Wuih! Proses Pembuatan Film-Film Ini Diwarnai Kegilaan

Mahardi Eka Putra | Rabu, 06 Agustus 2014 13:01 WIB
Wuih! Proses Pembuatan Film-Film Ini Diwarnai Kegilaan
Kapanlagi.com - Semua bisa terjadi, bahkan yang paling gila sekali pun dalam proses pembuatan film. Mengapa begitu? Pasalnya sebuah ide dalam pembuatan film terkadang dicetuskan oleh hanya beberapa orang saja. Sedangkan yang menggarapnya ada lebih dari seratus bahkan lebih.

Ketidakseimbangan di atas menjadi sumber awal kegilaan yang bisa terjadi. Tak percaya? Tercatat ada beberapa produksi film yang punya masalah demikian. Semua bisa turut andil dalam kegilaan tersebut, termasuk sutradaranya sekalipun.

Simak daftarnya di bawah ini.

1 dari 5 halaman

1. THE MAN WHO KILLED DON QUIXOTE

THE MAN WHO KILLED DON QUIXOTE Quixote Films
Dari beberapa film yang ada dalam daftar ini, hanya film garapan Terry Gilliam ini yang tak sampai rampung digarap karena dilanda banyak musibah. Bayangkan saja pada hari pertama syutingnya di Bardenas Reales, Spanyol, para kru baru sadar bahwa lokasi syuting mereka berada dekat dengan tempat latihan angkatan udara NATO. Tak cukup itu saja, pada hari kedua lokasi tersebut dilanda badai pasir yang merusakkan hampir sebagian besar peralatan syutingnya.

Namun bukan itu saja yang membuat sutradaranya gigit jari. Tak selang beberapa hari pengambilan gambarnya, sang aktor utamanya Jean Rochefort harus masuk rumah sakit dan didiagnosa menderita hernia. Sontak proses syuting filmnya langsung dihentikan sementara. Bukan sementara sih, selamanya...

2 dari 5 halaman

2. WATERWORLD

WATERWORLD Universal
"Jangan pernah syuting di perairan," itu pesan Steven Spielberg kepada Kevin Costner saat sang aktor hendak memulai syuting WATERWORLD (1995). Pesan itu bukan tanpa sebab, Spielberg telah menemui banyak kendala saat melakukan syuting JAWS. Syuting di perairan membuat peralatan syuting mudah rusak dan juga kendala teknis lainnya.

Namun Kevin Costner bersikukuh untuk menggarap film epiknya tersebut di perairan lepas. Hasilnya banyak musibah yang harus dihadapinya, mulai dari terkena badai, stuntmant-nya terombang-ambing di laut karena kehabisan bensin jet ski, ada yang tersengat ubur-ubur, dan juga kedinginan dan hipotermia.

Rentetan kejadian tersebut membuat budget filmnya membengkak dari US$100 menjadi US$ 175 juta. Dana bengkak tersebut lebih banyak untuk membiayai perawatan pemain dan juga mengganti set yang rusak karena badai.
3 dari 5 halaman

3. CLEOPATRA (1963)

CLEOPATRA (1963) 20th CENTURY FOX
CLEOPATRA hingga saat ini dikenal sebagai film yang hampir membuat 20th Century Fox bangkrut karena pembengkakan dana pembuatan yang tak main-main. Dari budget awalnya yang hanya US$ 2 juta, dana itu membengkak jadi US$ 44 juta. Membengkak hampir 1000 persen. Busyet.

Hal apa yang sebenarnya membuat hal tersebut terjadi? Pertama karena pemindahan lokasi syutingnya. Lokasi yang semula berada di London entah mengapa dipindah ke Roma secara tiba-tiba. Hal itu membuat biaya pembuatan setting di London jadi terbuang percuma. Settingnya bukan setting sembarangan lho, semua digarap dengan apik, glamor, dan detil. Terbanyak berapa banyak yang mereka buang.

Belum cukup hanya itu saja, proses syuting yang molor membuat sang pemain utama, Elizabeth Taylor minta kenaikan gaji 600 persen. Hal itu makin membuat pusing 20th Century Fox.
4 dari 5 halaman

4. HEAVEN'S GATE

HEAVEN'S GATE
Sutradara film HEAVEN'S GATE, Michael Cimino punya sejarah buruk dan panjang pula bila terkait dengan pembuatan sebuah film. Film yang ia garap di tahun 1980ini menjadi satu dari delapan film terflop sepanjang masa. Dari budget sebesar US$ 44 juta, uang yang kembali hanya US$ 3,4 juta.

Salah satu penyebab film ini flop tak lain adalah sikap semau gue dari sang sutradara. Cimino dengan seenaknya membangun, membongkar, dan membangun lagi setting lokasi ceritanya. Tak hanya itu ia juga sering mengulang take untuk mendapat hasil yang bagus. Sikap seperti ini yang membuat pihak United Artis sangat ingin memecatnya.

Sikap seenaknya itu berlanjut ketika di tahap pengeditan filmnya. Ia sengaja mengunci diri di dalam ruangan tanpa memperbolehkan pihak United Artists untuk ikut ambil bagian. Bahkan saran dari sutradara pemenang Oscar William H. Reynolds pun tak digubrisnya.

5 dari 5 halaman

5. THE ABYSS

THE ABYSS
Dari semua film yang digarap sutradara kelas Oscar, James Cameron, filmnya yang berjudul THE ABYSS mungkin menjadi filmnya yang paling tak dikenal. Film ini tak merugikan memang tapi di antara film-film Cameron yang lain film ini menjadi yang paling tak laku.

Selama penggarapannya, Cameron tak mau ambil jalan pintas untuk membuat film ini terlihat bagus. Ia ingin agar filmnya benar-benar terasa seperti diambil di dalam sebuah kapal selam. Maka dipilihlah sebuah pabrik reaktor nuklir di Cherokee, South Carolina sebagai lokasi syutingnya. Cameron dan kru membuat tabung raksasa menyerupai kapal selam untuk kepentingan syutingnya ini. Sehingga para pemainnya tak perlu khawatir dengan dekompresi saat mereka syuting menyelam di dalam air.

Namun set yang spesial ini tentunya membawa dampak bagi para pemain dan krunya. Ed Harris yang tegar itu sampai menangis dan Elizabeth Mastrantonio  pergi dari lokasi syuting karena dipaksa terus mengenakan pakaian selama supaya bisa syuting tepat waktu.

(che/dka)


Editor:  

Mahardi Eka Putra

↑