Film-Film Ini Berubah Karena Kejadian Memilukan

Angga S Priyono   | Selasa, 05 Agustus 2014 20:01 WIB
Film-Film Ini Berubah Karena Kejadian Memilukan
GANGSTER SQUAD © gangstersquad.warnerbros.com

Kapanlagi.com - Kehidupan lebih penting daripada seni, akan selalu seperti itu. Ketika ada yang mati, sedikit banyak seorang manusia akan terpengaruh olehnya, dan berduka cita atas hilangnya sebuah nyawa. Kepedihan tak akan terelakkan, kehidupan harus terus berjalan.

Oleh karena itu GANGSTER SQUAD sebelumnya sempat memiliki opsi apakah harus dihilangkan atau direkam ulang untuk salah satu scene-nya. Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi para pembuat film. Dengan terjadinya penembakan di Aurora, Colorado, Amerika Serikat ketika pemutaran THE DARK KNIGHT di tahun 2012, aksi tembak-menembak dirasa merupakan isu sensitif.

Merupakan situasi yang sulit, akan tetapi kalian bisa melihatnya dari dua sudut pandang yang berbeda, dan keduanya benar. Pertama adalah dengan berduka itu akan memenuhi keinginan untuk dihargai, di mana terkadang menjadi lebih penting dari apapun. Hal lainnya ialah, ada juga saat untuk terus melangkah, jangan biarkan orang lain mengganggu kehidupan kita terlalu banyak.

Berhenti, diubah atau tetap lanjut adalah merupakan pilihan. Dengan alasan yang kuat sebuah film bisa tetap tayang dan beredar. Akan tetapi, berikut kami hanya akan menghadirkan beberapa judul yang terdampak akibat sebuah peristiwa.

(fil/sic)

1. 'THE WATCH'

NEIGHBORHOOD WATCH atau saat ini dikenal dengan THE WATCH, merupakan salah satu kasus yang menarik dari dunia layar lebar.
Ternyata sebuah film dapat begitu sangat memperhatikan sebuah kejadian yang tidak terlalu memiliki hubungan erat dengan film itu sendiri.

Akan tetapi, karena pada tahun 2012 setelah terjadi penembakan terhadap pemuda berusia 17 tahun Travyon Martin. Para pembuat film memutuskan untuk mengubah nama judul mereka agar terhindar dari tragedi. Selain itu hal ini bertujuan untuk menarik iklan sebanyak mungkin.

"Walaupun hanya bercerita tentang penyerangan alien, tidak lebih, akan tetapi berdasarkan kejadian tragis di Florida, Kami mengganti judul untuk menghindari kecelakaan apapun atau kesalahpahaman yang mungkin terjadi," terang Fox.

Ini bukan pertama kalinya Fox mengubah rencana promosi dari film tersebut. Sebuah trailer dan poster promosi yang telah dirilis ditarik kembali dengan alasan yang sama. Walaupun tidak terlihat begitu penting, akan tetapi akan selalu ada hal besar yang harus dilakukan untuk memenuhi tuntutan publik.

2. 'BRUNO' Berubah Beberapa Jam Sebelum Tayang

Sacha Baron Cohen memang sering membuat film komedi. Akan tetapi kelucuan yang dihadirkan seringnya merupakan hasil ejekan terhadap orang lain atau sesuatu hal. Tak jarang ia mendapatkan kritikan tajam atas karyanya.

Ia hampir saja melakukannya kembali dalam BRUNO. Dalam film tersebut terdapat suatu candaan terhadap LaToya Jackson. Scene terkait harus dibuang beberapa jam sebelum premiere-nya.

Ada apa? Mengapa harus dibuang? Ternyata hal ini terkait dengan kematian Michael Jackson yang bertepatan dengan pemutaran perdana BRUNO. Untungnya para pembuat film masih sempat untuk membuang adegan yang dirasa tidak pantas untuk ditayangkan pada hari itu.

Banyak pihak yang terlibat dalam sinema layar lebar tersebut juga tidak mengetahui adanya perubahan tersebut. Mereka baru menyadari ketika film telah tayang. Adegan LaToya Jackson memakan sushi yang ada di atas tubuh pria Meksiko telah dibuang.

 

3. Karakter Freddy Krueger Berubah!

Pada tahun 2010, remake NIGHTMARE ON ELM STREET dirilis. Mengiringi peluncurannya terjadi perdebatan serius akibat perubahan karakter dari Freddy Krueger dari monster pembunuh berdarah dingin menjadi tokoh cabul penggoda anak-anak. Beberapa pihak menganggapnya hal ini akan memberikan pengaruh buruk.

Akan tetapi pada kenyataannya justru Freddy Krueger semacam itulah yang diinginkan oleh sang penciptanya. Wes Craven memimpikan sesosok monster cabul yang menyerang anak-anak di awal pembuatan ceritanya. Lebih cenderung menjijikkan daripada mengerikan.

Ternyata pada saat film tersebut dibuat, ada kepanikan yang terjadi di masyarakat. Gosip yang beredar mengenai cerita tentang pemujaan terhadap setan, membawa keresahan. Puncaknya terjadi saat 'insiden Kern County'.

36 orang ditangkap akan tetapi 34 di antaranya dipulangkan. Kehebohan yang terjadi ternyata hanya kepalsuan belaka. Banyak orang berbohong tentang telah menjadi korban ritual pemujaan setan.

