5 Kontroversi Ini Membuat Barbie Kumalasari Dikenal, Mulai Rumah Mewah-Cincin Berlian

Sanjaya Ferryanto | Selasa, 09 Juli 2019 14:01 WIB
5 Kontroversi Ini Membuat Barbie Kumalasari Dikenal, Mulai Rumah Mewah-Cincin Berlian

Kapanlagi.com - Nama Barbie Kumalasari baru-baru ini memang mendapatkan atensi khusus dari para netizen, yang sayangnya berupa atensi negatif. Sang suami, Galih Ginanjar tersandung kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Fairuz A. Rafiq.

Barbie pun terkena imbas dari kasus tersebut dengan ikut menjadi sasaran hujatan warganet. Sebenarnya bukan kali ini saja Barbie menjadi perbincangan. Ada beberapa kasus yang membuatnya menjadi bahan perbincangan.

Seperti apa sih kontroversi tersebut? Kami menghimpun 5 di antaranya, simak deh!

 

1 dari 5 halaman

1. Operasi Plastik

Operasi Plastik © Kapanlagi/Febio Hermanto
Barbie sempat disorot karena penampilannya yang berbeda jauh dari dulu kala. Kalau kamu suka nonton sinetron Bidadari pada tahun 2000-an dulu, kamu mengenal sosok barbie yang memerankan pembantu bernama Mbok Ijah.

Dari sinetron tersebut terlihat jika sosok Barbie agak gemuk kala itu. Sempat tak terdengar lagi gaungnya, Barbie tampil lagi dengan penampilan baru, tubuh langsing dan wajah tirus. Kabarnya dirinya menghabiskan biaya 4 miliar rupiah untuk operasi plastik.

2 dari 5 halaman

2. Berlian Yang Diduga Palsu

Berlian Yang Diduga Palsu © Youtube yesiscaiskandar
Sosok Barbie Kumalasari selalu tampil dengan barang-barang mewah. Salah satunya adalah cincin berlian yang kerap dipamerkannya. Dalam Youtube Jessica Iskandar, dirinya mengatakan jika memiliki sebuah toko berlian.

Dirinya juga kerap memamerkan cincin berlian yang kabarnya memiliki 30 karat. Namun banyak netizen yang meragukan keaslian berlian tersebut dan menyebutnya hanya barang palsu semata.

Bahkan pengacara kondang tanah air Hotman Paris Hutapea juga ikut meragukan berlian tersebut. Dirinya pun menantang Barbie untuk membuktikan keaslian berlian tersebut.

3 dari 5 halaman

3. Hermes KW

Hermes KW Instagram @hermes_selebriti
Layaknya sosialita yang lain, Barbie juga kerap memamerkan foto saat dirinya menenteng tas Hermes yang harganya tentu saja mahal. Namun kembali netizen mempertanyakan keaslian tas tersebut.

Belakangan, dirinya pun mengakui jika tas mirip Hermes tersebut adalah buatan UKM lokal yang mirip dengan merek terkenal. Pernyataan tersebut diucapkannya dalam acara Wow Banget yang dipandu oleh Atta Halilintar.

"Itu made in Indonesia memang. Dibilang sama dia, itu tasnya fake. Kalau itu emang produk UKM di Instagram juga dibilangin," ucapnya.

4 dari 5 halaman

4. Belum Lulus Kuliah

Belum Lulus Kuliah © PDPT DIKTI
Paralel dengan kasus ikan asin sang suami, dugaan jika Barbie belum selesai berkuliah ikut merebak. Sebuah akun gosip mengungkap informasi jika Barbie masih belum lulus kuliah hukum, dan masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi.

Meski begitu, setelah dikonfirmasi ke dekan fakultas yang bersangkutan, dikatakan jika Barbie sudah lulus pada tahun 2012 lalu.

"Kumalasari memang benar kuliah di sini dan masuk tahun 2010 pindahan dari kampus sebelumnya. Dia lulus tahun 2012," ujar DR. Sukardi, S.H.m M. Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Azzahra, kepada KapanLagi.com saat ditemui di Jatinegara, Kp Melayu, Jakarta Timur, Rabu (4/7).

"Kalau soal info dia belum lulus dan masih terdaftar sebagai mahasiswi aktif itu bisa dipertanyakan ke media yang pertama kali mengeluarkan berita tersebut," tambahnya.

5 dari 5 halaman

5. Rumah Mewah

Rumah Mewah Youtube Trans TV
Barbie dan Galih juga pernah memperlihatkan rumah mewah mereka, yang ternyata bukan rumah mereka. Rumah tersebut adalah milik seseorang yang bernama Mr. Puisi. Melalui akun Lambe Turah, Mr. Puisi memberikan beberapa poin terkait rumah tersebut.

Salah satu pernyataannya adalah rumah tersebut bukanlah rumah tinggal, melainkan sebuah museum puisi. Mr. Puisi mengatakan jika Galih hanya meminta izin menggunakan museum tersebut untuk keperluan syuting.

Sosok Mr. Puisi sendiri memang cukup populer di Twitter. Dirinya sendiri diketahui adalah seorang budayawan sekaligus pengusaha yang berasal dari Pulau Dewata Bali.

(kpl/frs)


Editor:  

Sanjaya Ferryanto

↑