6 Fakta Arswendo Atmowiloto Penulis Naskah 'KELUARGA CEMARA', Tidak Tamat Kuliah

Dhimas Nugraha | Minggu, 21 Juli 2019 19:41 WIB
6 Fakta Arswendo Atmowiloto Penulis Naskah 'KELUARGA CEMARA', Tidak Tamat Kuliah

Kapanlagi.com - Penulis naskah film KELUARGA CEMARA, Arswendo Atmowiloto meninggal pada hari Jumat(17/7/2019). Sastrawan dan novelis terkenal ini menghembuskan nafas terakhir di usia 70 tahun.

Kepergian Arswendo  tentu meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan dunia sastra tanah air. Pasalnya, ia dikenal sebagai orang yang baik dan sangat, sosok yang kreatif dan orang yang cukup detail.

Di mata keluarga, Arswendo dikenal sebagai sosok yang sabar dan humoris. Meski humoris dan sabar, ia juga dikenal sebagai orang yang disiplin dan bertanggung jawab, apalagi soal masalah keluarga.

Sepak terjang Wendo di dunia sastra memang tak perlu diragukan lagi. Karya-karya yang diciptakan pun selalu mendapat apresiasi tinggi dari dunia sastra. Nah, berikut ini adalah fakta-fakta menarik dari Arswendo Atmowiloto.

 

1 dari 6 halaman

1. Arswendo Atmowiloto Tak Tamat Kuliah

Arswendo Atmowiloto Tak Tamat Kuliah Arswendo Atmowiloto ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Bernama asli Sarwendo, ia kemudian mengubah nama lahirnya menjadi Arswendo dan menambahkan nama ayahnya, Atmowiloto di belakang. Pria yang akrab disapa Wendo itu, setelah lulus dari SMA melanjutkan kuliahnya di IKIP Solo, tapi tidak tamat kuliah.

Tahun 1979, ia mencoba peruntungannya dengan mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa. Dari sinilah karya-karya sastranya bermunculan.

2 dari 6 halaman

2. Memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian

Memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Arswendo Atmowiloto ©KapanLagi.com
Arswendo Atmowiloto sangat mencintai dunia sastra. Pada tahun 1972, ia pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa tengah. Ia juga pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa kantor berita dan majalah.

Tak hanya itu, ia juga pernah memegang jabatan sebagai pimpinan redaksi di majalah Hai, Monitor, dan Senang.

3 dari 6 halaman

3. Tak Tamat Kuliah, Arswendo Kerja Serabutan

Tak Tamat Kuliah, Arswendo Kerja Serabutan Arswendo Atmowiloto ©KapanLagi.com
Setelah berhenti kuliah, Arswendo memutuskan untuk bekerja serabutan. Beberapa jenis pekerjaan pernah ia lakukan, seperti bekerja di pabrik bihun dan pabrik susu. Ia juga pernah menjadi penjaga sepeda dan menjadi pemungut bola.

Tahun 1971, ia menerbitkan cerita pendek pertamanya yang berjudul Sleko di harian Bahari. Sejak saat itu, tulisan-tulisannya, seperti novel, cerpen terus bermunculan.

4 dari 6 halaman

4. 'KELUARGA CEMARA' Ditulis Pada Tahun 1970

'KELUARGA CEMARA' Ditulis Pada Tahun 1970 Arswendo Atmowiloto ©KapanLagi.com
Karya Arswendo Atmowiloto yang paling dikenal oleh publik adalah KELUARGA CEMARA. Cerita ini mulai ia kerjakan sejak tahun 1970, sebelum akhirnya booming di tahun 80-an.

Tak cukup sampai di situ, novel tentang kisah keluarga kecil ini kemudian diadaptasi menjadi serial TV. Benar saja, hasilnya sungguh luar biasa, dan tahun 2018 diangkat menjadi film layar lebar yang meraih banyak penghargaan.

5 dari 6 halaman

5. Pernah Dihukum Penjara Selama Lima Tahun

Pernah Dihukum Penjara Selama Lima Tahun Arswendo Atmowiloto ©KapanLagi.com
Arswendo Amtmowiloto pernah dihukum penjara selama lima tahun pada 1991. Ia dituduh melakukan pemberontakan kepada pemerintah Orde Baru lewat karya sastra yang ia tulis.

Selama jalani masa tahanan, ia menulis sejumlah karya sastra, cerita bernuansa absurd, dan anekdot humor. Salah satu karyanya yang ia tulis di penjara dan menjadi terkenal adalah Menghitung Hari, dan benar, sinteron tersebut pun mendapat penghargaan.

6 dari 6 halaman

6. Meninggal Karena Kanker Prostat

Meninggal Karena Kanker Prostat Arswendo Atmowiloto ©KapanLagi.com
Puluhan karya sudah diciptakan oleh Arswendo Atmowiloto sejak tahun 70-an hingga akhir era 90-an. Dari mulai KELUARGA CEMARA, MENGHITUNG HARI, hingga ALI TOPAN ANAK JALANAN sudah ia ciptakan.

Dari karya sastranya ini lah, ia akhirnya bisa membuat sebuah rumah produksi bernama PT. Atmo Chademas yang melahirkan beberapa judul serial terkenal, seperti KELUARGA CEMARA

Namun, ia harus melawan penyakit yang sudah dideritanya sejak setahun yang lalu. Kanker prostat yang ia lawan ternyata lebih hebat dari daya tahan tubuhnya. Hingga akhirnya ia meninggal di usia 70 tahun dengan meninggalkan banyak karya.

(kpl/dim)


Editor:  

Dhimas Nugraha

↑