Apakah Film 'JUSTICE LEAGUE' Lebih Bagus Dari 'THE AVENGERS'?

Sanjaya Ferryanto | 20 November 2017, 15:52 WIB
Apakah Film 'JUSTICE LEAGUE' Lebih Bagus Dari 'THE AVENGERS'?

Kapanlagi.com - Ok, here we go. Sebelum kita mulai, kami ingatkan lagi jika artikel ini penuh dengan spoilers. Kamu yang tak ingin mengetahui apapun sebelum nonton filmnya, better skip this article.

Pertama-tama, kami katakan jika JUSTICE LEAGUE adalah film yang cukup menghibur. Grafik dan ledakan ala Zack Snyder yang sangat keren, karakter-karakter yang detailnya mengagumkan, and so on. Namun, apakah JUSTICE LEAGUE lebih bagus daripada THE AVENGERS?

Well, jawaban singkatnya adalah tidak, tapi dengan beberapa catatan. Permasalahan utama dari JUSTICE LEAGUE adalah ini bukanlah satu film penuh. Marvel terlebih dahulu memperkenalkan karakter Iron Man, Hulk, Thor serta Captain America dalam film solo (termasuk Black Widow yang muncul dalam film Iron Man dan Hawkeye yang muncul pertama kali di film Thor) sebelum akhirnya mempersatukan mereka dalam THE AVENGERS.

The Avengers& Justice League © ComicbookThe Avengers& Justice League © Comicbook

Sedangkan DC melakukan hal yang sama hanya kepada Superman (MAN OF STEEL), Batman (BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE) serta Wonder Woman (WONDER WOMAN). Sisanya yaitu Aquaman, Cyborg dan Flash origin storynya baru dibuat setelah JUSTICE LEAGUE.

Sadar tak sadar, hal tersebut sangat berpengaruh dalam menciptakan bonding antara penggemar dan karakter superhero favoritnya. Simak saja rating Rotten Tomatoes film ini yang hanya 41%, lebih rendah dari MAN OF STEEL dengan 55%, bahkan dibandingkan dengan THE AVENGERS tahun 2012 yang ratingnya sebesar 92%. Jika kamu menonton film Marvel dari awal, ketika THE AVENGERS muncul, setidaknya kamu paham siapa saja superhero yang muncul disana karena sebelumnya memang sudah ada film solonya. Berbeda dengan JUSTICE LEAGUE yang mungkin kamu masih kebingungan siapa itu Cyborg, darimana asal usul Barry Allen sebagai Flash atau gimana ceritanya Aquaman sampai menghindari Atlantis.

Belum lagi 'keruwetan' yang ada di balik layar pembuatan film ini. Seperti diketahui, sutradara Zack Snyder mundur sebelum film ini selesai dibuat karena anak perempuannya meninggal dunia. Posisinya digantikan oleh Joss Whedon, sutradara yang menangani THE AVENGERS. Saat itu, para penggemar menyimpan harapan jika hadirnya Whedon akan membuat tone film ini semakin terang, tak muram seperti karya Snyder yang lain, MAN OF STEEL atau BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE.

Justice League © ScreenrantJustice League © ScreenrantJustice League © Screenrant

Tone film ini memang berubah, tak seterang film-film Marvel sih, tapi paling nggak tak se-gloomy BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE. Tapi sayangnya, dengan adanya 2 sutradara yang punya ciri khas, kamu yang jeli pasti bisa membedakan scene mana yang dibuat oleh Whedon, dan scene mana yang dibuat oleh Snyder.

Kami mengadakan sedikit research setelah menonton filmnya, dan menemukan ada banyak sekali adegan-adegan yang dipotong alias tak ditampilkan dalam film. Tentu saja hal tersebut sangat menjadi poin minus. Bayangkan saja, scene yang ada di trailer tiba-tiba tak dimunculkan dalam film, itu rasanya seperti dikhianati, sakit.

Lalu berbicara mengenai Superman, kami merasa jika sosoknya dalam film ini digambarkan sangat powerful, bahkan melebihi anggota Justice League lainnya. THE AVENGERS menempatkan superheronya seolah-olah mereka mempunyai kekuatan yang lumayan setara, baik saat melawan invasi pasukan alien atau pasukan robot Ultron. JUSTICE LEAGUE justru sebaliknya, terlihat dalam scene saat Superman dibangkitkan, baik Aquaman, Wonder Woman, Flash dan Cyborg pun kewalahan menghadapi Superman yang hanya seorang diri. Mungkin hal ini terjadi karena peran Chris Terrio dalam barisan penulis naskah. Seperti diketahui, Terrio juga menulis untuk BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE dimana Superman juga digambarkan sebagai sosok yang overpowered disana.

Justice League © ColliderJustice League © Collider

Memang, dalam versi komik atau bahkan jika sosoknya ada dalam dunia nyata pun, Superman pasti bisa menghabisi siapapun dengan sangat mudah. Namun dengan adanya overpowered Superman, kami akui sisi fun dalam film ini sedikit berkurang, bahkan kami juga dengan spontan mengucap 'kenapa nggak dikeluarin daritadi aja Superman-nya?'.

Lantas, apakah film ini tak layak tonton? TENTU SAJA TIDAK! Kami sangat gembira ketika disuguhi adegan Green Lantern, Steppenwolf yang digambarkan sebagai raksasa menakutkan, sedikit petunjuk tentang Darkseid, dan tentu saja, kemunculan Deathstroke di credit scene! 

Namun apakah film ini lebih bagus dari THE AVENGERS? Jawabannya tidak juga, film ini sangat menghibur, dan kami rasa lebih baik ketimbang MAN OF STEEL atau BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE. Namun kalau harus dibandingkan dengan THE AVENGERS, kami berpendapat THE AVENGERS masih lebih bagus, karena Marvel memang sudah 'curi start' jauh dibandingkan dengan DC. Dengan hanya WONDER WOMAN yang bisa dibilang sukses memuaskan penonton (Skor Rotten Tomatoesnya hingga 92%), mungkin Warner bisa mempertimbangkan Patty Jenkins duduk di kursi sutradara untuk sekuel JUSTICE LEAGUE tahun 2019 nanti?

(kpl/frs)

Editor:  

Sanjaya Ferryanto