Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

11 Kontroversi Pandji Pragiwaksono yang Hebohkan Publik, Mulai dari Sebut Kucing Hewan Gembel - Senggol Ormas

Tantri Dwi Rahmawati   | Selasa, 31 Agustus 2021 13:10 WIB
11 Kontroversi Pandji Pragiwaksono yang  Hebohkan Publik, Mulai dari Sebut Kucing Hewan Gembel - Senggol Ormas
Pandji Pragwaksono © KapanLagi.com/Bambang E Ros dan © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Nama Pandji Pragiwaksono dikenal luas sebagai komika atau stand up komedian. Bukan komika biasa, materi lawakan Pandji kerap kali jadi kontroversi. Ia pernah menuai kecaman gara-gara menyebut kucing sebagai hewan gembel.

Tak hanya itu, Pandji juga tak jarang membuat lawakan seputar politik. Bahkan, tidak dalam konteks melawak pun ia berani mengkritik Presiden Jokowi secara terbuka. Penasaran dengan daftar kontroversinya? Intip selengkapnya yuk!

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Sebut SBY Nyimeng

Gambar

Tahun 2011 silam, Pandji menjadi sorotan berkat ucapannya yang membawa nama-nama Presiden SBY. Menurut Solopos.com, kala itu Pandji hadir dalam peluncuran buku Hikayat Pohon Ganja di Gramedia Matraman, Jakarta Timur.

Usai acara tersebut, Pandji sempat berucap, "Banyak banget orang yang pernah nyimeng. Jangankan saya, Obama saja mengaku pernah nyimeng. Bahkan saya yakin, SBY itu pasti juga pernah menghisap ganja."

Ucapan itu pun seketika menjadi pemberitaan di media online. Nama Pandji lantas viral. Melalui blog pribadinya, Pandji memberi tanggapan. Menurutnya, konteks dari ucapan itu adalah bercanda.

Ia pun lantas meminta maaf. "Kalau dirasa becandaan saya melampaui batas, maka dengan ini saya menyatakan permohonan maaf. Kadang memang, kita tidak akan pernah tahu di mana garis batas hingga kita melanggarnya. Sekarang saya tahu, di mana batasnya," tulisnya.

2. Disebut Hina Islam dan MUI

Masih di tahun yang sama, lagi-lagi materi stand up Pandji jadi sorotan. Kala itu, ia membahas tentang jenis-jenis khotib dan menirukan gaya khutbahnya. Menurut Popbela.com, ia juga sempat mengkritik takbir dan fatwa MUI.

Potongan video itu pun beredar di salah satu akun Instagram. Tak sedikit netizen yang menyebut Pandji telah menghina Islam.

3. Penyalahgunaan Toa Masjid

Gambar

Pada tahun 2018, materi lawakan Pandji tentang toa masjid viral. Dalam materi itu, Pandji menceritakan tentang penggunaan toa masjid di dekat rumahnya. Menurut Pandji, masjid itu menyalahi undang-undang.

Menurut Undang-undang, toa masjid hanya boleh dinyalakan 15 menit sebelum dan 15 menit sesudah adzan. Di masjid dekat rumah Pandji, toa masjid digunakan untuk anak-anak mengaji.

Lawakan itu menyulut amarah sebagian umat muslim. Menurut mereka Pandji telah melecehkan agama karena menyinggung properti agama. Tak tanggung-tanggung, Pandji pun pernah disidang gara-gara itu.

“Saya pernah kelar jumatan, saya ditarik sama pak Haji, disuruh duduk dulu, disidang di depan orang-orang yang lagi ngambil sandal, tentang kenapa jokes toa masjid saya demikian,” terangnya lewat kanal Youtube-nya.

Dalam sidang itu, Pandji pun melontarkan argumennya. Setelah diskusi berlangsung, akhirnya permasalahan itu selesai. Meski begitu, nama Pandji tetap diingat netizen dengan lawakan toa masjid.

4. Disomasi Oleh Media Cetak

Tahun 2018 silam, Pandji mendapat panggilan dari harian Pos Kota. Kala itu, Pos Kota menyorot lawakan Pandji yang menyebut harian tersebut identik dengan berita kriminal. Yang dirasa cukup memberatkan adalah Pandji membandingkan Pos Kota dengan media lain.

Pandji memenuhi panggilan itu dan memberikan klarifikasi. Ia mengaku sudah melakukan riset tentang keidentikan Pos Kota dengan berita kriminal. Kendati begitu, ia tetap meminta maaf secara terbuka lewat kanal Youtube-nya.

