Review Film 'AUM!', Alasan Kamu Harus Nonton - Ceritakan Kisah Reformasi 1998 Penuh Plot Twist

Editor KapanLagi.com   | Minggu, 17 Oktober 2021 10:35 WIB
Review Film 'AUM!', Alasan Kamu Harus Nonton - Ceritakan Kisah Reformasi 1998 Penuh Plot Twist
AUM! (Credit: IMDb)

Kapanlagi.com - Disclaimer: Artikel ini mengandung spoiler. Read at your own risk.

Satu lagi garapan film original Bioskop Online yang sedang tayang berjudul AUM!. Kalau KLovers suka dengan film tahun 90an, pasti sudah akrab dengan gambar yang tak terlalu lebar dan warna kekuningan. Nah, untuk mengobati rasa rindumu menonton film tahun 90an dengan gaya baru, sutradara tanah air Bambang "Ipoenk" K.M membuat film AUM! yang wajib kamu tonton.

Diceritakan, film ini mengangkat kisah mahasiswa yang menjadi buronan setelah mengikuti gerakan reformasi besar-besaran. Tak bertele-tele, film ini dibuka dengan adegan menegangkan yang menampilkan karakter Satriya (Jefri Nichol) kejar-kejaran di rumah susun. Makin mendebarkan, ketika tiba-tiba Satriya ditangkap oleh seorang pria yang ternyata adalah kakaknya sendiri, Adam (Aksara Dena).

Tak sampai sana saja adegan penuh keringat, film ini juga dibuka dengan semangat berapi-api mahasiswa yang menuntut reformasi. Dalam pertemuan yang awkward antara Satriya dan kakaknya, Adam, terlihat bagaimana adik-kakak ini memiliki idealisme dan profesi yang saling bertolak belakang. Satriya yang ingin meneruskan perjuangannya dan Adam yang berasal dari militer, ingin menyelamatkan Satriya dengan memberhentikan perjuangannya. 

1. Kisah Reformasi Tahun 1998

Film ini terbagi menjadi dua bagian. Dibuka dengan bagian pertama berjudul "Pertunjukkan", mengisahkan Adam yang menyelamatkan adiknya, Satriya, yang bersemangat untuk melakukan gerakan reformasi bersama teman-teman mahasiswanya. Kental dengan suasana 1998, gerakan mahasiswa yang menuntut keadilan untuk rakyat dan pembungkaman yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat tergambar dalam film ini.

Penghayatan film ini makin terlihat jelas saat Satriya menyulut semangat teman-temannya dengan orasi. Dua sisi idealis film ini kemudian digambarkan melalui tarian dan laga antara Adam dan Satriya. Tak hanya itu secara simbolis film ini juga menggunakan tarian dan topeng harimau, hingga suara AUM! yang menjadi judul dari film ini.

Bagian kedua film ini  adalah "Perjalanan". Bagian ini menunjukan sisi unik sutradara Bambang "Ipoenk" yang menyajikan proses dari pembuatan film kritik politik tersebut. Dalam bagian ini, Linda (Agnes Natasya Tjie) memerankan seorang produser film, Panca (Chicco Jerikho) yang memerankan sutradara. Tak seperti bagian satu yg dipenuhi adegan yang mendebarkan dan kejar-kejaran, bagian ini menggambar proses produksi film yang dipenuhi konflik-konflik antar kru dengan suasana mencekam anti kritik ala tahun 1998.

2. Sinematografi dan Pemeran yang Totalitas

Mengambil latar tahun 90an, film ini dibuat sedemikian mirip mulai dari latar tempat, suasana, hingga noise tahun 90an yang masih terasa. Dibintangi oleh Jefri Nichol, Chicco Jerikho, Aksara Dena, dan Agnes Natasya Tjie. Peran yang paling menonjol ditunjukkan oleh karakter Panca (Chicco Jerikho) dan Linda (Agnes Natasya Tjie). Linda yang berperan sebagai mahasiswa yang menjadi produser film nasionalis memiliki watak yang keras dan memiliki semangat dalam menyampaikan aspirasinya untuk bersuara.

Berbanding terbalik, Panca sebagai sutradara yang memiliki sifat terlalu idealis dan egois. Dengan kedua sifat yang sama-sama ingin menang sendiri, membuat film di era yang mencekam menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa ini. Terlebih, shooting diam-diam akan begitu membahayakan jika pergerakan mereka diketahui oleh aparat.

Makin dibuat meyakinkan, film ini menggunakan gaya found footage yang menggunakan handycam dengan resolusi rendah dengan rasio 4:3 sehingga suasana tahun 90an lebih terasa. Tak hanya itu, dalam pembuatan film tersebut, para mahasiswa mengundang jurnalis Amerika bernama Paul Whiteberg (Mr. Richard). Paul nampak bertugas merekam kegiatan mahasiswa yang sedang membuat film tersebut beserta para kru yang terlibat.

Penonton juga dapat menemukan beberapa props dalam film tersebut yang menambah suasana vintage tahun 90an seperti radio, TV tabung, hingga gaya pakaian. Penasaran dibawa dalam suasana menegangkan film ini? Hanya dengan harga tiket Rp20 ribu di Bioskop Online, kamu sudah bisa nonton bebas tanpa hold on dan yang pasti LEGAL. Kalau kamu pecinta film nasionalis, nah AUM! (2021) bisa jadi pilihan. 

Artikel ini ditulis oleh: Aditia Lestari

3. Simak Trailernya!

Editor:   Editor KapanLagi.com