Superhero Tua, Serba-Serbi 'IRON MAN' Yang Kamu Harus Tahu

Angga S Priyono   | Senin, 04 Agustus 2014 23:01 WIB
Superhero Tua, Serba-Serbi 'IRON MAN' Yang Kamu Harus Tahu
IRON MAN © marvel.com

Kapanlagi.com - IRON MAN merupakan salah satu sekuel Marvel yang paling sukses. Kesuksesan film ini tidak hanya dari penjualan tiketnya saja, tapi juga dari franchise berupa merchandise. Selain itu juga masih ada hak siar dan hak cipta.

Jadi bisa dikatakan, saat ini Robert Downey Jr adalah salah satu aktor dengan kekuatan franchise paling besar di tangannya. Jika memungkinkan Marvel pasti sudah membuat satu sekuel IRON MAN setiap tahunnya. Dikarenakan bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran dollar Amerika.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya Robert Downey Jr menduduki peringkat teratas daftar aktor dengan bayaran tertinggi. Dari pertengahan tahun lalu hingga kini, ia menghasilkan US$75 juta atau setara dengan 874,5 miliar rupiah. Sebagian dari keuntungannya adalah dengan membintangi IRON MAN.

Selain dari sisi keuntungan yang melimpah, ada beberapa hal menarik yang bisa diketahui dari IRON MAN. Apa saja hal tersebut? Siapkan cemilan, dan mari kita simak bersama. (scr/sic)

1. J.A.R.V.I.S.

Dalam dunia komik Marvel, Jarvis adalah kepala pelayan bagi salah satu superhero Avengers, Iron Man. Ia mengabdi dengan setia untuk melayani kebutuhan Tony Stark. Sangat mengerti dengan kebutuhan tuannya yang memiliki alter ego, ia selalu ikut di berbagai cerita sang majikan.

Milyuner, memiliki kepribadian lain sebagai pahlawan super juga kepala pelayan yang setia, mengingatkan kita kepada Bruce Wayne dan Alfred Pennyworth. Superhero dari perusahaan seberang juga memiliki dua karakter mirip dengan Marvel. Jadi siapa yang lebih dulu keluar dengan ide tersebut? Hentikan, kita tidak akan membahas tentang persaingan antar dua kubu.

Kembali ke Jarvis, di tahun 90an Jarvis mulai beralih bentuk, dari kepala pelayan menjadi pelayan robot milik Tony Stark. Tetap setia, walaupun sudah berubah wujud. Ia selalu berusaha memenuhi kebutuhan dari tuannya.

Setelah menjadi AI, Jarvis menjadi sebuah singkatan bukan lagi sebuah nama. 'Just a Rather Very Intelligent System' atau 'Hanya Sebuah Sistem Kecerdasan Yang Pintar'. Anda ingin memilikinya juga? J.A.R.V.I.S. telah dibuat sebagai aplikasi di sebuah merk dagang telepon cerdas.

2. Kostum Iron Man Hampir Menjadi Nyata

Lockheed Martin adalah salah satu perusahaan yang merancang kostum robotik IRON MAN. Desain exoskeleton mereka dipakai untuk kebutuhan film. Dan ternyata mereka benar-benar membuat dalam bentuk nyata.

Dengan nama 'Human Universal Load Carrier' (HULC), alat ini dimaksudkan membantu para tentara untuk mengangkat beban berat di atas 100kg. Bisa mencapai kecepatan 16 km/jam. Kostum robotik Iron Man benar-benar ada! 

Iklan komersialnya pernah sempat tayang, yang ditujukan untuk kebutuhan medis. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi para jutawan atau milyuner untuk memilikinya. Bisa saja jika ada permintaan, maka Lockheed Martin akan memproduksinya untuk umum.

Akan tetapi bukan sembarang pelanggan yang bisa membelinya. Jangan harap kostum ini bisa didapat dengan hanya menabung di celengan ayam. Peralatan canggih tersebut dilempar ke pasar dengan bandrol US$ 70 ribu atau setara dengan 823 juta rupiah.

