Sinopsis 'EMILY IN PARIS', Kisah Gadis Amerika Nekat Bekerja di Paris

Editor KapanLagi.com  | 25 Oktober 2020, 06:31 WIB
Sinopsis 'EMILY IN PARIS', Kisah Gadis Amerika Nekat Bekerja di Paris

Kapanlagi.com - Perlu tontonan akhir pekan yang ringan namun tetap menghibur? EMILY IN PARIS adalah jawabannya. Serial yang tayang di Netflix tanggal 2 Oktober 2020 ini menceritakan Emily Cooper, seorang gadis Amerika yang diperankan oleh Lily Collins, berada di Paris untuk menggantikan posisi atasannya. Ia dipercaya perusahaannya untuk membagi pandangan pemasaran dari sudut pandang Amerika Serikat ke karyawan di Paris. Emily yang bekerja di bidang pemasaran dituntut untuk mengubah strategi media sosial mereka agar lebih menarik.

Emily yang terlalu positive-thinking membuatnya tidak memikirkan akan adanya perbedaan. Ia pikir ia hanya akan berpindah tempat. Sesaat sampai disana, ia sadar akan mempunyai banyak masalah di Paris. Emily datang sebagai perwakilan perusahaan Amerika Serikat tanpa modal bahasa Perancis. Ia hanya bisa berbahasa Inggris dan itu membuatnya sulit berkomunikasi saat bekerja. Ia juga datang ke Paris tanpa melakukan riset. Disana, Emily menemukan fakta bahwa penggunaan media sosial sangatlah berbeda dengan ketika di Amerika Serikat. Hal itu harus membuatnya bekerja lebih ekstra dari yang seharusnya. Ditambah kini ia harus tinggal sendiri, jauh dari pacarnya di Amerika Serikat membuatnya merasa kesepian.

1. Dikritik Masyarakat Prancis

Tidak hanya Emily yang sedang menghadapi rintangan, studio produksinya pun mengalami hal yang sama. Melalui media sosial, masyarakat Paris menganggap serial EMILY IN PARIS melecehkan Prancis, khususnya masyarakat asli negara tersebut. Didalam serial tersebut masyarakat Paris ditunjukkan sombong, tidak suka berbicara dengan orang yang berbahasa inggris, suka seenaknya datang ke kantor, selalu mendatangi kafe mahal, minum anggur setiap hari, dan masih banyak lagi.

Emily sedang menggunakan topi Baret ciri khas PerancisEmily sedang menggunakan topi Baret ciri khas Perancis

Masyarakat Paris merasa serial EMILY IN PARIS tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Mereka beranggapan serial ini ingin membuat masyarakat Paris terlihat egois, berada diatas yang lain, dan kaya raya. Tidak berhenti di situ, di twitter juga muncul hashtag EmilyInParisBad yang sempat ramai beberapa hari lalu.

Salah satu akun twitter mengatakan “Jika tujuan mereka membuat serial yang memicu orang, aku rasa mereka berhasil”.

2. Tetap DIminati Banyak Orang

Meski dikritik banyak orang karena tidak sesuai dengan kenyataan masyarakat Paris, serial EMILY IN PARIS tetap diminati banyak orang. Di situ IMDB, serial ini mendapat rating 7.5/10 yang artinya EMILY IN PARIS masih memiliki banyak peminat. Banyak orang yang mencuitkan bahwa EMILY IN PARIS tidaklah jelek, hanya mereka berbeda perspektif dengan serial ini.

“Serial tv dibuat untuk menghibur kita, untuk apa menghadirkan keseharian Paris yang biasa-biasa saja, apa untungnya menonton hal tersebut?” Ungkap salah satu akun.

EMILY IN PARIS berhasil memvisualisasikan cita-citaku selama ini, membuatku semakin bersemangat untuk menggapainya” tambah akun lainnya.

EMILY IN PARIS dibintangi oleh Lily Collins, Ashley Park, Philippine Leroy-Beaulieu, Lucas Bravo, Samuel Arnold, dan  Bruno Grouery. Musim pertamanya terdiri dari 10 episode yang sudah dapat ditonton melalui platform Netflix mulai 2 Oktober 2020.

 

(kpl/mag)

Join Kapanlagi.com
↑