Tonton Trailer 'HABIBIE & AINUN 3', Ilham Akbar Teteskan Air Mata Ingat Sang Ayah

Gogor Subyakto | Kamis, 26 September 2019 22:32 WIB
Tonton Trailer 'HABIBIE & AINUN 3', Ilham Akbar Teteskan Air Mata Ingat Sang Ayah

Kapanlagi.com - Trailer resmi film HABIBIE & AINUN 3 besutan Hanung Bramantyo akhirnya dirilis pada Kamis hari ini (26/9/2019). Dalam acara peluncuran trailer turut hadir putra sulung mendiang BJ Habibie yakni Ilham Akbar Habibie. Tak seorang diri, Ilham turut ditemani anak lelakinya yang bernama Pasha.

Saat menonton trailer, Ilham merasakan hatinya bergolak. Sehingga air mata pun menetes dikarenakan terkenang sosok sang ayah.

"Gimana ya, terus terang saya nangis tadi. Berat rasanya. Saya terharu melihat sekuens film ini yang mengakumulasi kehidupan bapak dalam dua menit. Film ini dan dua film sebelumnya adalah bagaimana kita sebagai keluarga dan bangsa mengingat bapak," ucap Ilham ditemui di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

1 dari 2 halaman

1. Berkhayal Bertemu Ainun

Ada penggalan lirik yakni 'Bertemu di keabadian' yang dirasa Ilham Akbar sangat menggambarkan mendiang BJ Habibie. Karena sepeninggal Ainun, ia berandai-andai kapan meninggal dan bertemu istrinya di keabadian.

"Ada tulisan 'Bertemu di Keabadian', dan sekarang mereka bertemu di sana. Karena sebenarnya impian dan visi bapak, seperti yang terekam dalam sekuens tadi, tidak takut dengan kematian. Bahkan boleh dikatakan dia berandai, berkhayal, kapan berjumpa lagi dengan ibu," ungkap Ilham.
2 dari 2 halaman

2. Warisan Untuk Anak Cucu

Warisan Untuk Anak Cucu © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
HABIBIE & AINUN 3 menyorot kisah hidup Ainun saat bersekolah. Banyak hal terjadi sebelum akhirnya ia memutuskan menikah dengan BJ Habibie.

Hanung Bramantyo mengatakan bila pembuatan film ketiga ini dimaksudkan sebagai warisan kisah hidup Ainun Basri kepada anak serta cucu cicitnya kelak.

"Di film ini sebenarnya kita fokus pada bagaimana seorang laki-laki bercerita tentang istrinya kepada cucu dan anak-anaknya 'Ini loh kisah nenekmu, termasuk kemudian kisah cinta nenekmu sebelum sama kakek'. Buat saya ini menarik, karena kadang seorang suami susah untuk menceritakan istri dan masa lalunya kepada anak cucunya. Tema film ini bercerita tentang keikhlasan, bagaimana kita bisa menerima dan memaafkan masa lalu kita. Makanya film ini sebetulnya penting untuk keluarga," tandas Hanung ditemui di tempat yang sama.

(kpl/abs/ssm)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