Pangeran Andrew Mundur dari Tugas Kerajaan & Siap Bantu Penyelidikan Kasus Prostitusi

Sora Soraya | Kamis, 21 November 2019 09:35 WIB
Pangeran Andrew Mundur dari Tugas Kerajaan & Siap Bantu Penyelidikan Kasus Prostitusi

Kapanlagi.com - Kasus prostitusi anak di bawah umur dan bunuh diri yang dilakukan Jeffrey Epstein memang sukses mencuri perhatian dunia dalam beberapa bulan terakhir. Bukan tanpa alasan, pasalnya ada banyak pihak-pihak penting yang terlibat di dalamnya, termasuk Pangeran Andrew.

Setelah cukup lama berdiam diri, Pangeran Andrew akhirnya memutuskan untuk buka suara melalui wawancara eksklusif bersama BBC. Menjawab berbagai pertanyaan dari Emily Maitlis, Andrew membantah tuduhan jika dirinya terlibat. Ia hanya mengaku sering berkunjung ke rumah Jeffrey Epstein yang notabene adalah sahabat dekatnya.

Sayangnya, pengakuan Pangeran Andrew itu justru banjir kritik dan kecaman dari publik Inggris. Pihak kerajaan bahkan enggan memberikan komentar apapun soal video wawancara Andrew.

1 dari 2 halaman

1. Mundur dari Tugas Kerajaan

Mundur dari Tugas Kerajaan instagram.com/theroyalfamily
Setelah makan waktu berhari-hari, Pangeran Andrew akhirnya merilis statement resmi lewat akun Instagram The Royal Family. Di sanalah ia mengumumkan jika dirinya akan mundur dari berbagai tugas kerajaan dalam waktu yang tak bisa ditentukan.

"Sangat jelas bagi saya jika beberapa hari belakangan ini, hubungan lama saya dengan Jeffrey Epstein telah menimbulkan kekacauan besar bagi keluarga dan semua pekerjaan berharga dengan banyak organisasi dan badan amal yang sangat saya banggakan. Karena itulah, saya memohon pada Yang Mulia (Ratu Elizabeth II) untuk mundur dari tugas kerajaan dalam waktu yang tidak ditentukan, dan beliau sudah memberikan izinnya," tulis Andrew.

2 dari 2 halaman

2. Bersedia Bantu Proses Penyelidikan

"Saya terus menyesali keterikatan saya dengan Jeffrey Epstein yang dinilai buruk. Keputusannya untuk bunuh diri telah meninggalkan banyak pertanyaan yang tak terjawab, terutama bagi para korban, dan saya turut bersimpati untuk semua orang yang terkena dampak dan ingin menghentikan perdebatan ini," imbuh Andrew.

"Saya hanya bisa berharap jika suatu saat nanti mereka mampu membangun kembali hidupnya. Dan tentu saja saya bersedia membantu lembaga penegak hukum dalam proses penyelidikan, jika diperlukan," pungkasnya.

(kpl/sry)


Editor:  

Sora Soraya

↑