Yayan Ruhian Total Berikan Yang Terbaik Demi 'WIRO SABLENG'

Sanjaya Ferryanto | Selasa, 28 Agustus 2018 18:52 WIB
Yayan Ruhian Total Berikan Yang Terbaik Demi 'WIRO SABLENG'

Kapanlagi.com - Sebagai pemeran sekaligus penata koreografi, Yayan Ruhian mengaku melakukannya dengan maksimal. Selain dirinya ada 5 orang lagi yang menjadi tim koreografer untuk adegan laga dalam film yang bakal tayang 30 Agustus 2018.

"Apa yang kami berikan tentunya bukan yang terbaik, hanya inilah dalam batas kemampuan kami dan Insya Allah kami berusaha untuk lebih baik lagi," kata Yayan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Dalam menciptakan adegan-adegan perkelahian dalam film yang bersetting Nusantara sekira abad 16, Yayan tak sembarangan. Karena apa yang dilakukannya juga harus sesuai dengan skenario yang ada.

1 dari 2 halaman

1. Ciptakan Koreografi Jurus Wiro Sableng

Ciptakan Koreografi Jurus Wiro Sableng Yayan Ruhian © Kapanlagi/Budy Santoso
"Saya rasa bukan habis-habisan tapi kita tetap mengacu apa yang menjadi tanggung jawab kami, baik saya sebagai cast maupun koreo, dan tetap dalam mengeksplor apapun yang harus kita buat disini adalah tetap dibatasi oleh skrip," ujarnya.

Beberapa koreografi yang diciptakan Yayan dan tim adalah jurus-jurus yang dimiliki oleh pendekar berjuluk Pendekar Kapak Naga Geni 212 tersebut. Di antaranya adalah jurus pukulan matahari, kunyuk melempar buah, sampai jurus gila.

"Yang paling jelas ada tiga, yaitu pukulan kunyuk melempar buah, pukulan sinar matahari, dan jurus ilmu silat orang gila. Ini ada berikutnya, sambungannya Insya Allah ada lagi jurusnya," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

2. Puas Ketika Penonton Bertepuk Tangan

Beberapa jurus itu dalam filmnya tak disebutkan melalui subtitle. Hal ini demi menjaga estetika film itu sendiri. "Kita enggak perlu ngasih subtitle jurusnya namanya apa. Dan itu yang coba kami buat mudah-mudahan itu tidak hanya menjaga estetik dari etnik silatnya, entertainnya," ucap Yayan.

Lalu bagaimana kepuasan Yayan Ruhian ketika melihat banyak orang bertepuk tangan dengan adegan perkelahian di film ini? "Kepuasan saya itu adalah apabila penonton puas. Kalau penonton puas Insya Allah kami puas," tandas Yayan Ruhian.

(kpl/bin/frs)


Editor:  

Sanjaya Ferryanto

↑