Rekap Lengkap Aksi Perampokan Dalam Serial MONEY HEIST Season 1!

Editor KapanLagi.com | 22 Januari 2021, 18:57 WIB
Rekap Lengkap Aksi Perampokan Dalam Serial MONEY HEIST Season 1!

Kapanlagi.com - Resmi bergabung dengan Netflix, serial MONEY HESIT menjadi pujaan hati para penggemar film dan serial televisi di seluruh dunia. Sebelumnya serial bergenre aksi-kriminal ini tayang secara perdana di stasiun televisi Spanyol saja. Setelah mengalami penurunan rating, Netflix melakukan akuisisi dan memiliki hak untuk mengolah MONEY HEIST.

Ceritanya yang mudah membuat serial ini cepat melejit ketika masuk ke Netflix. Tema dari serial ini adalah aksi perampokan. Namun alih-alih merampok bank, The Profesor (Alvaro Morter) memilih untuk mengincar badan percetakan uang Spanyol. The Profesor sebagai dalang dan otak dari rencana ini merekrut 8 orang pilihannya untuk dijadikan pion dari rencananya.

 

1. 8 Orang Istimewa

The Profesor sudah memikirkan matang-matang rencana yang ia buat untuk merampok badan percetakan uang di Spanyol tersebut. Untuk menjalankan rencana tersebut ia membutuhkan 8 orang ahli agar rencana tersebut dapat berjalanlah dengan lancar.

Adapun di awal season 1 MONEY HEIST kita diperlihatkan The Profesor sedang merekrut Tokyo, kriminal yang ahli dalam hal perampokan. Selain itu kita juga diperkenalkan dengan Berlin, seorang kriminal yang jago dalam hal memimpin dan manipulasi, Nairobi yang handal dalam hal pemalsuan uang, Moscow yang ahli dalam hal menggali (untuk meloloskan diri), Rio yang ahli berkelahi, Rio seorang hacker, Helsinki dan Oslo yang handal dalam persenjataan (karena mereka berdua veteran perang).

 

2. Latihan Dahulu

Mesti The Profesor merekrut 8 orang yang ahli dalam bidangnya, ia tidak semena-mena langsung menjalankan aksinya. Setelah merekrut anggotanya, selama 5 bulan The Profesor melatih mereka mengenai rencananya. Mulai dari hal mudah seperti cara merampok, cara masuk dan keluar gedung, cara menghadapi sandera hingga cara menghadapi polisi jika tertangkap. Semua itu The Profesor lakukan agar rencananya berjalan sesuai yang ia inginkan.

Selama pelatihan, The Profesor juga menekankan untuk tidak menukar informasi pribadi ke anggota lain. Akhirnya para anggotanya menggunakan nama kota di dunia untuk dijadikan nama sebutan mereka. Selain itu, The Profesor juga menekankan untuk tidak menimbulkan korban jiwa saat perampokan terjadi.

 

3. Drama Menegangkan

Saat rencana tersebut dieksekusi, banyak drama terjadi. Tokyo dan 7 anggota lainnya masuk ke badan percetakan uang negara dan berhasil menyandera 67 orang. Selain itu, mereka juga menyebar uang di sekitaran gedung untuk mengecoh polisi. Menggunakan baju berwarna merah, mereka juga menggunakan topeng Salvador Dali untuk menutupi identitas mereka.

Netflix via IMDBNetflix via IMDB

Mengetahui hal itu, pihak kepolisian menunjuk Inspektor Raquel untuk menyelesaikan kasus perampokan yang terjadi. Rio yang sedang menyebar uang disekitaran gedung berhasil ditembak polisi yang menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri. Para perampok yang sadar bahwa polisi sudah dekat dengan mereka, memberikan 67 sandera tadi baju dan topeng yang sama seperti yang mereka kenakan. Tujuannya agar polisi tidak sembarangan menembak mereka.

 

4. Melanjutkan Rencana

The Profesor yang berperan sebagai dalang dalam perampokan ini kini juga berperan sebagai mata-mata. Suatu hari Inspektor Raquel dibuat pusing dengan kasus ini dan pergi ke bar. Disana dirinya bertemu dengan The Profesor yang memperkenalkan dirinya dengan nama Salva.

