Resep Laris Film Indonesia, Mengadaptasi Novel

Mahardi Eka Putra   | Selasa, 02 Oktober 2012 21:01 WIB
Resep Laris Film Indonesia, Mengadaptasi Novel
Kapanlagi.com -

Dari puluhan judul film Indonesia yang dirilis setiap tahunnya tak sedikit di antaranya yang merupakan adaptasi dari novel. Kebanyakan dari film adaptasi tersebut menjadi fenomena tersendiri karena menjadi sangat laris dan menarik ratusan ribu bahkan jutaan penonton ke gedung bioskop.

Larisnya film tersebut bisa jadi karena buku yang dijadikan sumber adaptasi sebelumnya telah menuai hasil bagus di pasaran alias best seller. Dengan diangkatnya buku ke bentuk film, produser yakin bahwa nantinya film tersebut dapat menarik penonton dari kalangan pembaca atau yang sebelumnya belum pernah membaca novelnya.

PERAHU KERTAS menjadi bukti terbaru bahwa film adaptasi selalu punya tempat di hati penonton tanah air. Dari dua film yang dibuat dari novel Dewi Lestari ini, film pertamanya berhasil meraih penonton sebanyak 567.748. Meski belum mencapai tahap jutaan, namun jumlah tersebut menduduki peringkat ke-3 film terlaris tahun ini.

Kendati demikian, tak banyak film adaptasi yang sukses dengan pendapatan melambung tinggi. Hanya beberapa di antaranya yang bisa. Berikut ini beberapa film nasional yang bisa menorehkan sukses dari segi pendapatan.

1 dari 8 halaman

1. LASKAR PELANGI

LASKAR PELANGI the-marketeers.com

Sebelum diangkat menjadi sebuah film, LASKAR PELANGI telah terlebih dulu laris sebagai novel inspiratif. Novel karangan Andrea Hirata ini diterbitkan dalam 20 bahasa. Buku bagian pertama dari tetralogi Laskar Pelangi ini pun dinilai ccocok untuk diangkat menjadi sebuah film layar lebar.

Sutradara ternama Riri Riza dipilih untuk membawa roh novelnya ke dalam bahasa gambar. Dengan menggaet pemain tenar seperti Tora Sudiro, Lukman Sardi dan juga Cut Mini Theo, LASKAR PELANGI hadir sebagai film inspiratif tentang pendidikan dan perjuangan anak-anak Belitong.

Total biaya pembuatan film ini mencapai 8 miliar. Namun jumlah itu sepadan dengan jumlah penonton yang datang berbondong untuk menonton filmnya, yakni 4,6 juta penonton.

2 dari 8 halaman

2. AYAT AYAT CINTA

AYAT AYAT CINTA arest.wordpress.com

AYAT AYAT CINTA karangan Habbiburahman El Shirazy menjadi novel fiksi islami terlaris karena berhasil terjual 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun. Novelnya menjadi pelopor novel fiksi islami yang kemudian menjadi tren baru dalam dunia sastra.

MD Pictures ingin meneruskan kesuksesan novel ini ke dalam ranah layar lebar. Dengan Hanung Bramantyo sebagai sutradaranya, film ini pun dibuat dengan setting di India dan beberapa tempat di tanah air.

AYAT-AYAT CINTA ditonton sebanyak 3,6 juta penontond dalam peredarannya.

3 dari 8 halaman

3. KETIKA CINTA BERTASBIH

KETIKA CINTA BERTASBIH mangcikzakie.wordpress.com

Melanjutkan tren positif film islami, novel lain dari Habbiburahman El Shirazy kembali diangkat dalam film. Kali ini novel berjudul KETIKA CINTA BERTASBIH mendapat giliran diangkat dalam bentuk film.

KETIKA CINTA BERTASBIH disutradarai oleh sineas gaek Chaerul Umam untuk memberi sentuhan drama religi dan juga tone yang berbeda dari AYAT-AYAT CINTA. Settingnya yang berada di Kairo makin membuat para penonton pembaca makin terpuaskan.

Film ini dipecah jadi dua bagian dan para pemain utamanya diberikan kepada para peserta audisi. Strategi ini terhitung jitu sebab KETIKA CINTA BERTASBIH berhasil menarik minat 4,5 juta penonton dengan 3 juta untuk film pertama dan 1,5 untuk bagian kedua.

