Perjuangan Missionaris Kristen Protestan IL Nommensen Difilmkan

Guntur Merdekawan | 15 Juni 2015, 09:45 WIB
Perjuangan Missionaris Kristen Protestan IL Nommensen Difilmkan

Kapanlagi.com - Nama Ingwer Ludwig Nommensen tentu sudah tak asing di telinga orang-orang yang berasal dari Sumatera Utara. Dia adalah missionaris Jerman yang menyebarkan agama Kristen Protestan di sana. Salah satu peninggalannya adalah gereja terbesar di tengah-tengah suku Batak Toba, yakni Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Maka dari itu, untuk menghormati perjuangannya, sejumlah sineas dan pemerhati budaya Batak yang tergabung dalam Amazing Graze Production memfilmkan perjalanan Nommensen. Mengawali projek tersebut, beberapa foto Nommensen dan perjuangan Sisingamangaraja hasil jepretan fotografer Hasiholan Siahaan pun dipamerkan dalam acara bertajuk Nommensen Night.

"Malam ini Nommensen Night, malam penghargaan Nommensen buat orang Batak. Di malam ini ada penggalangan dana juga. Acaranya akan terus bergulir terus untuk membuat NOMMENSEN THE MOVIE yang berlatar belakang sejarah peradaban budaya Batak," ucap Daniel L Titopakpahan, sutradara film NOMMENSEN THE MOVIE di Toba Dreams, kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

NOMMENSEN THE MOVIE siap mengudara / KapanLagi® Sahal FadhliNOMMENSEN THE MOVIE siap mengudara / KapanLagi® Sahal Fadhli

Penggarapan filmnya sendiri rencananya baru akan dimulai Agustus 2015 nanti. Saat ini, mereka masih mencari tokoh utama untuk memerankan Nommensen di film tersebut.

"Kita baru akan open casting di bulan Agustus. Kita akan workshop, bikin skenario. Secara fisik yang pasti harus bule karena Nommensen orang Eropa. Pemeran Nommensen enggak bisa sembarang juga, harus punya kepribadian bagus dan kedekatan dengan Tuhan supaya peran Nommensen terkesan hidup di film ini," kata Daniel.

Jerman dan Indonesia, dua negara tersebut akan dijadikan tempat syuting film NOMMENSEN THE MOVIE. Itu karena Daniel memaparkan kisah sang missionaris dari tanah kelahirannya hingga menyebarkan agama Kristen di Sumatera Utara.

"Rencananya di Jerman dan Tapanuli. Jadi ada sebagaian film syuting di Jerman dan di tapanuli selatan dan utara. Nanti rencananya akan dirilis di awal 2016," pungkasnya.

(kpl/hen/gtr)

Editor:   Guntur Merdekawan