3. Robert Downey Jr. Adalah Salah Satu Pahlawan Tertua

Film superhero biasanya diisi oleh pemeran-pemeran muda. Pahlawan akan terlihat gagah dan keren ketika masih bugar. Akan tetapi cerita berbeda datang dari IRON MAN.

Mari kita lihat, Spider-Man memiliki Andrew Garfield, walau sudah menyentuh kepala tiga tapi ia masih belum berumur 40an. Dari Marvel kita punya Captain Amerika, Chris Evans baru saja berulang tahun ke 33 bulan Juni lalu. Kawan kita dari Asgard Thor, diperankan oleh Chris Hemsworth akan berusia 31 tahun pada tanggal 11 Agustus nanti.

Berapa umur pemeran Tony Stark? Robert Downey Jr. saat ini berusia 49 tahun. Untunglah IRON MAN 3 telah tayang sehingga penampilan paruh bayanya tidak akan terlalu menjadi sorotan utama dalam film.

Saat ini Robert Downey Jr. masih menyisakan dua film Avengers. Salah satunya akan tayang tahun depan ketika ia berusia 50 tahun. Bagaimana menurut pendapat Anda? Masih ingin melihat Tony Stark paruh baya?

4. Tony Stark Berdasarkan Howard Hughes

Berdasarkan sang pencipta IRON MAN, Stan Lee, Tony Stark diadaptasi dari seseorang yang benar-benar ada. Stark tidak murni dibuat sebagai tokoh khayalan. Ia merupakan cerminan dari Howard Hughes.

Digambarkan sebagai pria yang paling berwarna dalam hidupnya. Ia merupakan seorang penemu, petualang juga milyuner. Tidak hanya sampai disitu masih ada dua hal penting yang menempel pada dua lelaki ini, yaitu penggoda wanita dan seorang yang 'gila'.

Dalam sebagian masa hidupnya, Howard Hughes menunjukkan gejala OCD. Tunggu dulu, ini bukan diet a la pesulap tanah air. Ia menderita penyakit Obsessive-Compulsive Disorder, yang menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman sehingga melakukan hal yang berulang-ulang.

Selain itu Howard Hughes juga pernah tinggal dalam ruangan yang gelap tidak pernah meninggalkan ruangan tersebut serta membuat dirinya nyaman dengan kotak dan botol kosong. Sayangnya hal yang seperti ini tidak pernah muncul dalam film. Walau Tony Stark telah sedikit mengalami gejala OCD di sekuelnya.

5. The Mandarin

Dalam naskah awal IRON MAN yang pertama sebenarnya salah satu musuh abadi dari Tony Stark akan hadir. Akan tetapi, sutradara film saat itu Jon Favreau menolak ide tersebut. Ia menganggap karakter tersebut terlalu penuh khayalan.

Seperti yang kita ketahui, film-film Marvel yang telah rilis dibuat sedimikian rupa agar mendekati kenyataan. Semua hal berbau fantasi dan supranatural ditekan melalui pandangan ilmu pengetahuan.

Contoh nyatanya adalah dalam film THOR, superhero ini digambarkan sebagai 'alien' dari planet lain, bukan seorang dewa petir. Senasib dengan anak laki-laki dari Odin, Mandarin mendapatkan perlakuan yang sama. Melekatnya sisi mistis darinya akhirnya berakhir pada penolakan tampil dalam film.

Bagi para penggemar IRON MAN pasti sudah mengetahui bahwa Mandarin memiliki sepuluh cincin berkekuatan super. Masing-masing cincin memiliki karakter tersendiri. Dengan menggunakan aksesoris di tangannya ia berhasil membuat Tony Stark kewalahan.

Akan tetapi dalam seri pertamanya Mandarin urung tampil, digantikan dengan kelompok teroris 'Ten Rings' yang menculik Tony Stark, yang erat kaitannya dengan penjahat tersebut. Hal ini menjadi ide untuk kemunculan tokoh tersebut di sekuel ketiga IRON MAN. Hasilnya? Para penggemar kecewa dengan pendekatan ilmu pengetahuan yang disajikan oleh Marvel.

Editor:   Angga S Priyono