Tanggapi Teguran KPI, Joko Anwar: Masyarakat Indonesia Dianggap Bodoh

Kistin Septiyani | Selasa, 17 September 2019 00:31 WIB
Tanggapi Teguran KPI, Joko Anwar: Masyarakat Indonesia Dianggap Bodoh

Kapanlagi.com - Meski promosi film GUNDALA disalah satu stasiun tv ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Joko Anwar selaku sutradada film tersebut mengaku tak mempermasalahkan tindakan tersebut. Tapi ia malah lebih mempermasalahkan kenapa kartun anak-anak juga ikut ditegur.

"Saya sih bukan memermasalahkan promo GUNDALA yang kena sanksi KPI. Tapi ada program seperti kartu anak-anak SPONGEBOB yang juga terkena sanksi," ungkap Joko ketika ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (16/9).

Menurutnya, teguran KPI terhadap film kartun tersebut tidak masuk akal dan justru mengekang jika hanya didasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran KPI tahun 2012. Ia juga menambahkan bahwa pandangan KPI itu tak layak jadi acuan.

"Jika ada satu lembaga yang mengatakan bahwa tayangan seperti SPONGEBOB itu melanggar norma, menurut saya lembaga itu tidak perlu dipercaya ketika menilai apapun di dunia ini," sambungnya.

1 dari 2 halaman

1. Masyarakat Dianggap Bodoh

Masyarakat Dianggap Bodoh ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Selain itu, sutradara asal Medan ini mengatakan tindakan KPI tidak akan membuat masyarakat menjadi lebih beretika dan bermoral. Justru kata dia, tindakan KPI yang serba melarang ini akan menempatkan masyarakat Indonesia sebagai orang bodoh.

"Kalau masih ada lembaga yang mengatakan ini boleh ditonton dan ini tidak boleh ditonton, berarti masyarakat Indonesia diangap bodoh. Karena dianggap tidak bisa menilai apa yang patut untuk mereka tonton dan apa yang tidak patut ditonton untuk keluarga dan anak mereka," ujar Joko.

2 dari 2 halaman

2. Tidak Harus Ada di Indonesia

Tidak Harus Ada di Indonesia ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Tak hanya itu, Joko rupanya meminta agar KPI segera dibubarkan. Baginya yang seharusnya berperan untuk memilih tontonan yang baik dan tidak baik untuk keluarga dan anaknya adalah orang tua atau masyarakat itu sendiri.

"Jadi menurut saya keberadaan KPI sudah tidak harus ada di Indonesia. Seharusnya itu adalah peranan masyadakat sendiri, dan orang tua, kalau orang tua tidak bisa menjaga tontonan untuk anaknya, enggak usah punya anak," tukasnya.

(kpl/irf/TIN)


Reporter:  

Irfan Kafril

↑