Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Adam Deni dan Kuasa Hukum Jerinx SID Memanas di Ruang Sidang, Kena Tegur Hakim

Rabu, 12 Januari 2022 21:05 WIB
Adam Deni dan Kuasa Hukum Jerinx SID Memanas di Ruang Sidang, Kena Tegur Hakim
Jerinx di ruang sidang © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Sidang lanjutan kasus dugaan pengancaman melalui media elektronik dengan terdakwa Jerinx SID kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/1).

Sidang beragendakan mendengar keterangan saksi itu pun menghadirkan Adam Deni sebagai saksi korban. Dalam sidang kali ini sempat terjadi ketegangan antara Adam Deni dan Kuasa Hukum Jerinx SID, Sugeng Teguh Santoso.

1. Mulai Terjadi Ketegangan

Gambar

Hal itu bermula ketika Sugeng Teguh Santoso ingin mengungkap pertemuan antara kliennya Jerinx SID dan Adam Deni di sebuah hotel untuk melakukan mediasi. Ia juga mengatakan bahwa ada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Adam Deni terhadap Jerinx SID. Namun, hal itu semua dibantah oleh Adam Deni.

"Pertemuan tersebut terjadi?" tanya Sugeng Teguh Santoso

"Pertemuan tersebut terjadi, saya aminkan itu," jawab Adam Deni.

"Apakah karena permintaan Rp 15 miliar ini tidak terpenuhi?" tanya Sugeng Teguh Santoso.

"Tidak ada permintaan itu," jawab Adam Deni.

2. Semakin Memanas

Gambar

Suasana di ruang sidang pun semakin memanas antara keduanya.

"Siapa yang menyediakan fasilitas hotel?" tanya Sugeng Teguh Santoso.

"Saya sendiri! Transaksi rekening ada di sini," kata Adam Deni dengan nada meninggi sambil mengangkat handphone-nya.

"Makin nggak nyambung pak. Jujur," lanjut Adam Deni.

3. Majelis Hakim: Jangan Emosi!

Gambar

Melihat suasana semakin panas, Majelis Hakim pun langsung memberhentikan pembicaraan kedua belah pihak dan meminta jangan emosi.

"Jangan bikin suasana ini makin keruh. Ada hukum acara yang mengatur jangan emosi di sini, hormati persidangan yg diatur dalam hukum acara pidana. Hukum acara pidana ini dibikin oleh negara. Pemerintah dan DPR, wakil rakyat," ujar Majelis Hakim.

4. Damai

Gambar

"Jangan kita menjadi emosi. Bukan pasar ini, ini persidangan. Malu kita sama orang. Orang banyak aja tertib, kita yang ribut. Apa yang diributkan? Apa yang diemosikan? Tanya baik-baik. Bertanya juga tidak boleh memaksa. Kalau dia nggak mau memberikan jawaban ini, bertanya dengan yang lain. Kita tenang dulu ya. Bisa ya?" sambungnya.

Persidangan pun akhirnya kembali dilanjutkan dengan suasana yang lebih tenang dari sebelumnya.