Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

[REVIEW] 'AMBULANCE', Sajian Khas Michael Bay yang Menegangkan Tapi Bikin Puyeng

Tiara Larasati   | Senin, 28 Maret 2022 16:05 WIB
[REVIEW] 'AMBULANCE', Sajian Khas Michael Bay yang Menegangkan Tapi Bikin Puyeng
AMBULANCE © Universal Pictures

Kapanlagi.com - Setelah cukup lama tidak hadir dengan karyanya, Michael Bay akhirnya kembali membawa 'bayhem' kepada para pecinta film lewat AMBULANCE. Sejak pertama kali diumumkan pada 2015 silam, AMBULANCE telah melewati beberapa kali pergantian sutradara. Pada awalnya, sutradara asal Australia, Phillip Noyce, ditunjuk untuk menyutradarai film ini. Dua tahun kemudian, Noyce dikabarkan telah digantikan oleh duo Navot Papushado dan Aharon Keshales. Sayang, produksi film ini tidak pernah terjadi.

Percepat ke November 2020, Michael Bay diumumkan terpilih untuk menyutradarai film ini. Menariknya, sang produser Bradley J. Fischer mengaku dari awal memang telah memilih Bay untuk menyutradarai AMBULANCE. Namun, Bay menolak penawaran Fischer. Ya yang namanya jodoh memang tidak bisa kemana ya, KLovers.

Kehadiran AMBULANCE tentu telah ditunggu-tunggu oleh para penggemar Michael Bay. Maklum, sudah cukup lama Bay tidak merilis sebuah karya film. Diketahui, Bay memang tengah menikmati kesibukannya sebagai produser. Film terakhir yang ia sutradarai adalah film produksi Netflix, 6 Underground, yang rilis pada 2019 silam.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

Apa kah AMBULANCE dapat mengobati kerinduan para penggemar kepada Michael Bay?

 

1. SINOPSIS

Gambar

AMBULANCE merupakan remake dari film Denmark berjudul AMBULANCEN yang rilis pada 2005. AMBULANCE menceritakan tentang dua kakak beradik Danny Sharp (Jake Gyllenhaal) dan William Sharp (Yahya Abdul-Mateen II) yang tumbuh di keluarga kriminal di mana sang ayah merupakan perampok bank yang melegenda.

Tumbuh sebagai kakak beradik yang tak terpisahkan, hubungan William dan Danny terpaksa merenggang saat William memutuskan untuk keluar dari dunia kriminal dan pergi mengabdi kepada negara sebagai veteran tentara. Sedangkan Danny masih terus menjalani kehidupan sebagai kriminal.

Pada suatu hari, William menghubungi Danny untuk meminjam uang untuk keperluan biaya operasi sang istri. Bukannya memberi pinjaman, Danny malah mengajak William untuk merampok sebuah bank. Didorong dengan keadaan yang mendesak, Willian akhirnya terpaksa menyetujui ajakan Danny.

Saat perampokan mereka berakhir berantakan, William dan Danny memutuskan kabur dengan membajak sebuah ambulans. Tak disangka, di dalam ambulans tersebut terdapat seorang pasien dan juga paramedis, Cam (Eiza González). Dari hal ini, terjadilah kejar-kejaran antara polisi dan juga ambulans yang dibajak oleh William dan Danny tersebut. Bagaimana akhir dari kejar-kejaran tersebut?

2. REVIEW

Film-film Michael Bay identik dengan ledakan dan kekacauan. Harus diakui, Bay masih membawa kekacauan tersebut dalam film AMBULANCE. Namun, dibanding dengan film Bay lainnya, jumlah ledakan dalam film ini terasa tak terlalu banyak. Ledakan-ledakan heboh tersebut digantikan dengan aksi kejar-kejaran yang menegangkan. Selain itu, Bay juga mengganti ledakan-ledakannya dengan aksi kekerasan yang cukup banyak dan brutal. Meski begitu, para pecinta ledakan Bay tetap bisa mendapatkan hal yang mereka suka.Walaupun tak banyak, ledakan-ledakan khas Bay tersebut masih sangat seru dan intens. 

Mengingat inti film ini adalah proses kejar-kejaran antara William dan Danny dengan para polisi, maka tak heran jika Bay berusaha untuk memperlihatkan ketegangan tersebut kepada penonton. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya adegan yang menggunakan shaky camera dan juga penggunaan angle yang sedikit unik. Bay juga sering memindahkan satu footage ke footage lainnya dengan sangat cepat.

Seperti yang sudah ditulis di atas, hal ini sepertinya memang sengaja demi meningkatkan ketegangan dalam film ini. Sayangnya, ini malah membuat AMBULANCE terasa memusingkan. Apa lagi ditambah dengan dialog-dialog cepat dan emosional dari William, Danny, dan Cam yang membuat setiap adegan terasa begitu melelahkan.

Bahkan, ada satu adegan di mana Bay memutuskan menggunakan kamera berputar untuk menunjukkan betapa gentingnya situasi tersebut. Bukannya bikin tegang, hal ini malah bikin puyeng.

Dengan durasi 2 jam 16 menit dan premis yang sebenarnya cukup sederhana, AMBULANCE bisa terasa sedikit bertele-tele. Beberapa adegan terasa repetitif dan tidak terlalu perlu jika dilihat dari sisi cerita. Di pertengahan film, besar kemungkinan para penonton akan bertanya-tanya, “mau dibawa kemana sebenarnya film ini?”

Meski terasa agak bertele-tele, AMBULANCE tetap memiliki momen-momen yang keren dan bahkan emosional. Momen-momen tersebut dirasa mampu untuk menaikkan semangat penonton saat sudah merasa agak jenuh di pertengahan film. 

AMBULANCE juga ditutup dengan rapi. Klimaks film ini terasa melegakan mengingat penonton dibawa tegang terus selama dua jam lebih. Meski tidak ada perkembangan karakter yang kuat untuk William, Danny, dan Cam, setidaknya pada akhir penonton film penonton akan merasa bahwa ketiganya telah mendapatkan penutup perjalanan cerita mereka dengan sempurna.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, AMBULANCE masih bisa menjadi pilihan tontonan bagi KLovers terutama untuk kalian yang pecinta film aksi dan tentunya adrenaline junkie.

Jadi, kapan nih KLovers bakal menonton AMBULANCE?

 

Editor:   Tiara Larasati