Lady Gaga Ungkap Arti Nama dan Alasan Tampil Nyentrik di Awal Karir

Rezka Aulia   | Jum'at, 12 Oktober 2018 19:20 WIB
Lady Gaga Ungkap Arti Nama dan Alasan Tampil Nyentrik di Awal Karir

Kapanlagi.com - Tak mudah menjadi seorang wanita, sejak era Kartini hingga era milenial seperti saat ini. Para wanita dituntut menjadi domestic goddes di rumah namun tetap profesional dibidang profesionalnya. Ternyata hal ini juga dialami mereka para pekerja seni di Hollywood.

Siapa bilang Amerika lebih sophisticated tentang masalah satu ini? Nampaknya negara adidaya ini tak sepenuhnya 'bebas' untuk para wanitanya. Puncaknya saat gerakan TimesUp dan MeToo meluap tahun lalu.

Para wanita di industri hiburan Amerika meneriakkan permasalahan mereka. Mulai dari pemberian upah yang lebih sedikit dibanding pekerja lelaki hingga masalah pelecehan seksual secara verbal maupun langsung. Hal ini juga dirasakan oleh Mother Monster, Lady Gaga. Penyanyi nyentrik yang outspoken ini bercerita tentang karirnya di dunia hiburan Hollywood.

1 dari 5 halaman

1. Gadis Dari Upper East Side, New York

Gadis Dari Upper East Side, New York Elle USA
Stefanie Joanne Angelina Germanotta alias Lady Gaga tumbuh di lingkungan kelas atas, Upper East Side, New York. Orangtuanya memiliki cukup uang untuk memberinya pendidikan terbaik yang ada. Lady Gaga tamat sekolah dari sebuah sekolah Katolik di New York.

Hingga pada usia 14 tahun ia berkenalan dengan pelatih vokalnya. Dari situlah kecintaan Gaga semakin tumbuh pada seni, terutamanya tarik suara. Meski demikian, Gaga tak yakin bisa berkarir dan sukses di dunia hiburan.

"Aku menemui banyak orang dan meminta mereka mendengar demo-ku, lalu pelatihku berkata, "Bila ada seratus orang dan 99 dari mereka tak percaya padamu, tapi sebenarnya yang kamu perlu hanya satu orang yang percaya pada talentamu'," ucap Gaga dilansir dari Elle Magazine.

2 dari 5 halaman

2. Memutuskan Berhenti Kuliah

Memutuskan Berhenti Kuliah Elle USA
Setelah lulus sekolah, akhirnya Lady Gaga memberanikan diri berbicara pada orangtuanya tentang cita-citanya. "Maaf mom dan dad, aku akan menjadi seniman kelaparan di Lower East Side," ujarnya.

Saat itu usianya masih 17 tahun dan ia baru saja berkuliah di New York University's Tisch School of The Arts. Namun ia memilih tak melanjutkan pendidikan demi mengejar karir yang ia impikan.

3 dari 5 halaman

3. Bernyanyi di Klub dan Bar

Bernyanyi di Klub dan Bar Elle USA
Ia pun mulai bekerja tiga pekerjaan sekaligus demi menghidupi cita-citanya. Mulai menjadi penari go-go hingga bermain piano dari club ke club. Suatu saat ia manggung di jazz bar yang dipenuhi remaja berisik.

Ia pun melucuti pakaian dalamnya untuk mendapat perhatian. Aksi gilanya ini menyadarkan Lady Gaga, ia butuh sesuatu yang tak biasa agar mendapat perhatian publik.

4 dari 5 halaman

4. Pilih Penampilan Non-Konvensional

Pilih Penampilan Non-Konvensional Elle USA
Ia miliki segudang bakat mulai dari bernyanyi, menulis lagu, hingga ber akting. Di awal karirnya ia sadar bahwa Stefani Germanotta memang berbakat, tapi ia perlu Lady Gaga untuk mengguncang dunia.

Ini pula yang menjadi alasan mengapa di awal karirnya ia menyuguhkan visual berbeda. Bila kebanyakan penyanyi wanita pendatang baru tampil manis dan seksi, Lady Gaga tau itu tak cukup baginya. Ia memilih make up tak biasa dan busana aneh.

5 dari 5 halaman

5. Tinggalkan Penampilan Aneh

Tinggalkan Penampilan Aneh Elle USA
Sepuluh tahun berkarir, kini Lady Gaga mulai meninggalkan penampilan nyentriknya. Ia lebih tampil sederhana namun tetap berani bicara dengan lantang. Ia menyuarakan masalah pelecehan seksual yang selama ini terabaikan. Gaga juga berani bicara tentang masalah kesehatan mental yang selalu dianggap remeh.

Meninggalkan trademark penampilan aneh tak membuat karirnya redup. Ia meraih berbagai penghargaan dan mengisi half time superbowl di tahun 2016. Kini debutnya di layar lebar sedang tayang berjudul A STAR IS BORN.

(kpl/rna)

Editor:  

Rezka Aulia