Dari Konflik Mafia Hingga Alien, Film Berkualitas Yang Terlupakan

Angga S Priyono | Jum'at, 15 Agustus 2014 05:51 WIB
Dari Konflik Mafia Hingga Alien, Film Berkualitas Yang Terlupakan
Kapanlagi.com - Kamu penggemar film? Apakah kamu tahu film-film di era 90an? Dalam satu dekade tersebut banyak judul telah diproduksi. Tidak sedikit yang mendapat kesuksesan baik dalam penghasilan, maupun juga meraih berbagai penghargaan di ajang bergengsi.

Sebut saja salah satunya TITANIC, siapa yang tidak mengenal film yang dirilis pada tahun 1997 ini? Kesuksesannya telah bertahan lintas generasi. Jika di era 90an masih terlalu muda untuk menonton, saat ini sudah bisa mencari dan melihat rilisan resmi dari kisah Jack dan Rose ini.

TITANIC memang fenomenal, menembus US$ 2 miliar pada saat box office, atau setara dengan 23 triliun rupiah nilai saat ini, pendapatan mereka masih terus bertambah hingga sekarang. Tidak hanya sukses dalam pendapatan, film ini juga meraih berbagai penghargaan. Sebut saja dalam ajang 70th Academy Awards, dari 14 nominasi karya James Cameron ini meraih 11 piala.

Beberapa film lain yang perlu diperhatikan di era 90an adalah HOME ALONE, TERMINATOR 2: JUDGEMENT DAY, JURRASIC PARK, FORREST GUMP, PULP FICTION, THE SHAWSANK REDEMPTION dan THE LION KING. Tidak hanya itu bahkan menjelang awal millenium masih ada sederet judul yang berkualitas, seperti SAVING PRIVATE RYAN, THE MATRIX juga STAR WARS EPISODE I: THE PHANTOM MENACE.

Melihat judul-judul tersebut pasti membuat kamu ingin membongkar koleksi film-film lama. Tapi tunggu dulu, ternyata ada beberapa tajuk yang terlupakan, memiliki kualitas baik tapi tidak terekspos dengan baik.

Mau tahu apa saja film tersebut? Cari tahu di halaman selanjutnya.

1 dari 5 halaman

1. STARSHIP TROOPERS (1997)

STARSHIP TROOPERS (1997) STARSHIP TROOPERS © touchstone pictures
Karya dari Paul Verhoeven ini sesungguhnya sangat menarik. Diadaptasi dari novel berjudul sama film ini merupakan sajian menyegarkan untuk karya yang menganut kemiliteran. tidak terlalu serius tapi juga bukan melakukannya dengan bercanda.

Ada drama yang tersaji, ada aksi untuk dinikmati. Film yang dibintangi oleh Casper Van Dien, Dina Meyer dan juga Denise Richards tak membuat kita menjadi bosan. Perjalanan di luar angkasa menjadi daya tarik tersendiri.

STARSHIP TROOPERS tidak populer karena banyak mendapatkan kritikan negatif. Alasannya adalah karena kurangnya tone warna dan ironi. Ayolah, film ini memiliki daya tarik tersendiri walaupun tidak sebagus film Oscar.

Mengapa film ini layak untuk ditonton? Jadi begini, militer, peralatannya, dan alien. Apakah kamu tidak bisa bisa membayangkan betapa epiknya ketika para alien raksasa diberondong amunisi? Jika tidak, saksikan dan buktikan sendiri. 

2 dari 5 halaman

2. COP LAND (1997)

COP LAND (1997) COP LAND © miramax
Sebuah drama kriminal yang ditulis dan disutradarai oleh James Mangold. Bercerita tentang seorang sheriff di kota New Jersey, yang didominasi oleh polisi korup. Karena korupsi merajalela, ia pun akhirnya tidak tinggal diam.

Bintang-bintang yang bermain di antaranya Sylvester Stallone, Harvey Keitel, Robert De Niro dan Ray Liotta. Selain itu masih ada Janeane Garofalo, Michael Rapaport, Robert Patrick, Peter Berg juga Annabella Sciorra. Tidak ketinggalan Cathy Moriarty, Arthur Nascarella serta John Spencer.

Walaupun plot-nya tipikal film heroik Amerika Serikat, akan tetapi memiliki pengembangan cerita menarik. COP LAND sesungguhnya tidak mendapat rating yang buruk, film ini mendapat di atas 50% komentar positif. Penelusuran Sly terhadap kasus skandal internal ini diberi bumbu ampuh sehingga penonton terhibur.

Mengapa harus ditonton? Rentetan bintang-bintang yang disebut di atas merupakan alasan utama mengapa film ini menarik. Walau nama besar belum tentu memuaskan, tapi di COP LAND tidaklah mengecewakan.