5. Menyeret Nama Farhat Abbas

Gambar

Tahun 2018 silam Pandji kembali viral gara-gara lawakannya. Kala itu, ia menyamakan teori Evolusi dengan pandangan tafsir Quraish Shihab. Menurut Pandji, dirinya merasa wajib percaya atas ucapan Quraish Shihab. Pangkal masalahnya, Pandji juga menyeret nama Farhat Abbas.

"Yang ngomong Quraish Shihab, masa gue enggak percaya? Kecuali yang ngomong Farhat Abbas tuh, baru gue 'Eh, apaan sih lu, nyet?' 'Ape luh, Dih'. 'Sotoy Lu'," kata Pandji Pragiwaksono dalam video yang beredar.

Tak terima dengan hal itu, mantan suami Nia Daniaty itu menyebut Pandji Pragiwaksono sebagai pelawak kurang ajar. Tak main-main, ia pun melayangkan somasi 2x24 jam untuk Pandji Pragiwaksono meminta maaf dan bertobat.

Tak tinggal diam, komika yang berusia 39 tahun ini juga mengatakan sudah meluruskan masalah ini ke Farhat Abbas. Bagi Pandji Pragiwaksono masalah tersebut sudah selesai.

"Kebetulan sudah ngobrol, habis itu ternyata sudah oke. Memang gimana pun juga kalau kita konflik di Indonesia saya selalu mengapresiasi orang yang tabayun, yang ingin dialog dulu. Utamakan ngobrol, semua sudah selesai kok," ujarnya pada Liputan6.com, Jumat (21/9/2018).

6. FPI dan Orang yang Tak Sekolah

Tak hanya lawakan di stand up spesial-nya yang kontroversi. Cuitan Pandji di Twitter pun jadi sorotan. Pada 2018 silam, Pandji pernah menulis tentang FPI dan orang yang tidak sekolah.

"FPI jangan pernah dibubarkan dan harus tetap ada. Biar kita tahu kalo orang yang nggak pernah sekolah jadinya kaya apa," begitu bunyi cuitannya.

Di luar dugaan Pandji, ternyata ada followers-nya yang tak terima dengan itu. Menurut mereka, Pandji telah menghina orang yang tak sekolah karena disejajarkan dengan FPI.

7. Kasus 'Kucing Gembel'

Gambar

Tahun 2019 silam, beredar potongan video pertunjukan stand up comedy spesial Pandji. Kala itu, Pandji membawakan lawakan tentang kucing. Ia menyebut betapa kucing adalah hewan gembel karena suka meminta-minta makan.

Lawakan itu tak hanya viral tapi juga mendapat kecaman terutama dari yayasan pecinta hewan, Garda Satwa Indonesia (GSI). Menurut mereka, Pandji bisa saja membuat orang lain menjadi tidak peduli dengan kucing jalanan.

Pihak GSI pun berdialog dengan Pandji lalu Pandji mengambil sikap tidak meminta maaf maupun menanggapi protes yang diterima. Ia sepenuhnya menghormati kritik yang dilayangkan padanya.

Pandji sendiri mengaku saat membuat materi lawakan tersebut, ia sudah banyak berdiskusi dengan para pecinta kucing. Netizen pun tampak terbagi dua. Ada yang mendukung Pandji dan menyebut konteks lawakan hanya bercanda. Ada juga yang terus mengecam.

8. Chat Pegawainya Pukul 00.44

Jelang akhir Januari 2021, Pandji hebohkan Twitter lewat cuitannya tentang bagaimana ia memperlakukan pegawai. Menurutnya, banyak orang yang mengira bekerja dengan Pandji adalah momen yang menyenangkan. Hal itu dirasa salah.

"Aku chat timku tentang pekerjaan pukul 00.44 di hari Sabtu. Orang mengira kerja sama aku tuh menyenangkan dan penuh dengan tawa. Pandji sebagai pengusaha beda banget sama Pandji sebagai entertainer. Aku menekan orang, aku suka menuntut, dan aku nggak basa-basi. Oh iya, aku juga memecat orang dengan cepat," tulisnya kala itu.

Twit itu pun seketika mendapat tanggapan dari netizen. Tak sedikit yang menyebut kepemimpinan Pandji tak sehat. Budaya overwork memang sedang gencar dikritik. Meski begitu, banyak juga yang menganggap cuitan itu biasa saja.

9. Singgung NU dan Muhammadiyah

Gambar

Tak berselang lama dari cuitan kontroversialnya, Pandji kembali jadi sorotan karena dianggap menghina NU dan Muhammadiyah. Kala itu, Pandji berdiskusi dengan sejumlah orang mantan anggota FPI tentang isu pembubaran FPI.

