Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Ke Pasar Tradisional, Ini 7 Potret Arumi Bachsin Cari Lidah Sapi - Transaksi Pakai Bahasa Jawa Sambil Bercanda Bareng Penjual

Senin, 17 Januari 2022 14:33 WIB
Ke Pasar Tradisional, Ini 7 Potret Arumi Bachsin Cari Lidah Sapi - Transaksi Pakai Bahasa Jawa Sambil Bercanda Bareng Penjual
Arumi Bachsin Blusukan ke Pasar Tradisional (Credit: Youtube/Arumi Bachsin)

Kapanlagi.com - Arumi Bachsin cukup sering membagikan cerita kesehariannya melalui kanal Youtube. Kali ini, dia membagikan videonya saat blusukan ke pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Arumi pun tampak senang berinteraksi dengan para penjual dan pembeli lain di Pasar Soponyono, Surabaya. Dia juga banyak bercanda dan banyak menggunakan kosakata bahasa Jawa. Dia tampak menikmati kegiatan memborong ikan, sayur, hingga camilan di pasar tersebut.

Nah, bagi kalian yang penasaran dengan gaya Arumi Bachsin dalam bertransaksi di pasar tradisional, yuk langsung intip sederet potretnya berikut ini.

1. Datang ke Pasar Setelah Bertugas

Gambar

Arumi Bachsin datang ke Pasar Soponyono di Surabaya untuk berbelanja. Sayangnya, dia mengaku kesiangan karena tiba-tiba ada kegiatan yang mengharuskannya ke bandara terlebih dahulu.

"Hai, selamat datang di surganya para ibu-ibu. Cuma datangnya aku kesiangan gaes, jadi harusnya tuh aku hari ini dari pagi-pagi udah menyiapkan waktu, tapi tadi pagi tu tiba-tiba harus ke bandara dulu, ada kegiatan dulu jadi aku masih pakai baju kaya gini," tutur Arumi saat baru memasuki pasar.

2. Lancar Pakai Bahasa Jawa

Gambar

Sebagai anak yang lahir blasteran Belanda, Jerman, dan Palembang, juga tumbuh besar di Jakarta, wajar jika Arumi Bachsin awalnya tak bisa bahasa Jawa. Namun, setelah tinggal di Trenggalek dan kini pindah ke Surabaya untuk mengikuti suaminya, Arumi Bachsin pun semakin lancar berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Bahkan logatnya pun sudah mirip dengan warga setempat.

Meski begitu, ada beberapa kosakata yang tak dia pahami. Seperti saat salah satu penjual mengatakan, "Wes payu", Arumi bertanya ke orang lain hingga dia tahu bahwa arti dari ungkapan tersebut adalah "sudah laku".

"Oh wes payu, wes payu gaes, nggak bisa dibeli," kata Arumi.

3. Bercanda dengan Para Penjual dan Pembeli Lain

Gambar

Kelancaran berbahasa Jawa membuat komunikasi Arumi Bachsin dan para penjual semakin lancar. Hal itu membuatnya tak hanya melakukan transaksi, tapi juga bercanda sesekali. Seperti saat membeli bayam, dia bercanda dengan penjual dan pembeli lain.

"Cilik-cilik men lo pak," kata Arumi sambil memegang beberapa ikat bayam.

"Iki lo mbak sing gede, iki lo mbak," kata pembeli lain sambil menunjuk-nunjuk penjualnya dengan bayam.

Arumi dan penjual tersebut kemudian tertawa mendengar seloroh tersebut.

"Bayeme cilik, Bapake sing gede," Arumi menimpali sambil terus memilih bayam.

4. Cari Lidah Sapi untuk Suami

Gambar

Lidah sapi merupakan makanan favorit suami Arumi Bachsin, Emil Dardak. Meski mengaku jijik, Arumi Bachsin langsung membelinya saat melihat ada lidah sapi di pasar.

"Lidah sapi ya bu? Kerso, Bu," kata Arumi begitu melihat lidah sapi yang memang sengaja dicari sejak awal.

"Suamiku suka lidah, tapi aku jijik jadi kalau pas lagi masak ini tu aku sampe make sarung tangan".

5. Memborong Ikan

Gambar

Arumi Bachsin datang ke lapak ikan untuk mencari ikan kembung. Ketika ada penjual yang menawarkan dagangannya, dia langsung belok dan membeli semua ikan kembung di tambah jenis ikan lain.

"Mbak, ini kembung," kata salah satu penjual.

"Nah mau bu," Arumi menghampiri penjual tersebut.

"Berapa, satu kilo?"

"Semua wes," kata Arumi kemudian melihat dagangan lain, seperti kerang dan cumi.

6. Foto Bareng Ibu-Ibu di Pasar

Gambar

Setelah mendapat banyak bahan makanan, Arumi Bachsin mampir ke lapak camilan. Dia mencari camilan yang dikenal sebagai kuku macan. Tiba-tiba ada penjual yang menghampirinya dan minta berfoto.

"Minta foto mi," kata seorang penjual mendekati.

"Yo yo let's go, let's go, tapi aku tak ndelok-ndelok iki lah, lihat-lihat," kata Arumi yang masih antusias berburu camilan.

Setelah itu, dia ditawari untuk membeli nasi krawu. Arumi pun menjelaskan jika nasi tersebut khas Gresik.

"Nah, nggih nih nasi krawu teman-teman, tahu nggak nasi krawu itu dari mana? Dari Gresik," Arumi pun melanjutkan berbincang dengan penjualnya, "Njenengan dari Gresik ta, Bu? Nggih bu, tak ambil lima gitu."

7. Arumi Bachsin Senang Berbelanja di Pasar

Gambar

Sampai di rumah, Arumi Bachsin membuka semua barang belanjaannya. Setelah menghitung pengeluaran, dia menyatakan jika perbandingan harganya jauh lebih terjangkau.

"Jadi teman-teman, aku tadi dibantu itungin sama yang ngikut perbandingannya tu jauh banget, kenapa aku bilang pasar itu surganya ibu-ibu karena dengan uang yang cukup affordable sebetulnya, kita bisa dapet banyak banget," kata Arumi sambil memegangi belanjaannya.

"Jadi yang menjual di pasar itu pasti kasih harga yang paling fair, paling adil dan ketika kita beli dari mereka kayaknya lebih membantu buat mereka daripada kita beli dari supermarket. Kitanya seneng, mereka juga mungkin seneng,"

Nah, itulah potret Arumi Bachsin yang blusukan ke pasar tradisional untuk berbelanja bahan makanan sehari-hari dan lidah sapi favorit suaminya, Emi Dardak.