Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

20 Hari Ditahan Karena Dugaan Korupsi, Mark Sungkar Sakit

Wulan Noviarina Anggraini   | Rabu, 10 Maret 2021 00:38 WIB
20 Hari Ditahan Karena Dugaan Korupsi, Mark Sungkar Sakit
Mark Sungkar © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Artis Mark Sungkar saat ini tengah tersandung kasus dugaan korupsi atau penggelapan dana kegiatan pelatnas Trialthon. Pria berusia 72 tahun itu sudah  mendekam di sel tahanan selama 20 hari, tepatnya sejak berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Sudah 20 hari lalu lah pak Mark jadi tahanan penuntutan," ucap Fahri Bachmid, kuasa hukum Mark saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/3).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Sakit

Gambar

Selama 20 hari mendekam di penjara, kondisi Mark Sungkar cukup memprihatinkan. Kesehatannya pun kian hari kian menurun. "Beliau (Mark Sungkar) mengeluh sakit. Ketika ditahan itu mengalami diare. Beliau juga menyampaikan sakit pinggangnya kambuh," katanya.

Untuk itu, tim kuasa hukum ayah Zaskia dan Shireen Sungkar itu akan mencoba mengajukan penangguhan penahanan untuk kliennya pada majelis hakim. "Nanti akan kita mintakan ke Majelis Hakim dengan pertimbangan kemanusiaan untuk penangguhan penahanan atau dijadikan tahanan rumah," ujarnya.

2. Kasus Mark Sungkar

Gambar

Seperti diketahui, Mark Sungkar membuat dan mengajukan proposal kegiatan bertajuk 'Era Baru Triatlon Indonesia', ke Menpora, dengan anggaran sebesar Rp 5,072 miliar, di tahun 2017.  Setelah acara selesai, ada sisa uang Rp 399,7 juta dari kegiatan tersebut dan diduga digunakan Mark Sungkar untuk memperkaya diri sendiri.

Selain itu, Mark Sungkar juga disangkakan telah memperkaya orang lain, antara lain Andi Ameera Sayaka sebesar Rp 20,65 juta, kemudian Wahyu Hidayat Rp 41,3 juta, Eva Desiana sebesar Rp 41,3 juta, Jauhari Johan Rp 41,3 juta, atau pihak korporasi The Cipaku Garden Hotel atas nama Luciana Wibowo Rp 150,65 juta.

Atas kejadian itu, negara mengalami kerugian dengan total Rp 694,9 juta sebagaimana laporan hasil audit BPKP.

Reporter:   Sahal Fadhli

Topik Terkait