Terima Penghargaan Bergengsi, Widyawati Ungkap Kecewa Film 'AMBU' Diberi Sedikit Layar Saat Tayang

Kistin Septiyani   | Jum'at, 17 Januari 2020 07:01 WIB
Terima Penghargaan Bergengsi, Widyawati Ungkap Kecewa Film 'AMBU' Diberi Sedikit Layar Saat Tayang

Kapanlagi.com - Widyawati berhasil meraih predikat Best Supporting Actress dalam ajang Asia-Pacific Film Festival. Penghargaan itu ia menangkan berkat performa sebagai wanita asli suku Baduy dalam film AMBU.

Widyawati sangat bersyukur atas kemenangannya. Namun di sisi lain juga sedih lantaran selama masa penayangan di jaringan XXI periode Mei-Juni 2019, hanya mendapat layar di Jabodetabek dan sekitaran Jawa Barat.

"Selama ini belum bicara. Karena ada kesempatan, jadi saya dapat bicara masalah ini. Ya itu yang saya sesalkan, sedih karena di Instagram banyak yang tanya 'Kok filmnya nggak main di sini, di sini'. Semua produser pasti pengin filmnya main di seluruh Indonesia, tapi ternyata masalahnya ada kendala film berbahasa Sunda. Itu menyedihkan," ungkap Widyawati saat menerima piala kemenangan di Gedung Sinematek, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).

 

1 dari 2 halaman

1. Bandingkan dengan Film Asing

Widyawati lantas membandingkan film Indonesia berbahasa daerah dengan film asing. Harusnya bahasa tak lagi jadi kendala selama disediakan subtitle.

"Mungkin Anda bisa tanya ke produser dan sutradaranya, Pak Farid Dermawan, kebetulan dia yang tahu persis. Kalau saya disampaikan beberapa alasannya yaitu takut karena berbahasa Sunda nggak bisa diterima. Tapi kan ada teks? Film barat pun bahasanya bahasa Inggris, tapi ada teks. Dan AMBU tidak keseluruhan film itu dengan bahasa Sunda, pakai juga bahasa Indonesia," imbuh aktris berusia 69 tahun ini.

2 dari 2 halaman

2. Adu Argumen dengan Bioskop

Adu Argumen dengan Bioskop ©KapanLagi.com/Budi Santoso
Sebagai sutradara dan produser, Farid Dermawan pun sudah berjuang agar film AMBU bisa diedarkan dalam jumlah besar. Namun karena pertimbangan di atas, ia hanya bisa berlapang dada.

"Kita juga udah sempat fight ya. Dalam arti berargumen: 'Ya nggak bisa dong karena ini film budaya, kita nggak mau hanya di Jawa Barat aja orang-orang tahu tentang budaya Baduy. Saya juga pengen biar Baduy diketahui seluruh Indonesia'. Dan akhirnya setelah tayang, banyak daerah-daerah lain yang 'Pengin nonton, pengin nonton'," pungkas Farid ditemui di tempat yang sama.

Selama peredaran, pihak XXI diungkap memberi total 35 layar. Tercatat paling lama film AMBU diputar di Plaza Senayan XXI selama 36 hari. Sementara itu di bioskop non XXI, drama keluarga yang turut dibintangi Laudya Cynthia Bella ini menjangkau sampai Palopo dan Ambon.

 

(kpl/abs/TIN)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