8 Tahun Berlalu, Norman Kamaru Ungkap Fakta Kronologi Pemecatannya

Rahmi Safitri   | Jum'at, 01 Maret 2019 20:35 WIB
8 Tahun Berlalu, Norman Kamaru Ungkap Fakta Kronologi Pemecatannya
Norman Kamaru © Istimewa

Kapanlagi.com - Masih ingat dengan Norman Kamaru? Dulu dia pernah viral dan populer banget kala masih menjadi polisi. Gara-gara videonya ngedance lagu India, Chaiya Chaiya, Norman lalu diundang ke Jakarta ke berbagai acara televisi hingga sempat menjadi artis.

Di tahun 2011, Norman lagi-lagi menjadi berita setelah dia diketahui dipecat oleh tim kepolisian karena dianggap lebih ingin jadi artis. Norman pun juga sempat berbisnis. Lalu bagaimana kabar terbarunya kini? Norman jadi vlogger dan punya channel YouTube lho.

Dalam video terbarunya, Norman mengungkap kejadian sesungguhnya tentang pemecatan dirinya dari kepolisian. Saat itu banyak orang mengira kalau Norman dipecat karena mangkir dari tugasnya sebagai seorang polisi. Meski orangtuanya marah-marah dan mengatakan kalau apa yang terjadi tak seperti yang diduga banyak orang, tak ada yang percaya dengan mereka.

Delapan tahun berlalu, Norman yang diam selama ini akhirnya memilih buka suara. Ia tak tahan karena namanya terus disebut-sebut dan dibawa-bawa. Sambil minta maaf, ia lalu mengungkap apa yang terjadi.

1. Semua Yang Dilakukan Adalah Perintah

Norman menjelaskan dia sama sekali tak ada niat mengunggah video dirinya joged Chaiya Chaiya ke YouTube. Ketika dapat panggilan untuk datang ke berbagai acara televisi juga atas perintah atasan. Setelah itu saat kembali ke Gorontalo, ia merasa menjadi tahanan rumah.

Selama itu ia tinggal di rumah KSAD yang jaraknya lima meter dari rumah. Tapi ia tak bertugas layaknya seorang polisi. Kapolda juga menyebutnya sebagai aset.

Norman merasa aneh karena dia tidak ikut apel pagi atau siang, tidak boleh pulang saat Sabtu - Minggu, dan bergaul dengan teman-teman. Ia baru keluar rumah jika ada orang-orang yang mau foto bareng atau infotainment yang ingin melihat kesehariannya sebagai polisi.

2. Merasa Seperti Tahanan Rumah

Norman lalu memutuskan curhat kepada KSAD kalau dirinya ingin bertugas seperti polisis pada umumnya. Ia lalu diminta mengurus surat pindah ke Mabes melalui Kapolda. Tapi sampai 6 kali mengirim, ia tak pernah dapat acc dari Kapolda. 

Karena merasa jenuh hanya berada di rumah KSAD, Norman memutuskan untuk kabur selama lima hari keluar kota dan having fun bersama teman-teman. Tapi pihak atasannya tahu soal ini dan memintanya kembali. 

3. Disuruh Keluar

Norman kembali menyatakan keinginannya untuk bertugas lagi kepada KSAD yang kemudian mengatakan akan bicara langsung kepada Kapolda. Setelah tiga hari tak ada kabar, Norman memutuskan untuk minta tolong orangtuanya. Ayah dan ibunya pun pergi menghadap Kapolda.

"Menurut ayah saya, mereka ngomong baik-baik, 'Pak, status anak saya gimana? Dia cuma pengen tugas seperti biasa'. Jawabannya malah, 'Udah keluar aja dari polisi'," kata Norman.

Tentu saja orangtua Norman yang datang baik-baik, emosi mendengar jawaban Kapolda. Setelah itu, Norman pun menjalani sidang.

4. Dipecat Dengan Tidak Hormat

Sidang pertama soal kode etik yang menyatakan soal penundaan pangkat. Norman baru hadir di sidang kedua bersama orangtuanya. Di sidang kali ini, saksi yang datang membenarkan kalau Norman tidak kerja selama 85 hari. setelah sidang kode etik, penundaan pangkat. Pernyataan saksi ini tentu saja membuat orangtua Norman marah. Melihat ini, ia merasa tak kuat dan memutuskan keluar persidangan.

Dengan meneteskan air mata, Norman cerita kalau di sidang ketiga, dirinya tidak hadir. Tapi pada saat itulah ia dinyatakan dipecat dengan tidak hormat. Karena tak tahu apa yang harus dilakukan, Norman hanya bisa menerima dan baru mengungkap kebenarnnya sekarang.

Editor:   Rahmi Safitri