Sinopsis 'HUMBA DREAMS', Cari Jati Diri di Tanah Sumba

Editor KapanLagi.com | 20 November 2020, 11:12 WIB
Sinopsis 'HUMBA DREAMS', Cari Jati Diri di Tanah Sumba

Kapanlagi.com - Indonesia terkenal dengan keberagaman, mulai dari segi alam hingga penduduknya. Hal itu yang selalu ingin ditonjolkan oleh sutradara Riri Riza. Melalui film LASKAR PELANGI, dirinya menampilkan keindahan Belitung. Melalui film ATAMBUA 39 CELCIUS, sutradara kondang itu menampilkan surga di tanah NTT. Kini karya terbarunya, HUMBA DREAMS menceritakan tanah Sumba dan segala lika-liku didalamnya.

Melalui HUMBA DREAMS, sutradara Riri Riza tidak hanya ingin menampilkan keindahan alam yang ada di Sumba saja, namun ia mengangkat kejadian-kejadian sosial yang terjadi di dalamnya. Masalah ketenaga kerjaan, fasilitas dan sarana, hingga kebimbangan masyarakat Sumba menghadapi tradisi dan modernisasi. Semua permasalahan tersebut dapat kita rasakan melalui karakter Martin, seorang mahasiswa di Jakarta yang kembali ke Sumba.

1. Menyelesaikan Wasiat Ayah

Film yang berdurasi 76 menit ini menceritakan Martin yang diperankan oleh J.S Khairen baru saja kembali ke Sumba setelah sekian lama merantau di Jakarta. Kepulangan dirinya ke tanah Sumba dipengaruhi oleh ibunya . Sang ibu ingin Martin segera menyelesaikan wasiat yang ditinggalkan ayahnya.

Martin yang masih berstatus mahasiswa ingin segera menyelesaikan wasiat tersebut agar dapat kembali ke Jakarta dan menyelesaikan studinya, tapi di sinilah berbagai permasalahannya dimulai. Wasiat yang berupa roll film analog harus segera ia selesaikan setelah seorang dukun berkomunikasi dengan arwah ayahnya. Sang ayah melalui dukun menginginkan Martin untuk menyelesaikan film itu agar bisa ditonton masyarakat desanya.

2. Permasalahan Semakin Rumit

Menyelesaikan roll film analog akan menjadi mudah jika dirinya berada di Jakarta. Martin yang kebingungan mencari bahan kimia untuk mengolah roll film tersebut akhir memutuskan untuk berkelana mencari solusi. Hingga dirinya bertemu Ana, seorang perempuan yang bekerja di sebuah Guest House.

Bertemunya Martin dengan Ana (Ully Triani) membuka mata Martin mengenai permasalahan yang dialami Sumba. Dirinya menyadari adanya kesenjangan yang terjadi di Indonesia, mulai dari fasilitas dan sarana, ketenaga kerjaan, hingga tradisi dan modernisasi.

Melalui film ini sutradara Riri Riza mengajak penontonnya untuk menjadi Martin, menjadi saksi perjuangan masyarakat Sumba. Film perjuangan Martin mencari jati dirinya ini berhasil menggaet berbagai penghargaan, termasuk Piala Maya. Kini, Humba Dreams dapat ditonton melalui Netflix.

(kpl/mag)

Editor:   Editor KapanLagi.com