Peluncuran Novel 'Brownies'

Erlin | 01 Desember 2004, 15:38 WIB
Kapanlagi.com - Kalau pengalaman sebelum-sebelumnya novel atau skenario film yang dibukukan baru diluncurkan setelah filmnya tayang di bioskop, ternyata tak demikian halnya buat film Brownies. Ceritanya yang dikemas dalam sebuah novel karya Fira Basuki secara resmi diluncurkan pada Senin (29/11) kemarin. Sedangkan di toko-toko buku sudah beredar sejak seminggu sebelumnya. Padahal filmnya sendiri belum beredar. Judulnya masih tetap sama dengan filmnya, Brownies. Untuk diketahui filmnya dijadwalkan tayang mulai 9 Desember 2004.

Fira Basuki yang juga pimpinan tabloid wanita muda, Spice!, menyebutkan bahwa ia sangat tertarik dan langsung jatuh cinta pada cerita film ini begitu menerima scenario aslinya dan menonton hasil editnya di kantor SinemArt.

"Saya ditelepon Gagas Media. Kata Mas Rudy nih film gue banget," ungkap Fira yang mengaku langsung tertarik dan penasaran untuk segera membaca skenario dan menonton filmnya. Hanya semalam ia sudah habis membacanya hingga pagi-pagi langsung menelepon Rudy untuk menyatakan persetujuannya. Tak hanya ceritanya yang menarik, Fira yang memang punya hobi memasak ini mengaku punya ikatan yang cukup kuat dengan cerita film tersebut.

Skenario filmnya digarap tiga penulis sekaligus; Hanung Bramantyo, Salman Aristo dan Erick Sasono. Ide ceritanya berasal dari Lina Nurmalina. Untuk menggarap novelnya, Fira ternyata hanya butuh waktu selama sebulan. Alur ceritanya memang berbeda dari filmnya, namun pakemnya tetap sama, hanya sudut pandangnya berbeda. Kemungkinan karena sutradaranya, Hanung, adalah seorang pria yang tentu saja hanya meraba-raba bagaimana sebenarnya perasaan wanita.

Sama halnya dengan filmnya, novelnya bercerita tentang seorang perempuan muda yang sangat suka membuat brownies, tapi selalu gagal, tak pernah enak. Dalam frustasinya karena pacarnya selingkuh dengan seorang cewek lain, akhirnya ia bertemu dan berkenalan dengan seorang lelaki yang sangat pintar bikin brownies. Mereka saling tertarik, tapi selalu diliputi kegamangan dan konflik-konflik psikologis dari tokoh-tokohnya…

Novel ini hadir setebal 200 halaman. Seperti apa, tentu saja Anda bisa membacanya sendiri. Yang pasti, menulis sudah menjadi bagian dalam hidup Fira. Karya triloginya; Jendela-jendela, Pintu, Atap menjadi karya yang sangat diminati pembaca novel di seluruh Indonesia. Lulusan S2 Komunikasi Wichita State University (WSU), USA ini terus menggebrak dengan novel-novel barunya, Biru, Rojak dan Miss B (series). Namun baru kini diluncurkannya karya adaptasi pertamanya, Brownies sebagai gebrakan terbaru untuk menunjang perfilman nasional. (dst/erl)

Editor:  

Erlin