'RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO', Cerita Kolosal di Dunia Modern

Angga S Priyono  | 29 September 2014, 20:55 WIB
'RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO', Cerita Kolosal di Dunia Modern
Kapanlagi.com - Setelah jarang muncul di layar lebar maupun TV, jidaigeki kembali bangkit lewat film RUROUNI KENSHIN. Sebagai sebuah genre dalam film, kisah serial TV maupun pertunjukan drama panggung di Jepang, ciri-ciri 'kolosal' memang jelas termuat dalam film tersebut, yang ketika dirilis tahun 2012 meraih sukses besar.

Hasil penjualan tiket bioskop film RUROUNI KENSHIN mencapai angka US$ 36 juta di Jepang dan US$ 60 juta dari peredaran globalnya atau total 1,1 triliun rupiah.

Ciri-ciri jidaigekiseperti menyuguhkan kehidupan para samurai di Jepang dan seringkali berlatar waktu ketika era pemerintahan Meiji. Karena ada samurai, maka sudah pasti ada sword fight alias pertarungan sengit dengan memakai pedang. Semua itu bisa ditemukan dalam film RUROUNI KENSHIN yang disutradarai Keishi Ohtomo. Dan pada 1 Agustus lalu, sekuelnya, RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO, pun telah dirilis serta kembali menuai sukses. 

Setelah 38 hari diputar di bioskop-bioskop di Jepang, film garapan ini mampu meraup US$ 42,4 juta atau sekitar 506 miliar rupiah. Pencapaian ini secara otomatis menjadikan RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO sebagai film live-action Jepang paling laris tahun 2014. Prestasi yang didulang oleh dua jilid film bergenre jidaigeki ini memang tak mengagetkan.

Sebab, film-film tersebut diadaptasi dari materi yang kadung terkenal, yakni manga RUROUNI KENSHIN karya Watsuki Nobuhiro yang terbit sejak tahun 1994-1999.

Shishio Makoto (Tatsuya Fujiwara).Shishio Makoto (Tatsuya Fujiwara).

Faktor lain penyebab RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO (dan juga film pertamanya) bisa laris manis adalah kepiawaian sutradara Keishi Ohtomo dalam meramu adegan-adegan aksi. Ia berkolaborasi dengan Kenji Tanikagi, seorang koreografer actionyang menjadi 'murid' aktor bela diri Donnie Yen. Keishi dan Kenji menggelontorkan adegan-adegan 'sword fight' dengan berbagai gerakan yang menarik untuk ditonton. 

Jangan lupakan pula pengaruh tata artistik, make-up, kostum yang maksimal dalam RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO. Ditambah lagi dengan imbuhan efek visual berkat CGI (Computer-Generated Imagery) dan dukungan pemain figuran sebanyak 5 ribu orang. Semua elemen tersebut dikerahkan untuk menyempurnakan alunan kisah Kenshin terbaru ini.

Di sini, Kenshin Himura sang Hitokiri Battosai (Takeru Satoh) harus melawan Shishio Makoto (Tatsuya Fujiwara) dan komplotannya yang berniat menjatuhkan pemerintahan Meiji. Akibatnya, sumpah Kenshin untuk tidak lagi membunuh orang dengan tebasan pedang pun terancam dilanggarnya. Kisah RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO juga menampilkan tokoh-tokoh yang juga tampil dalam film sebelumnya. Seperti, Kaoru Kamiya (Emi Takei), Sanosuke (Munetaka Aoki), Megumi Takani (Yu Aoi), dan lainnya.

Kisah RUROUNI KENSHIN:KYOTO INFERNO ini akan berlanjut di sekuelnya RUROUNI KENSHIN:THE LEGEND ENDS yang dijadwalkan tayang perdana di Jepang pada 13 September. Agar dua film itu bisa dirilis dalam rentang waktu sekitar sebulan, maka syutingnya pun bersamaan dan memakan waktu selama enam bulan dengan total biaya produksi 345 juta rupiah.

(muv/sic)

Editor:  

Angga S Priyono

TOPIK TERKAIT