 

4 dari 8 halaman

4. SURAT KECIL UNTUK TUHAN

SURAT KECIL UNTUK TUHAN rileks.com

SURAT KECIL UNTUK TUHAN merupakanfilm drama biografikal tentang penderita kanker Rhabdomyosarcoma pertama di Indonesia. Filmnya disutradarai oleh Harris Nizam dan dibintangi oleh Dinda Hauw serta Alex Komang.

Sisi mellow kisahnya menjadi alternatif tontonan baru di tengah gempuran film horor dan juga drama remaja. Terlebih penonton Indonesia tergolong suka dengan drama-drama yang menitikkan air mata seperti ini.

Meski hanya mendatangkan 748.842 penonton ke bioskop, jumlah ini termasuk banyak di tahun 2011.

5 dari 8 halaman

5. NEGERI 5 MENARA

NEGERI 5 MENARA Kapanlagi.com

NEGERI 5 MENARA adalah novel karya Ahmad Fuadi yang bercerita tentang kisah hidup 6 santri dari 6 daerah menuntut ilmu di Pondok Madani (PM) Ponorogo Jawa Timur. Mereka yang menamakan diri Sahibul Menara ini berjuang mewujudkan mimpi masing-masing.

Film ini menjadi obat kisah inspiratif selepas LASKAR PELANGI yang di dalamnya juga terdapat elemen religi. Perpaduan tersebut membuat film ini menarik.

Film ini berhasil menarik minat 765.425 penonton untuk datang ke bioskop.

 

6 dari 8 halaman

6. CA BAU KAN

CA BAU KAN skyscrapercity.com

CA BAU KAN adalah film drama romantis karya Nia Dinata yang diadaptasi dari novel Remy Sylado. Karya pertama Teh Nia ini tergarap secara kolosal dengan dukungan pemain berpengalaman seperti Lola Amaria, Niniek L Karim, dan Ferry Salim.

Film dengan setting cerita Indonesia di era 1930-1960 ini menceritakan tentang ca bau kan (perempuan) bernama Tinung dalam kisah hidupnya di tengah lingkungan pedagang Cina.

Di awal tahun 2000-an, film-film Indonesia memang sedang menggeliat bangkit setelah lama mati suri. CA BAU KAN adalah sebuah langkah berani Nia Dinata untuk mengangkat film yang bertema tidak populer. Dari segi jumlah penonton memang CA BAU KAN tak bisa dibandingkan dengan film-film sekarang. 

Terlepas dari jumlah penontonnya, CA BAU KAN banyak berbicara di kancah internasional seperti Palm Springs International Film Festival dan seleksi ajang Oscar

 

 

 

7 dari 8 halaman

7. EiFFEL I'M IN LOVE

EiFFEL I'M IN LOVE sorayafilms.wordpress.com

EIFFEL I'M IN LOVE menjadi wakil kuat dari genre film romantis Indonesia yang bisa menarik penonton lebih dari 3 juta penonton dalam masa peredarannya.

Film ini sukses memanfaatkan momentum ytang telah dibangun oleh ADA APA DENGAN CINTA di tengah sedikitnya film Indoesia. Kepopuleran novel karangan Rachmania Arunita ini juga menjadi faktor penentu. Sang penulis yang merangkap sebagai penulis naskah berhasil membuat roh dalam novel tersampaikan di dalam film.

Tren yang ada di kalangan remaja disertakan dalam film oleh Arunita. Elemen penting tersebut juga berhasil dibawakan sang sutradara Nasry Cheppy. Pasangan pemain baru Samuel Rizal dan Shandy Aulia berhasil mengalihkan perhatian penonton yang terlanjur lekat dengan sosok Rangga dan Cinta dalam AADC.

8 dari 8 halaman

8. PERAHU KERTAS

PERAHU KERTAS mizan.com

Sebuah adaptasi terbaru dari novel yang sudah terkenal karya Dewi Lestari, PERAHU KERTAS. Untuk menggarap karya yang sudah populer terlebih dahulu ini, sutradara berbakat Hanung Bramantyo lah yang dipercaya melakukannya.

Dengan memecah film menjadi dua bagian, Hanung dan Dewi Lestari percaya bahwa ia tak akan mengkhianati imajinasi para pembaca akan keindahan kisah Kugy dan Keenan yang sudah diramu dalam novel.

Film pertamanya sukses meraih jumlah penonton sebanyak lima ratus ribu lebih dan untuk yang kedua nanti masih bakal tayang tanggal 4 Oktober ini.

(kpl/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra