Jadi Perdebatan, Inilah Alasan Kenapa Jack Harus Meninggal di Film 'TITANIC'

Mita Anandayu | 21 Februari 2018, 13:05 WIB
Jadi Perdebatan, Inilah Alasan Kenapa Jack Harus Meninggal di Film 'TITANIC'

Kapanlagi.com - Film TITANIC hingga saat ini masih menyisakan pertanyaan di hati penggemarnya. Film yang tayang lebih dari 20 tahun lalu di layar lebar itu memiliki ending cerita yang memisahkan kisah cinta antar Jack dan Rose. Bagaimana tidak, Jack harus meninggal karena kedinginan, saat ia memilih untuk mengalah dan memberikan daun pintu kepada Rose agar bisa mengapung dan selamat.

Salah satu yang sering kali ditanyakan penggemar yaitu, mengapa Rose tidak menawarkan ruang di daun pintu bagi Jack saat itu. Telah ada konspirasi selama bertahun-tahun, dan bahkan penelitian, yang membuktikan bahwa Rose dan Jack bisa saja berhasil mengapung di atas daun pintu setelah Titanic tenggelam.

Bahkan, ada episode Mythbusters, sebuah acara pembahasan misteri populer di Amerika Serikat (AS), yang membuktikan bahwa sebenarnya mereka berdua dapat bertahan.

Aktor Billy Zane, yang berperan sebagai tunangan Rose yang sombong, Cal, sempat menyatakan bahwa karakter Jack "harus meninggal". Dalam sebuah wawancara dengan media, Billy Zane ditanya tentang Rose yang bergerak sedikit demi sedikit untuk menyelamatkan nyawa Jack.

Aktor ini telah diberondong dengan pertanyaan serupa sebelumnya. Kebanyakan orang menerka bahwa pilihan Jack adalah keputusan yang konyol dalam film TITANIC. Namun, menurut Zane, memang jalan ceritanya seperti itu. Jack tidak akan mungkin selamat.

Dia menjelaskan, "Pahlawan Anda harus mati. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa dilakukan. Itu harus terjadi. Itu hanyalah sebuah cerita yang bagus."

Simak video menarik tentang cuplikan foto-foto tenggalamnya kapal Titanic berikut:

Karakter Jack Memang Harus Mati

Jurnalis investigasi Inggris, William Thomas Stead, menulis cerita fiktif tentang tenggelamnya kapal penumpang raksasa, 26 tahun sebelum Titanic memulai pelayarannya. (Credit: The Vintage via liputan6.com)Jurnalis investigasi Inggris, William Thomas Stead, menulis cerita fiktif tentang tenggelamnya kapal penumpang raksasa, 26 tahun sebelum Titanic memulai pelayarannya. (Credit: The Vintage via liputan6.com)

Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, sutradara TITANIC, James Cameron, sering mendapat pertanyaan tentang alasan di balik sikap Rose yang terlihat egois dalam adegan pamungkas film terkait. Bagaimana pun, James Cameron mengatakan bahwa karakter Jack selalu dimaksudkan untuk meninggal.

Dia mengatakan, "Jawabannya sangat sederhana karena ia mengatakan di halaman 147 (naskah), bahwa Jack meninggal. Sangat sederhana. Jelas itu adalah pilihan artistik, benda itu (daun pintu) cukup besar untuk dipegangnya, dan tidak cukup besar untuk menahannya,"

Lucu sekali melihat Billy Zane dan James Cameron harus menjawab pertanyaan konyol itu. Titanic memenangi 11 piala dari 14 nominasi pada ajang Academy Awards 1998, tidak lain karena kisah cinta yang meyakinkan. Film ini juga menjadikan karakter Jack tampil sebagai pahlawan, karena mengambil risiko untuk membunuh dirinya sendiri demi wanita yang dicintainya.

(kpl/mit)

Editor:  

Mita Anandayu