Siap Syuting Seri Baru Tapi Pemain 'WARKOP DKI REBORN' Diganti, Ada Masalah Internal?

Sanjaya Ferryanto | Sabtu, 16 Maret 2019 09:52 WIB
Siap Syuting Seri Baru Tapi Pemain 'WARKOP DKI REBORN' Diganti, Ada Masalah Internal?

Kapanlagi.com - WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS PART 1 dan PART 2 memperkenalkan Abimana Aryasatya, Vino G Bastian dan Tora Sudiro sebagai versi moderen dari Dono, Kasino serta Indro. Film aksi komedi tersebut berhasil mengoleksi jutaan penonton selama peredarannya.

Kini WARKOP DKI REBORN PART 3 dan PART 4 akan segera memulai proses syuting di Jakarta dan Maroko. Hanya saja tiga pemain utama berganti menjadi Aliando Syarief, Adipati Dolken dan Randy Danistha alias Randy Nidji.

Beredar kabar bila perubahan pemain ini karena adanya masalah internal dengan rumah produksi Falcon Pictures. Namun Frederica selaku produser membantah hal tersebut.

"Sama sekali nggak ada masalah dengan Vino, Tora maupun Abi. Cuma kita merasa memang harus ada regenerasi, nggak menutup kemungkinan mereka akan kembali di film selanjutnya," jelas Frederica saat menggelar jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

1 dari 2 halaman

1. Tetap Berpikir Positif

Perubahan pemain ini diakui oleh Frederica pasti bakal menimbulkan pro dan kontra. Sebagai produser ia mencoba berpikir dari sisi positif bahwa filmnya tetap akan bisa diterima karena segala upaya terbaik telah dilakukan.

"Harus positive thinking, maksudnya kalau kita mikir kayak gitu (penonton tak terima) kita nggak pernah berkembang. Kita harus percaya sama produk kita sendiri. Kalau misalnya kita selalu mengecilkan diri, takut ini itu, akan stuck aja di situ, nggak pernah berkembang," tegasnya.

2 dari 2 halaman

2. Sutradara Juga Berganti

Sutradara Juga Berganti Pemeran Terbaru WARKOP DKI © Kapanlagi/Deki Prayoga
Tidak hanya pemain, kursi penyutradaraan juga berganti dari Anggy Umbara ke Rako Prijanto. Menurut Frederica, bila memang ingin memberi rasa baru harus sekalian dari sutradara sekaligus.

"Kalau kita pengin ganti pemain, menciptakan flavour baru, rasa yang baru, ya memang packaging secara keseluruhannya mesti diganti. Karena kalau misalnya setengah-setengah, pasti nggak akan ketemu juga," tandas wanita yang akrab disapa Erica ini.

(kpl/abs/frs)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