Ragukan Wanita, T.I Enggan Voting Hillary Clinton Jadi Presiden

Guntur Merdekawan | 14 Oktober 2015, 21:55 WIB
Ragukan Wanita, T.I Enggan Voting Hillary Clinton Jadi Presiden

Kapanlagi.com - November 2016 mendatang, sebuah pemilu untuk menentukan presiden Amerika baru akan dilangsungkan. Dari beberapa kandidat, salah satu yang digadang-gadang punya kans besar untuk jadi pemimpin Negeri Paman Sam itu adalah Hillary Clinton yang kini menduduki jabatan sebagai sekretaris negara.

Melihat peta kekuatan para nominator Presiden Amerika mendatang, rapper kondang, T.I punya pendapat yang unik dan berbau diskriminasi. Lewat sebuah wawancara beberapa waktu lalu, ia menyebut jika dirinya tak akan memberikan hak suaranya untuk Hillary.

Bukannya punya dendam pada Hillary, T.I ternyata berpendapat jika sosok wanita bukanlah orang yang ideal untuk memimpin sebuah negara sebagai Presiden. Lebih jauh, ia membeberkan alasannya jika wanita cenderung lebih suka mengambil keputusan berdasarkan perasaan  sesaat.

"Tidak bermaksud diskriminasi, tapi aku tak bisa voting seorang wanita untuk jadi pemimpin negara yang bebas. Menurutku wanita bisa jadi apapun, namun Presiden? Rasanya seperti, aku tau wanita membuat keputusan berdasarkan perasaan sesaat yang terburu-buru," ujar T.I seperti dilansir situs AceShowbiz.

T.I ragukan kepemimpinan wanita © SplashewsT.I ragukan kepemimpinan wanita © Splashews

Sementara itu, Pharrell Williams punya pendapat yang berbeda dari sahabatnya itu. Sang pelantun lagu Happy percaya jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk seorang wanita menjadi pemimpin.

"Wanita itu memikirkan sebuah hal dengan cara yang suci dan tidak individual. Maksudku, aku bahagia jadi seorang pria, tapi aku juga cinta wanita. Masalahnya, jika kita punya seorang wanita  yang memikirkan negara sebagai suatu kesatuan, aku merasa semua hal akan berbeda. Bukannya aku tidak suka dengan presiden yang sekarang, aku cuma punya feeling kalau ini waktunya Hillary," ujarnya ketika menghadiri The Ellen DeGeneres Show beberapa saat lalu.

Kalau menurut kalian, pantaskah seorang wanita menjadi pemimpin sebuah negara? Tulis komentarmu ya!

(ace/gtr)

Editor:   Guntur Merdekawan