Tyga Jelaskan Kenapa Paul McCartney Dilarang Masuk ke Show-nya

Guntur Merdekawan | 18 Februari 2016, 18:08 WIB
Tyga Jelaskan Kenapa Paul McCartney Dilarang Masuk ke Show-nya

Kapanlagi.com - Meski tidak mengantongi piala di ajang Grammy Awards 2016, Tyga tetap mengikuti sebuah Grammy After Party di Los Angeles. Di sana, sang rapper asal California itu juga tampil untuk menghibur para penonton yang hadir.

Uniknya, ada kejadian yang cukup mencuri perhatian di gerbang masuk venue. Trio musisi legendaris, Paul McCartney (ex: The Beatles), Beck dan Taylor Hawkins (drummer Foo Fighters) dilarang masuk ke dalam acara oleh pihak security.

Merasa kecewa, Paul CS melemparkan sebuah sindiran pada pesta itu. "Berapa banyak VIP yang kita butuhkan untuk bisa masuk? Kita butuh lebih banyak lagu hits teman-teman," ujar Paul lalu meninggalkan lokasi, seperti dilansir situs AceShowbiz.

Tyga yang baru mengetahui hal itu pasca acara merasa sangat terkejut. Lewat akun Twitter-nya Ia menjelaskan jika dirinya sama sekali tak tahu jika Paul dilarang masuk oleh pihak security.

Penjelasan Tyga tentang kasus Paul © Twitter/tygaPenjelasan Tyga tentang kasus Paul © Twitter/tyga

Untuk mempertegas pernyataannya, Tyga mendatangi salah satu show populer, Jimmy Kimmel Live. Di sana pria berusia 26 tahun itu menjelaskan jika pesta itu bahkan bukan miliknya dan Ia hanya diundang untuk tampil.

"Tidak, aku sebenarnya dibayar untuk pegi ke pesta itu dan tampil. Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi (dengan Paul McCartney CS)," ujar pelantun Rack City.

Sebagai permintaan maaf, Tyga bakal mengundang Paul untuk hadir di konser-nya yang akan datang. "Aku ada konser dalam waktu dekat ini. Paul, jika kamu nonton ini, aku ingin kamu datang. Aku sendiri yang akan menemanimu masuk," pungkasnya.

Anyway, setelah ditolak masuk di after party Los Angeles, Paul, Beck dan Taylor terlihat menghadiri pesta lain di Hyde, West Hollywood. Di sana Ia bergabung bersama Taylor Swift, Lorde, Calvin Harris dan juga Ellie Goulding.

(ace/gtr)

Editor:   Guntur Merdekawan