4. 'DR. STRANGELOVE' dan JFK

Banyak hal menarik terkait dengan perubahan di akhir film ini. Idenya adalah mengumpulkan seluruh pemimpin dunia dalam satu ruangan. Akan tetapi bukannya berdebat, mereka malah saling melempar kue pie.

Hal tersebut merupakan simbolisasi dari perang nuklir. Sesungguhnya itu merupakan gagasan yang sungguh hebat. Pada akhirnya semuanya akan paham bahwa tidak akan ada pemenang di antara mereka.

Adegan ini berlangsung lama karena para pemerannya benar-benar menikmatinya. Saat syuting, banyak gelak tawa walau keadaan ruangan sudah kacau balau terkena pie. Selain endingnya yang tidak disengaja, ternyata film ini direncanakan tayang perdana di Dallas tepat di saat presiden Kennedy dibunuh.

Pada akhirnya untuk menghormati sang presiden, lokasi penayangan diubah dari Dallas menuju Las Vegas. Hal menarik lainnya, terdapat kalimat 'sang presiden muda telah jatuh dari tahtanya' dalam perang pie di akhir film. Kalimat tersebut jelas tidak dipotong karena alasan yang telah ketahui bersama.

5. Banyak Film Terdampak Akibat 11 September

Tragedi 11 September memang mengguncang Amerika Serikat saat itu. Kejadian tersebut bahkan masih membekas di sebagian penduduk dunia hingga saat ini. Semuanya berubah, bahkan lebih buruk daripada film bencana terburuk sekalipun.

Hal itu nyata. Kita sering melihat dan memuji jika sebuah film bencana mendekati realita. Akan tetapi runtuhnya WTC berbeda, ketika teror datang dan gedung kembar tersebut benar-benar hancur, tidak akan ada Oscar untuk ini. Hanya ada hanya kepedihan yang mendalam.

Berbagai nama film akhirnya ditunda penayangannya atau diubah. Perdebatan muncul apakah akan tetap menampilkan WTC dalam film. Judul-judul seperti ZOOLANDER dan SPIDER-MAN menghilangkan menara kembar tersebut, sementara VANILLA SKY dan GANGS OF NEW YORK tidak merubah apapun karena menganggap sebagai landmark yang bisa dibanggakan.

Akibat serangan teroris tersebut, BOURNE IDENTITY harus mengubah beberapa bagian filmnya. COLLATERAL DAMAGE dan BIG TROUBLE ditunda penayangannya. MEN IN BLACK II harus syuting ulang karena adegan terakhir mereka ternyata mengambil tempat di WTC.

Dan sebenarnya ada satu film yang tidak jadi dibuat karena hal ini.

6. 'NOSEBLEED'

Apakah Anda tidak percaya bahwa ada sebuah film yang gagal diproduksi hanya karena dua gedung runtuh? Percayalah, mungkin anda masih berpikir bahwa sebuah film masih bisa diubah naskahnya. Jika yang lain bisa mengapa ini tidak?

Rumor yang beredar, film dari Jackie Chan direncanakan syuting pada hari tragedi itu terjadi. Akan tetapi hal ini tampaknya hanya hoax. Hingga saat ini masih tidak ada info resmi mengenai hal itu.

Jadi, mengapa film ini gagal tayang? Dengan memiliki judul resmi NOSEBLEED, sinema layar lebar ini dibintangi oleh Jackie Chan. Aktor asal Hongkong tersebut berperan sebagai pembersih kaca di menara kembar WTC. Di sinilah alasan tidak berlanjutnya project ini.

Seperti tipikal film Jackie Chan, dari yang tampaknya orang biasa tapi akhirnya menghadapi musuh dengan luar biasa. Menurut naskahnya ia akan berhadapan dengan teroris yang berencana meledakkan patung Liberty. Rencana pengeboman terhadap WTC juga dirumorkan menjadi alternatif cerita lain dalam NOSEBLEED.

7. Penghormatan Terakhir

Banyak pihak berduka dengan kematian dari Heath Ledger. Kesedihan yang mendalam tidak hanya datang dari para fans, tapi juga sineas yang pernah atau bahkan sama sekali belum bekerja sama dengannya. Mereka semua kehilangan seorang aktor dengan talenta yang luar biasa.

Oleh sebab itulah THE IMAGINARIUM OF DOCTOR PARNASSUS juga merupakan film yang terkena dampak dari suatu kejadian. Akan tetapi bukan seperti beberapa film di halaman sebelumnya yang hendak menutupi duka yang mendalam, perubahan justru lebih terlihat merayakan sesuatu yang hilang sekali lagi.

Film ini sebenarnya sudah setengah jadi ketika Ledger meninggal. Setelah itu kemungkinan hanya menjadi project terbengkalai. Tapi ternyata Terry Gilliam melanjutkannya dengan tiga orang teman terdekat dari pemeran Joker tersebut mengisi perannya.

Johnny Depp, Jude Law, dan Colin Farrell bahkan menyumbangkan penghasilan mereka dari film tersebut untuk anak perempuan dari Heath Ledger. Satu yang perlu diketahui, THE IMAGINARIUM OF DOCTOR PARNASSUS bukan dibuat sebagai rasa belasungkawa. Akan tetapi ditujukan sebagai penghormatan terakhir kepada Ledger.

Editor:   Angga S Priyono