA.

Menanggapi hal itu, Niniek L Karim, yang menjabat sebagai Ketua merangkap Anggota Dewan Juri Film Fioskop FFI 2008, mengatakan bahwa apa yang telah diputuskan oleh dewan juri adalah yang terbaik.

"Memang untuk kali ini ada sesuatu yang sangat menarik dan kita sudah berusaha seteliti mungkin dan seoptimal mungkin. AYAT AYAT CINTA memang film yang bagus, tapi yang lainnya juga bagus. Dan kami harus memilih. AYAT AYAT CINTA itu masuk dalam 13 kategori, tapi dari ketujuh dewan juri harus memilih sesuai kapabilitas masing-masing," papar Niniek saat ditemui di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11).

"Dari semua yang terbaik, kita harus pilih 5 yang terbaik. Yang akan memunculkan satu fenomena dan sangat menarik adalah bahwa banyak film bagus tapi tidak ada yang menonton. Mungkin promonya yang kurang atau media yang tidak diundang untuk menonton film tersebut. Sulit banget bagi kami untuk memutuskan, baru kemarin kita selesai berdiskusi, karena semua filmnya bagus-bagus, sampe-sampe kita harus menonton ulang," paparnya.

Selain itu, lanjut Niniek, semua genre telah dimasukkan oleh dewan juri, termasuk film horor. Dan baginya, hal itu sudah mencerminkan sikap obyektif para juri, dengan tidak membeda-bedakan soal film tersebut dibintangi oleh kaum muda atau orang tua, mengingat para dewan juri termasuk dalam golongan orang tua.

"Pokoknya banyak yang bagus, kita hanya melihat pemain yang bagus, seperti halnya Dian Sastro juga tidak jelek, tapi yang lainnya bagus. Dan di sini tidak ada tujuan regenerasi, murni memilih yang terbagus dari yang terbagus," pungkasnya. (kpl/wwn/bun)

Editor:  

Anton