Penggemar Novel Pramoedya, Iwan Fals Terpaksa Baca Diam-Diam

Galuh Esti Nugraini | Selasa, 30 Juli 2019 12:15 WIB
Penggemar Novel Pramoedya, Iwan Fals Terpaksa Baca Diam-Diam

Kapanlagi.com - Karya tulis Pramoedya Ananta Toer bebas dinikmati oleh generasi saat ini. Namun dulu tak begitu karena hanya dengan membaca saja sudah dianggap melawan pemerintahan.

Pengalaman itulah yang dirasakan oleh musisi kenamaan Iwan Fals. Di mana untuk membaca buku karya Pramoedya saja harus dilakukan secara diam-diam.

"Saya baca semua buku Tetralogi Buru, waktu itu bacanya masih sembunyi-sembunyi karena masih dilarang. Bayangkan hanya karena baca bukunya Pak Pram saja, kalau ketahuan, kita bisa dipenjara waktu itu," kenang Iwan Fals.

1 dari 2 halaman

1. Pelecut Ide

Iwan Fals dikenal sebagai musisi yang vokal dalam menuangkan kritik lewat karyanya. Tak bisa ditampik bila Pramoedya Ananta Toer menjadi sosok yang lugas menginspirasi dalam menulis lirik.

"Saya berterima kasih pada Pak Pram karena sudah menemani masa muda saya dengan bacaan yang berisi semangat nasionalisme. Tulisan beliau sangat kuat, tulisannya membuat saya semangat menulis lagu," aku suami dari Rosana ini.

2 dari 2 halaman

2. Dilarang Beredar

Dilarang Beredar Pengisi soundtrack BUMI MANUSIA © KapanLagi.com/Daniel Kampua
Dalam sejarah karirnya, Pramoedya Ananta Toer menuai banyak kontroversi. Ia pernah diasingkan tanpa proses peradilan, namun di sana (Pulau Buru) ia mampu meramu embrio dari Bumi Manusia dan tiga buku lain dengan keterbatasan alat.

Tak berhenti di situ, setelah terbit novel Bumi Manusia sempat dilarang beredar karena diduga mempropagandakan paham komunis. Namun seiring perkembangan zaman, buku tersebut bebas dijual bahkan kini alih visual menjadi film layar lebar dengan bintang Iqbaal Ramadhan.

(kpl/abs/gen)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

TOPIK TERKAIT
 
↑