Menurutnya, membubarkan FPI itu percuma karena nanti akan muncul ormas serupa.

"Ngebubarin itu percuma karena nanti akan ada yang lain lagi, Front Pejuang Islam atau lainnya. Ngebubarin percuma, kayak nutup situs bokep entar juga kebuka lagi gak ada ujungnya gitu," ujar Pandji seperti yang dilansir dari kanal Youtube-nya.

Yang lantas menjadi kontroversi adalah kala ia menyebut NU dan Muhammadiyah jauh dari rakyat sementara FPI selalu hadir memberikan bantuan.

"FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhammadiyah) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik, sementara FPI itu dekat. Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat gak punya duit, (maka mereka) ke FPI. Kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. Suratnya dibawa ke dokter, jadi diterima," lanjutnya.

Tak sampai di situ saja, Pandji juga mengutip ucapan Tamrin Tomagola. Menurut Tamrin, NU dan Muhammadiyah terlalu elitis.

"Kata Pak Tamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi kalau orang mau datang bisa. Nah, yang NU dan Muhammadiyah yang terlalu tinggi dan elitis. Warga tuh nggak situ, warga justru ke FPI," ungkap ayah dua anak ini.

Ucapan Pandji itu viral di sosial media. Pandji pun sempat merespon. Ia menekankan betapa ia hanya mengutip ucapan Tamrin Tomagola yang ia wawancara pada tahun 2012 di Hard Rock FM.

"Padahal di artikelnya dikasih tahu bahwa itu bukan ucapan gue. Gue mengutip ucapan Pak Thamrin Tomagola, sosiolog. Tapi ya gimana? Banyak orang lebih seneng bikin kesimpulan utuh atas informasi sepotong," tulis Pandji.

10. Harga Teman

Pandji sempat membahas tentang kebiasaan masyarakat meminta harga teman. Menurutnya, kebiasaan itu tak seharusnya menjadi tradisi. Tak heran kalau kemudian Pandji memberikan harga lebih mahal untuk 'harga teman'.

"Kok harga teman lebih mahal dari harga normal? Gue bilang, soalnya teman gue menghargai gue lebih tinggi dari orang lain karena dia teman gue. Dia tahu susahnya pekerjaan gue, bahkan sebagai teman dia ngikutin proses gue. Dia lihat ketika gue belum bisa, dia lihat gue berjuang, dia lihat gue gagal dan bangkit lagi karena dia emang teman gue, sehingga ketika dia butuh gue biasanya dia kasih harga tinggi dari pada orang-orang,” ujarnya kala itu.

Salah satu seleb yang disinyalir menanggapi ucapan Pandji adalah Onad. Onad menyebut statement itu kaku lewat story Instagramnya.

"Habis lihat statement salah satu stand up comedian soal harga teman, hahaha kaku banget jadi orang, normal-normal aja sih teman saling membantu harusnya. Itu baru teman, apalagi situ kayaknya gak oke-oke banget deh. LOL,” tulis Onad.

Pandji pun memberi tanggapan lewat podcast-nya pada Juni 2021 lalu. Menurutnya, ia sempat menghubungi Onad secara personal namun tak direspon.

Pandji juga membeberkan betapa sebelum Onad menyindirnya di Instagram, ia sempat mengajak Pandji mengisi acaranya. Ternyata kerjasama itu tak terjadi karena menurut Onad, tidak ada kecocokan besaran honor.

11. Kritik Presiden Jokowi

Gambar

Beberapa waktu lalu, Pandji sempat mengkritik Jokowi. Menurutnya, Jokowi kerap kali tidak konsisten dengan ucapannya. Ia juga membahas tentang tanggapan pemerintah atas kritik dari BEM UI yang menyebut Presiden Jokowi sebagai Lip of Service.

Tak hanya itu, di momen yang nyaris sama, videonya yang wawancara dengan Adriano Qolbi tahun 2020 kembali jadi sorotan. Kala itu Pandji mengkritik buruknya koordinasi internal pemerintah di bawah pimpinan Jokowi.

“Gue tuh selalu ngerasa, Pak Jokowi itu kayak, kalau misalkan kementerian atau pemerintah tuh punya grup WhatsApp kerjanya ngelihatin doang, gak pernah ikut nimbrung. Dia bingung nih, 'gua mau ngomong apa',” ujarnya.

Hal itu seketika menyulut reaksi dari para pendukung Jokowi, salah satunya eks Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. “Bagi saya, taik burung lebih berharga daripada bocah ini berdua. Taik burung masih bisa menyuburkan tanah, sementara 2 bocah ini ngga ada gunanya sama sekali," tulisnya di Twitter.

Editor:   Tantri Dwi Rahmawati