Sutradara 'THE SACRED RIANA' Ogah Pakai Lokasi yang Digunakan Banyak Film!

Rezka Aulia | Selasa, 12 Maret 2019 09:15 WIB
Sutradara 'THE SACRED RIANA' Ogah Pakai Lokasi yang Digunakan Banyak Film!

Kapanlagi.com - Horor fantasi THE SACRED RIANA: BEGINNING yang dibesut oleh Billy Christian akan rilis Kamis besok (14/3/2019) di seluruh bioskop Indonesia. Film ini menyorot kisah imajinatif di balik karakter pesulap The Sacred Riana yang sudah mendunia.

Bila melihat set lokasi untuk film kental dengan nuansa Eropa, apa yang ditampilkan terasa fresh. Pasalnya Billy memang tidak memakai lokasi-lokasi yang sering digunakan oleh banyak sutradara.

"Saya kalau nyari lokasi suka nyusahin produser memang. Karena saya nggak mau pakai lokasi yang digunakan sutradara lain. Produser bilang: 'Bil, di puncak aja', saya balas 'Ya itu lokasi 1001 umat kali. Itu lagi itu lagi nggak mau'," kisahnya saat jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

 

 

1 dari 2 halaman

1. Lokasi di Tegal

Lokasi di Tegal © KapanLagi.com/Agus Apriyanto
Alih-alih memakai lokasi syuting di puncak seperti kebanyakan film, Billy Christian memboyong seluruh kru dan pemain ke Tegal. Karena ia telah jatuh cinta pada hunian yang ditemukan di kota tersebut.

"Akhirnya saya menemukan sebuah tempat yang nggak pernah dipakai dan saya jatuh cinta. Kalau saya udah jatuh cinta, nggak mau yang lain. Lokasinya di Tegal. Biar rumahnya nggak itu-itu mulu," tegasnya.

2 dari 2 halaman

2. 'Aktris' Spesial

Seperti judulnya, film produksi Nant Entertainment ini memang menceritakan karakter The Sacred Riana. Billy Christian sebagai sutradara mengaku telah bekerja dengan talent yang unik lantaran dalam keseharian, meski berada di lokasi syuting, pembawaan diri Riana tetap konsisten dengan apa yang diperlihatkan di depan public.

"Setiap bikin film achievement-nya beda-beda. Kali ini yang spesial bekerja dengan tokoh utama yang seperti Riana. Dia nggak ngomong, ya udah. Tapi kita punya cara sendiri dalam berkomunikasi, nggak ada kesulitan," tandasnya.

 

(kpl/abs/rna)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