Agum Gumelar Siap Berantas Kejahatan 'Kerah Putih'

Anton | 02 April 2008, 05:15 WIB
Kapanlagi.com - Cagub dari koalisi tujuh partai, H Agum Gumelar, menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi yang dilakukan setiap oknum aparatur pemeritahan bersama oknum terkait lainnya.

"Kejahatan 'kerah putih' selalu berdampak pada kemiskinan dan kesengsaraan rakyat," kata Agum Gumelar dalam kampanyenya di Alun-Alun Kabupaten Garut, Selasa (1/4).

Di hadapan massa pendukungnya di 'Kota Dodol' itu, Agum menyatakan, kejahatan korupsi dipastikan menjadi penyebab kemiskinan dan terhambatnya proses pembangunan.

Menurut Agum, ada tiga perilaku oknum aparat tega berbuat kejahatan korupsi yakni buruknya perwatakan pribadi, permasalahan akhlak serta buruknya penguasaan hakikat kepemimpinan.

"Agenda utama saya pada pencalonan ini untuk memberantas korupsi sekaligus memberantas kemiskinan," kata mantan Ketua Umum KONI Pusat itu.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, dirinya akan segera membereskan dan membersihkan manajemen pemerintahan hingga aparatur paling bawah yang hingga saat ini belum tertib.

Sementara itu suasana kampanye pasangan Agum - Nu'man di Kabupaten Garut dimeriahkan dengan penampilan pedangdut jawara KDI asal Kabupaten Garut, Gita KDI, yang melantunkan tembang-tembang pilihannya.

Dalam kampanye di daerah yang populer dengan 'Domba Garut'-nya itu, Agum sempat mengunjungi masyarakat di kawasan Bungbulang Garut dengan menggunakan helikopter. Selain itu bapak mertua dari pebulutangkis nasional Taufik Hidayat itu juga mengunjungi Pondok Pesantren Al Fallah, Garut.

Selanjutnya pasangan itu melanjutkan kampanye di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya. Di tempat kelahirannya itu, Agum dan cawagubnya, H Nu'man Abdul Hakim, disambut oleh pendukung setianya yang tetap bertahan meski diguyur hujan cukup deras.

Kali ini giliran H Nu'man Abdul Hakim menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan upaya pembangunan serta membangun infrastruktur dan supra struktur di setiap pondok pesantren.

"Pesantren, santri dan ulama merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Melalui lembaga itu pulalah sumber daya manusia berakhlak, berilmu dan memiliki sejuta potensi untuk membangun bangsa ini," kata Nu'man Abdul Hakim.

Nu'man menambahkan, ilmu pengetahuan serta akhlak yang terkandung dalam agama itu akan mampu mengubah hidup manusia menjadi sejahtera. Sebaliknya kebodohan itu sangat dekat dengan kefakiran. (*/bun)

Editor:  

Anton