Sang Power Ranger Yoshua Sudarso Buka-Bukaan Untukmu

Mahardi Eka Putra | Rabu, 10 September 2014 07:01 WIB
Sang Power Ranger Yoshua Sudarso Buka-Bukaan Untukmu
Kapanlagi.com - Publik Indonesia dulunya tak tahu siapa itu Yoshua Sudarso. Namun keadaan itu berbalik seratus delapan puluh derajat saat model kelahiran Jakarta, 12 April 1989 ini terpilih menjadi pemeran Power Ranger Biru dalam seri POWER RANGERS DINO CHARGE.

Penonton muda tanah air tentu tak asing dengan serial tersebut. Kisah pahlawan berkostum dengan robot raksasanya itu sudah mengudara di Indonesia sejak tahun 1993 hingga saat ini. Beberapa kali berganti stasiun televisi, serial tersebut tetap saja laris ditonton penonton muda.

Oleh sebab itu tak heran bila publik dibuat penasaran dengan pemuda kelahiran Indonesia yang kini tinggal di Amerika ini. Sosoknya terus dicari di dunia maya. Menjawab rasa penasaran itu, KapanLagi.com® berkesempatan untuk mewawancarai secara ekslusif pria ganteng bertubuh atletis ini. Dan ia pun langsung buka-bukaan tentang peran barunya itu.

1 dari 6 halaman

1. Hal Menarik Jadi Power Ranger

Hal Menarik Jadi Power Ranger istimewa
Pertanyaan pertama yang terlontar untuk Yoshua tentu saja adalah seperti apa rasanya menjadi salah satu tokoh pahlawan berkostum yang diidolakan anak-anak. Bagi Yoshua sendiri peran sebagai Power Rangers membuatnya merasakan banyak hal menarik.

"Namun yang paling utama, fakta bahwa ini adalah sesuatu yang sudah kuidamkan sejak dulu. Sejak kecil aku ingin menjadi Power Rangers. Saat keinginan tersebut terwujud, ini sungguh hebat sekaligus masih tak dapat kupercaya," paparnya lewat email kepada KapanLagi.com®. 

Yoshua mendapat kepercayaan menjadi power ranger biru yang punya kekuatan dari Stegosaurus. 
2 dari 6 halaman

2. Superhero Favoritnya

Superhero Favoritnya Twitter
Menjadi Power Ranger itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, akan tetapi Yoshua juga punya tokoh superhero favorit lainnya lho. Kalau boleh memilih untuk memerankan tokoh superhero, maka ia akan memilih menjadi Spider-Man. 

Ya, manusia laba-laba tersebut adalah tokoh superhero favoritnya. Satu hal yang disukai dari Spider-Man adalah penokohannya yang unik. "Aku suka dengan apa yang ia bela dan semua tantangan yang dihadapinya," jelasnya. 

Dan satu lagi, bagi Yoshua, aksi Spider-Man berayun di kota New York adalah salah satu bentuk aksi paling keren. "Betapa kerennya berayun mengelilingi kota New York seperti itu. Sungguh hebat," pungkasnya. 
3 dari 6 halaman

3. Power Ranger Itu Keren Karena...

Power Ranger Itu Keren Karena...
Meski Power Ranger belum setenar para superhero lainnya seperti Batman, Iron Man, dan lainnya, di mata Yoshua mereka punya nilai lebih. Hal tersebut datang dari penokohan karakternya. 

"Power Rangers adalah remaja normal yang bisa kamu temui setiap hari. Hanya saja mereka lalu terseret pada tanggung jawab besar sebagai superhero. Itu yang membuat mereka unik. Dan lagi mereka bekerja sebagai tim, berbeda dari kebanyakan film superhero yang bekerja seorang diri," paparnya.

Konsep serial Power Rangers sendiri memang lebih menekankan pada kerja sama tim para anggotanya. Saat mereka berlima bersatu maka mereka jadi tak terkalahkan.

 

4 dari 6 halaman

4. Aksi Tergilanya

Aksi Tergilanya
Penggemar Power Ranger memang kebanyakan adalah anak-anak. Namun jangan salah, dalam proses pembuatannya para pemeran pahlawan bertopeng ini harus melakukan aksi stunt mereka sendiri. Oleh karenanya mereka harus menjaga stamina.

Yoshua sendiri mengaku telah melakukan banyak stunt untuk perannya sebagai Power Ranger Biru ini. Ia pun tak ragu membagi salah satu aksi terbaiknya untuk kita.

"Yang tergila pastinya adalah jatuh dengan tubuh terbakar di bulan Mei lalu. Tubuhku memang sengaja dibakar dan aku harus berlari setelahnya di atap gedung sebelum akhirnya menjatuhkan diri ke tumpukan kardus. Super bukan?" ceritanya.
5 dari 6 halaman

5. Kenangan Yoshua Akan Indonesia

Kenangan Yoshua Akan Indonesia
Sejak tahun 1998, Yoshua tak lagi tinggal di Indonesia. Ia tumbuh besar di Amerika. Kendati demikian ada kenangan yang tak akan pernah ia lupakan tentang negara tempat ia dilahirkan ini. 

Kenangan tersebut tak lain adalah kenangan masa kecilnya ketika duduk di bangku SD di Kanaan. "Setiap selesai kelas kami beli jajanan di PKL. Aku dan keluarga selalu pergi ke Bakmi Bule di hari Minggu dan pergi ke gereja setelahnya. Kenangan yang tak akan kulupakan," kenangnya.

 

6 dari 6 halaman

6. Perjalanan ke Hollywood

Perjalanan ke Hollywood
Yoshua tidak secara instan terjun ke dunia hiburan ketika ia pindah ke Amerika. Hingga saat ia kuliah, Yoshua mulai bekerja sebagai pemain pengganti dalam sebuah produksi. Saat itu yang dipikirkannya adalah mendapat uang ekstra. 

Dari situ ia justru menyadari bahwa dirinya mempunyai bakat untuk beraksi di depan kamera dan menghibur orang. Dengan profesinya sebagai pemain ekstra, ia pun belajar banyak dari setiap perannya sembari mengumpulkan uang. 

"Aku kerap ditolak oleh direktur casting. Memang awalnya tak biasa, tapi pengalaman negatif tersebut menjadi sebuah energi positif setelahnya. Perjuanganku tak mudah, tapi semua sekarang terbayar," paparnya. 


(kpl/dka)


Editor:  

Mahardi Eka Putra

↑