'ZOOTOPIA', Animasi Disney Peraih Oscar & Golden Globes 2017

Fitrah Ardiyanti  | 08 Maret 2016, 19:52 WIB
'ZOOTOPIA', Animasi Disney Peraih Oscar & Golden Globes 2017

Kapanlagi.com - ZOOTOPIA memang sudah dirilis sejak satu tahun yang lalu. Namun, film animasi produksi Walt Disney ini seolah panen penghargaan bergengsi di awal tahun 2017 ini. Sebut saja Oscar, Golden Globes hingga Critic's Choice Awards, ketiganya menganugerahkan titel Best Animated Film kepada film arahan Byron Howard dan Rich Moore ini.

Apa sih istimewanya film yang didubbing oleh beberapa aktor dan aktris ternama ini? Tentunya jalan cerita dan tema yang tak biasa bagi sebuah film animasi. Jangan remehkan film ini, karena ide hingga detail para hewan yang hidup di kota urban seperti Zootopia juga sangat dipikirkan secara matang.

Dikisahkan, Zootopia adalah sebuah kota urban di mana penduduknya sangat beragam. Ada karnivora dan herbivora yang hidup saling berdampingan, ada para beruang kutub yang hidup di kawasan bersalju dan dingin, hingga para mamalia berukuran super mini yang hidup damai bersebelahan dengan hewan besar lainnya.

ZOOTOPIA angkat diversity di dalamnya/©DisneyZOOTOPIA angkat diversity di dalamnya/©Disney

Ketenangan mereka terusik dengan beberapa kasus orang hilang yang tak jua berhasil ditemukan oleh para anggota kepolisian di bawah pimpinan Chief Bogo (Idris Elba). Lalu, 'seekor' anggota kepolisian yang baru saja lulus dari akademi, Judy Hopps (Ginnifer Goodwin), yang tak lain adalah kelinci cantik dari pinggiran kota Bunnyburrow mengajukan diri untuk menyelidiki kasus tersebut.

Usahanya diremehkan oleh sang chief hingga kenekatannya berujung pada pertemuan tak terduga dengan Nick Wilde (Jason Bateman), seorang rubah. Rubah dipandang sebelah mata di Zootopia karena mereka adalah seekor tukang tipu ulung. Pertemuan itu membuat Judy terseret lebih jauh dalam kasus orang hilang di Zootopia. 

Fakta demi fakta menunjukkan ada hal yang kurang beres dalam kasus ini. Penyelidikan Judy membawanya bertemu dengan karakter satu ke karakter lainnya. Bahkan, ia bertemu dengan mafia kelas kakap yang sangat membantunya memecahkan kasus ini.

Judy Hopps, main character dalam ZOOTOPIA/©DisneyJudy Hopps, main character dalam ZOOTOPIA/©Disney

Tak ada yang menyangka jika ZOOTOPIA membawa para penontonnya masuk ke dalam kasus yang cukup rumit dengan ending yang tak bisa disangka. Film yang mencetak banyak rekor ini juga mencerminkan rasisme dan diskriminasi yang masih terus terjadi di manapun.

Lewat karakter Nick Wilde, si rubah, dan Judy Hopps, si kelinci cantik, Byron Howard berusaha menggambarkan bagaimana diskriminasi dan rasisme menimpa kedua tokoh utama ini. Nick bahkan harus diusir dari toko es krim karena sang pemilik, si gajah, tak ingin ditipu oleh Nick, hanya karena dia adalah seekor rubah. Adegan ini cukup menyentil, mengingat betapa mudahnya masyarakat terpancing oleh isu yang belum bisa ditentukan kebenarannya akhir-akhir ini.

Begitu juga dengan Judy. Ia tak bisa dipercaya oleh Chief Bogo untuk menuntaskan kasus orang hilang dan menaruhnya sebagai polisi yang bertugas memberikan tiket tilang hanya karena dia seorang kelinci. Saingan Judy memang berat, di antaranya para kerbau, harimau, singa dan berbagai macam hewan karnivora berbadan besar. Hanya karena dirinya adalah seorang kelinci kecil dan perempuan, banyak diskriminasi yang ia terima di lembaga tempatnya mengabdi. Sentilan-sentilan semacam ini terus dihadirkan selama film diputar. 

Hanya karena dia kelinci dan rubah, apakah mereka layak didiskriminasi?/©DisneyHanya karena dia kelinci dan rubah, apakah mereka layak didiskriminasi?/©Disney

Lucunya, duo sutradara Byron Howard dan Rich Moore tak menyangka jika filmnya bakal sukses berat dan menjadi salah satu film terlaris di tahun 2016. "It was something we hadn't planned, but it made us all the more dedicated to making the movie (Film ini bukan yang kita rencanakan banget, tapi malah membuat kita makin berdedikasi untuk mengerjakannya)," ujar Byron saat menyampaikan victory speech di Golden Globes 2017.

"We wanted Zootopia to be a film for kids, but also for adults, that talked about diversity. It is about bias and discrimination and racism and the damage that that does to our society and the damage that leading by fear does to society. It was a piece of entertainment first, but it had a strong core to it (Kita mau ZOOTOPIA jadi film anak-anak, tapi juga bisa buat orang dewasa yang berbicara soal diversity. Film ini juga menyampaikan soal bias dan diskriminasi dan rasisme dan bahayanya terhadap masyarakat serta bahaya yang membuat ketakutan di dalamnya. Ini karya yang menghibur tapi juga punya inti cerita yang super kuat)," lanjutnya.

In the end, Judy memang tak bisa menyelesaikan masalah rasisme dan diskriminasi. Tapi, paling tidak, kegigihannya berjuang dan speak up, membuat Zootopia jadi tempat tinggal yang baik dari sebelumnya bagi para penduduknya. 

ZOOTOPIA hadirkan kesan dan pesan yang mendalam. Bukan hanya sekedar tontonan anak-anak yang dibungkus dalam animasi super cute dengan berbagai hewan menggemaskan di dalamnya. ZOOTOPIA isn't your average kids movie.

(kpl/tch)

Editor:  

Fitrah Ardiyanti

Join Kapanlagi.com
↑