Pemeran '22 MENIT' Meriahkan Anugerah Jurnalistik Polri 2018

Rezka Aulia | 20 Juli 2018, 12:00 WIB
Pemeran '22 MENIT' Meriahkan Anugerah Jurnalistik Polri 2018

Kapanlagi.com - Divisi humas Mabes Polri baru saja menggelar penganugerahan lomba foto Polri 2018 di Gandaria City pada Rabu (18/7). Event ini diikuti oleh insan pers dan masyarakat umum, serta turut dihadiri oleh cast film 22 MENIT.

Ade Firman dan Hana Malasan tampak antusias melihat foto-foto yg menampilkan kegiatan polri di dalam masyarakat. Kehadiran Ade dan Hana membuat acara semakin semarak. Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi Ade untuk bekerjasama barenga institusi kepolisian.

Diakui Ade, dulu ia memandang polantas hanya sebatas hal tilang-menilang. Namun sejak terlibat dalam produksi 22 MENIT, ade mengenal lebih jauh profesi polisi. Karena mereka harus melakukan observasi mendalam di jalanan yang amat panas. Merasakan sendiri berdiri di tengah Jalan Thamrin di siang bolong mengatur lalu lintas.

Film 22 MENIT dibuat berdasar kisah nyata Bom Thamrin. (KapanLagi.com/Budy Santoso)Film 22 MENIT dibuat berdasar kisah nyata Bom Thamrin. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

"Saya obeservasi langsung para korban bom Thamrin, menyerap kisah tragedi pilu para korban. Di mana dalam adegan-adegannya dibuat set seperti aslinya. Bom asli tapi dibuat seaman mungkin dan menjadi terbawa suasana jelasnya," ungkap Hana tentang pengalaman syutingnya.

Pengalaman ini membuat Hana lebih mengenal dan respect pada para Polisi. "Tak kenal maka tak sayang, intinya jadi tau gimana capeknya mereka dijalanan," terang Hana.

"Para korban bom thamrin ini mempunyai komunitas Sahabat Thamrin. Sewaktu kemarin digelar premier film 22 MENIT, ada 2 orang korban yang trauma. Yang cewek malah sampe digotong dan yang laki-laki sampai merasakan pusing. Ini bukan pencitraan untuk pihak kepolisian tapi sebenarnya kita jadi ikut merasakan trauma para korban," timpal Ade.

Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata dan berdurasi 100 menit ini juga menampilkan adegan adu akting Ade Firman dan Kapolri Tito Karnavian. "Saya pribadi main-main aja, tapi pas besoknya datang skrip malah jadi gak kepake malah jadi gak digunain. Mereka bisa mengimbangi tanpa skrip. Ini improve dan mereka (Pak Tito dan istrinya) bisa menimpali," pungkas Ade mengakhiri pembicaraan.

(kpl/bus/rna)

Reporter:  

Budy Santoso

TOPIK TERKAIT