3 dari 5 halaman

3. ROUNDERS (1998)

ROUNDERS (1998) ROUNDERS © miramax
Karya John Dahl ini layu sebelum berkembang. Sangat disayangkan karena ada skandal judi yang menunggu untuk dikuak. Tidak seperti 21 dan RUNNER RUNNER yang cemerlang, Dahl membuat film ini tetap sederhana.

Seperti yang ia lakukan di GOOD WILL HUNTING, Matt Damon kembali berperan menjadi seorang yang pintar. Ia bertandem dengan Edward Norton dalam film ini. Dengan meningkatnya popularitas dari Texas hold'em dan permainan poker lainnya, ROUNDERS menjadi terkenal di antara para pencinta permainan kartu tersebut.

Walaupun masih berstatus mahasiswa hukum, akan tetapi Mike McDermott (Matt Damon) memilki bakat dalam poker. keinginannya untuk menolong temannya Worm (Edward Norton) dari jeratan hutang, membuatnya kembali beraksi dengan kartu. Berlomba dengan waktu, mereka berdua akhirnya mendapatkan jumlah yang dibutuhkan. Cerita tak berakhir di situ, tapi jika diteruskan akan menjadi spoiler.

Mengapa harus di tonton? Penampilan Matt Damon sebenarnya tidak buruk, ia bermain hampir sama baiknya seperti dalam GOOD WILL HUNTING, akan tetapi bertemu Edward Norton yang 'menggila' Matt tak punya kesempatan.

4 dari 5 halaman

4. ALIEN 3 (1992)

ALIEN 3 (1992) ALIEN 3 © 20th Century Fox
ALIEN 3 merupakan debut film panjang dari David Fincher. Seri ketiga dari franchise ALIEN ini begitu tampak buruk dari awal pembuatannya.
Pemberian dana yang besar tidak serta merta menjadikan sekuel ini sempurna dalam prosesnya.

Melakukan proses syuting dengan naskah yang belum selesai merupakan hambatan pertama bagi David Fincher. Memiliki waktu sempit, Fincher harus mengalami perbedaan budaya kerja hal ini tentu saja menjadi masalah tersendiri baginya. Belum lagi ketika salah satu filmmaker, Jordan Cronenweth dengan terpaksa diganti oleh Alex Thomson karena Cronenweth menderita Parkinson.

Sebagai satu-satunya wanita dalam penjara koloni Fury 161, Ellen Ripley (Sigourney Weaver) harus bertarung melawan sesama tahanan yang tidak menyukainya. Tidak sampai di situ, ini film tentang makhluk luar angkasa, sudah tentu ia juga terlibat konflik dengan Xenomorph.

Dengan semua intrik yang ada, ketika peluncurannya ALIEN 3 mendapatkan banyak tanggapan negatif. Walaupun begitu film ini memperoleh pendapatan tiga kali lipat dari biaya produksinya. Dapat dianggap sebagai kesuksesan tersendiri mengingat adanya kudeta dari studio produksi.

Mengapa harus ditonton? Legenda Xenomorph berlanjut dan Sigourney Weaver membawa wajah baru ke dalam film hanya untuk dijadikan mangsa Alien. selain itu ceritanya juga tidak dapat ditebak. Hal ini berkaitan dengan campur tangan studio ke dalam cerita dari Fincher.

5 dari 5 halaman

5. MILLER'S CROSSING (1990)

MILLER'S CROSSING (1990) MILLER\'S CROSSING © 20th Century Fox
Film gangster Amerika Serikat dari Coen Brothers ini masih tetap menampilkan ciri khas mereka. Cerita noir masuk dalam plot yang di jalani Tom Reagan (Gabriel Byrne). Dalam sebuah perseteruan layaknya Capulet dan Montague, Tom terjebak di antaranya.

Pertarungan antara dua kelompok mafia ini, sebenarnya berusaha didamaikan oleh Tom Reagan. Dalam usahanya tersebut ia malah terjebak dalam dua sisi. Aksi tembak-menembak dan pengkhianatan mewarnai cerita dalam film yang dialiri tanpa henti oleh minuman keras.

Sayangnya MILLER'S CROSSING menjadi korban dari kecemerlangannya sendiri. Gagal di box office, film ini juga tidak mendapat hasil positif setelahnya, karya Coen Brothers ini kalah tenar dibanding dua film mafia lainnya yaitu GOODFELLAS dan THE GODFATHER PART III.

Mengapa harus ditonton? Antihero pemabuk. Bukankah itu menjadi daya tarik tersendiri? Tak seperti tokoh protagonis lainnya, karakter seperti inilah yang sering dicari oleh moviegoers. Menyajikan dialog terlucu yang pernah dibuat, Coen Brothers berhasil membuat film yang tidak biasa.

(kpl/sic)


Editor:  

Angga S Priyono

↑