Netflix via IMDBNetflix via IMDB

Ternyata pertemuan tersebut sudah diperkirakan oleh The Profesor sebelumnya. Dirinya mendekati Inspektor Raquel karena mengetahui kasus perceraian Raquel dengan suaminya. Disitu The Profesor berusaha menjalin hubungan cinta dengan Raquel, dengan harapan membuat Raquel tidak fokus dengan kasus perampokan yang ia dalangi.

 

5. Gangguan Dari Dalam

Salah satu sandera bernama Arturo yang bekerja sebagai direktur di gedung tersebut mulai berontak. Dirinya mulai memikirkan rencana untuk kabur dari kekangan para perampok. Arturo pun menyuruh Monica, sekretarisnya untuk pergi ke ruangannya untuk mengambil handphone pribadinya, dengan harapan bisa menelepon bantuan. Namun sayang rencana tersebut diketahui oleh para perampok.

Berlin akhirnya menyuruh Denver untuk membunuh Monica. Namun diam-diam, Denver yang tidak tega dengan sengaja menembak kaki Monica dan menyembunyikannya di suatu ruangan.

 

6. Polisi Masuk Gedung

Moscow yang sudah tua ingin menghirup udara segar. Mengetahui hal tersebut, Denver sang anak menemani Moscow ke atap gedung dengan membawa beberapa sandera sebagai pengecoh. Salah satu sandera tersebut ternyata adalah Arturo. Saat berada di atap gedung, Arturo berusaha mengancam Denver dan Moscow. Gerak geriknya dianggap penembak jitu polisi sebagai salah satu anggota dari perampok, yang membuat mereka menembak Arturo.

Arturo yang sekarat kini dirawat oleh para perampok berdasarkan Latihan yang diajarkan The Profesor sebelumnya. Para perampok akhirnya memperbolehkan ahli bedah rumah sakit untuk membantu menangani kasus Arturo. The Profesor yang tahu hal ini menyadari bahwa salah satu dari 3 ahli bedah tersebut adalah seorang polisi bernama Angel Rubio. The Profesor pun memerintahkan anggotanya untuk menempelkan alat penyadap. Angel Rubio yang sebelumnya mempunyai niat untuk memberikan sinyal penyerbuan akhirnya diketahui The Profesor. The Profesor dengan brilian menggagalkan niatan tersebut yang membuat Angel Rubio keluar gedung dengan tangan kosong.

 

7. Informasi Tambahan

Melalui alat penyadap yang ada di Angel Rubio, The Profesor kini dapat mengetahui langkah-langkah yang akan diambil kepolisian. Dari alat penyadap tersebut The Profesor mengetahui bahwa kepolisian akan menyelidiki mobil yang digunakan Tokyo dan Rio untuk mengintai gedung percetakan uang. Helsinki yang ditugaskan untuk membuang mobil tersebut di tempat yang sudah ditentukan The Profesor dengan ceroboh tidak dilakukannya.

Mengetahui hal tersebut, The Profesor langsung pergi ke tempat dimana mobil tersebut dibuang Helsinki. Dia berusaha secepat mungkin menghapus sidik jari yang ada di mobil tersebut. Selain itu dirinya juga meninggalkan benik dari jas milik Berlin. Hal itu ia lakukan sebagai balasan untuk Berlin yang memerintahkan Denver untuk membunuh Monica.

 

8. Identitas Berlin Terungkap

Benik milik Berlin pun berhasil diamankan oleh polisi. Benik yang memiliki sidik jari dari Berlin itu pun berhasil diselidiki oleh polisi. Nama asli Berlin, Andre de Fonollosa disebarkan oleh polisi melalui televisi. Karena itu, kelemahan Berlin pun mulai terungkap, seperti dirinya yang sedang menderita penyakit ganas.

Netflix via IMDBNetflix via IMDB

Mengetahui hal tersebut, tidak lama Angel Rubio langsung menyelidiki tempat Berlin berobat. Namun sayang usaha tersebut gagal, karena The Profesor terlebih dahulu mengamankan data-data milik Berlin. Raquel akhirnya menganggap Angel Rubio sebagai mata-mata, karena informasi tentang penyakit milik Berlin hanya dimiliki oleh pihak kepolisian.

