Pidi Baiq Ungkap 'DILAN' Pernah Dapat Tawaran Adaptasi Senilai 3M!

Tyssa Madelina | 27 April 2018, 11:17 WIB
Pidi Baiq Ungkap 'DILAN' Pernah Dapat Tawaran Adaptasi Senilai 3M!

Kapanlagi.com - Kehadiran DILAN 1990 berhasil menjadi sebuah fenomena di industri perfilman tanah air. Rilis pada awal tahun 2018, dalam waktu satu bulan lebih berhasil mengumpulkan total 6,3 juta penonton.

Ditemui saat mengisi acara XYZ Day 2018 yang digagas oleh KapanLagi Youniverse (KLY), Pidi Baiq selaku penulis novel dan sutradara film ini mengungkap fakta mengejutkan terkait nilai tawar Dilan untuk diadaptasi ke layar lebar.

Sebelum akhirnya jatuh ke tangan produser Ody Mulya Hidayat dengan rumah produksi MAX Pictures, novel ini mendapat banyak tawaran produser lain. Bahkan, ada yang menawar dengan angka fantastis yakni tiga miliar!

Pidi Baiq awalnya enggan karyanya diadaptasi ke film. © KapanLagi.com/Budy SantosoPidi Baiq awalnya enggan karyanya diadaptasi ke film. © KapanLagi.com/Budy Santoso

"Awalnya saya tidak ingin DILAN difilmkan. Karena tidak difilmkan pun saya tetap imam besar The Panas Dalam. Karena tak difilmkan pun langit tidak runtuh. saya tidak punya kewajiban memajukan film Indonesia juga. Tapi tiba-tiba datang banyak tawaran, sampai ada yang menawar tiga miliar. Ini harus saya katakan karena penting. Saya ketawa-ketawa aja. Meski tiga miliar, haduuuh nanti aja deh. Berkali-kali ada yang datang ke tempat saya mengganggu salat saya," kata Pidi di The Hall Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

Uniknya, pentolan band The Panas Dalam ini luluh tatkala Ody datang menawarkan uang lebih kecil. Namun ada satu hal yang membuat Pidi akhirnya mau melepas 'sang anak' yang sangat disayanginya.

"Ketika Pak Ody datang saya yang 'ini siapa?'. Terus Pak Ody nawar 200 juta, murah amat. Padahal ada yang tiga miliar. Banyak kawan-kawan saya bilang kalau novel yang difilmkan banyak yang tidak sesuai. Itu jadi pegangan saya sebelumnya. Maka saya melihat orang yang bekerjasama dengan saya harus mau nurut sama saya. Ternyata Pak Ody lebih taat kepada Allah daripada saya. Saya bilang ke Pak Ody, nggak papa 200 juta tapi saya terlibat. Dan terlibatnya saya di bagian konten," tuturnya.

Akhirnya, Pidi mempercayakan karyanya jatuh di bawah arahan Fajar Bustomi dan Ody Mulya. © KapanLagi.com/Budy SantosoAkhirnya, Pidi mempercayakan karyanya jatuh di bawah arahan Fajar Bustomi dan Ody Mulya. © KapanLagi.com/Budy Santoso

Pria yang akrab disapa Ayah ini melanjutkan, "Lalu saya dipertemukan sama Fajar Bustomi (sutradara) dan dia orang yang bisa diajak kerjasama. Akhirnya saya berdua terus sama Fajar sampai ada yang gosipin. Tapi saya nggak peduli," ucapnya berkelakar.

Dalam prosesnya memang sempat terjadi momen ketika Pidi tidak ingin melanjutkan proyek tersebut karena adaptasi novel ke film ternyata membuatnya kecewa. Namun begitu melihat hasil akhirnya, ia begitu puas dan ingin segera membuat film kedua, ketiga, bahkan keempat.

"Inginnya (film) lebih dari itu, tapi ada batasan yang harus ditaati misal durasi harus 120 menit, padahal inginnya 300 jam. Dilan salat, di WC, detail. Jadi ya udah gitu aja. Film kan duniawi," tandasnya.

(kpl/abs/tmd)

Reporter:   Adi Abbas Nugroho

Topik Terkait