 

9. The Profesor Bergerak

Didalam gedung percetakan uang, kini Berlin dan anggota lainnya mengetahui fakta bahwa Denver tidak membunuh Monica seperti yang ia perintahkan. The Profesor yang mengetahui hal tersebut menjadi kebingungan karena merasa bersalah sudah menghukum Berlin.

The Profesor pun bergerak. Kini ia memiliki informasi bahwa penjaga tempat pembuangan mobil yang ia datangi tengah bersaksi kepada kepolisian. Penjaga tersebut mulai mendeskripsikan ciri-ciri fisik The Profesor ke polisi. Mengetahui hal tersebut, The Profesor secara diam-diam masuk ke mobil polisi yang ada di jalan, dan menghubungi penjaga tersebut melalui alat komunikasi polisi. Ia mengancam akan membunuh keluarga sang penjaga jika tidak menghapus aduannya. Penjaga yang ketakutan akhirnya menghapus ciri-ciri The Profesor. Raquel yang ada di tempat panik dan merasa kalah.

 

10. Angel Rubio Ungkap Identitas Asli Salva

Angel Rubio yang sudah menaruh rasa curiga terhadap Salva akhirnya mendatangi rumah Salva. Disana ia berpura-pura sebagai tamu untuk mengamati gerak-gerik Salva. Hingga akhirnya ia mencuri sebuah sendok yang Salva gunakan. Sendok tersebut ia bawa ke bagian forensik untuk dicocokkan dengan sidik jari yang berada di mobil yang The Profesor masuki untuk mengancam penjaga tempat pembuangan mobil.

Angel Rubio pun berhasil mengungkap bahwa Salva adalah The Profesor. Ia pun menelepon Inspektor Raquel tentang hal tersebut, mengatakan bahwa selama ini The Profesor mendekati Raquel untuk mengetahui langkah kepolisian. Namun setelah memberi kabar tersebut, Angel Rubio mengalami kecelakaan dan koma.

 

11. Oslo Sekarat, Sandera Kabur

Arturo yang selamat dari tembakan polisi dan dioperasi oleh para perampok kembali mempunyai rencana untuk keluar. Dirinya memerintahkan anak buahnya untuk mencari barang yang digunakan untuk melawan. Oslo yang mengetahui para sanderanya memiliki alat-alat perkakas mulai kehilangan fokus, membuat salah satu sandera memukulkan pipa ke kepala Oslo yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Hal ini dimanfaatkan sandera untuk kabur. Mereka mencuri bom plastic yang digunakan para perampok untuk menjebol pintu. Beberapa sandera berhasil kabur dan mulai menceritakan informasi yang terjadi di dalam gedung percetakan.

 

12. The Profesor Bergerak Lagi

The Profesor sudah memperkirakan Angel Rubio mengetahui identitasnya dan memberi kabar kepada Raquel. The Profesor pergi ke rumah Raquel untuk menghapus pesan dari Angel Rubio walau akhirnya ia bertemu ibu dari Raquel. The Profesor berniat untuk membunuh ibu Raquel karena sudah mendengar pesan dari Angel Rubio. Namun niat tersebut ia urungkan, mengetahui ibu Raquel mempunyai masalah ingatan.

 

13. Sandera Terbelah, Rencana Terungkap

Kekacauan yang terjadi di dalam gedung percetakan uang membuat para perampok menjalankan rencana lainnya, Mereka berusaha memecah belah sandera, dengan 2 pilihan yaitu uang dan kebebasan. Jika memilih uang, para sandera akan bergabung dengan para perampok. Sandera yang memilih kebebasan dipindah ke satu ruangan untuk menghindari pemberontakan lainnya.

Di satu sisi, kepolisian berhasil mengungkap rumah yang dijadikan tempat latihan para perampok. Disana terungkap semua rencana The Profesor dalam menjalankan misi perampokan ini. Adegan tersebut menjadi akhir dari serial MONEY HEIST season 1.

 

 

 

 

(kpl/mag)

Editor:   Editor KapanLagi.com