ADVERTORIAL

Ajarkan Kebiasaan Cuci Tangan, Christian Sugiono Bikin Momen Family Bonding yang Seru Bareng Anak

Wuri Anggarini  | 19 Oktober 2020, 09:51 WIB
Ajarkan Kebiasaan Cuci Tangan, Christian Sugiono Bikin Momen Family Bonding yang Seru Bareng Anak

Kapanlagi.com - Bicara soal papa muda selebriti yang jadi idaman, nama Christian Sugiono pasti jadi salah satu yang wajib masuk dalam daftar. Ayah dari dua anak ini memang dikenal sebagai family man yang sayang banget dengan keluarga. Di tengah masa pandemi seperti ini di mana lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, Tian pun memanfaatkan momen ini untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga di rumah dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Misalnya dengan mulai mengajarkan kebiasaan cuci tangan untuk anak sejak dini kepada dua anaknya, Juna dan Kai.

Kebiasaan cuci tangan memang penting banget dilakukan di masa pandemi seperti sekarang ini, karena dapat mencegah penularan virus yang sedang menyebar. Menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia 2020, suami dari Titi Kamal ini berbagi tipsnya menanamkan kebiasaan cuci tangan kepada anak lewat virtual press conference ‘C untuk Cuci Tangan, Edukasi Cuci Tangan Pada Anak Sejak Usia Dini' yang diselenggarakan Lifebuoy pada Kamis (15/10/2020).

Bikin Jadi Momen Family Bonding yang Menyenangkan

Dalam konferensi pers tersebut, Christian Sugiono yang juga sebagai Brand Ambassador Lifebuoy bercerita bahwa kebiasaan mencuci tangan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama di keluarganya. Namun, di situasi pandemi seperti sekarang ini, kebiasaan tersebut semakin ditingkatkan.

“Saya bersama Titi sudah membiasakan Arjuna dan Kai untuk mencuci tangan, jauh sebelum pandemi. Namun sekarang kami merasakan pembiasaan mencuci tangan dengan baik dan benar pada anak-anak menjadi semakin penting. Kami juga terus mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan setiap saat, sebelum dan sesudah beraktivitas, terutama aktivitas di luar. Kami sadar pandemi ini belum selesai, sehingga kita semua tetap harus waspada. Jadi melalui kesempatan ini, saya juga ingin mengajak para orang tua Indonesia, sebagai sosok yang berperan besar dalam hidup anak-anak, untuk mengajarkan dan mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan dengan benar agar terhindar dari kuman, terlebih di situasi pandemi seperti sekarang,” jelas Tian dalam sesi konferensi pers tersebut.

Tian pun punya cara tersendiri dalam menanamkan kebiasaan mencuci tangan. Kalau untuk Kai yang masih kecil, ia memanfaatkan video tentang kuman dan bakteri yang pastinya lebih menarik untuk anak seusianya. Sementara Juna sudah lebih memahami apa itu virus jadi tinggal diberi contoh saja.

“Anak-anak lebih gampang kalau orang tua juga melakukan hal yang sama. Jadi ini sudah kaya family bonding gitu karena dilakukan bersama-sama. Kalau pun anak masih ada yang kurang nanti kita kasih tahu. Lama-lama anak jadi lebih ngerti dan terbiasa,” lanjutnya.

Menanamkan kebiasaan cuci tangan untuk anak juga ada tantangannya tersendiri. Yang sering dirasakan Tian adalah saat Juna lagi sedang lagi asyik main lalu malas diajak cuci tangan, atau Kai yang malah mainan sama busa sabunnya.

“Memang kadang ada malasnya saat Juna lagi asyik main. Tapi balik lagi jadiin momen cuci tangan lebih fun bersama-sama. Tantanganya juga Kai kalau ada busa dia malah nggak mau stop. Lucu sih, tapi kita bikin fun aja,” ungkap Tian.

Saatnya Mengubah Paradigma Tentang Cuci Tangan

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Dr. Efmansyah Iken Lubis, MM, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Jakarta Selatan, mewakili PDUI sebagai organisasi perhimpunan dengan anggota terbesar di Ikatan Dokter Indonesia. Ia menjelaskan bahwa saatnya masyarakat mengubah paradigma tentang cuci tangan yang selama ini mungkin hanya dilakukan di waktu tertentu saja, kini dilakukan sesering mungkin.

“Dalam situasi pandemi, semua orang berisiko tertular virus, termasuk lingkungan keluarga terdekat. Jadi sangat penting untuk membiasakan seluruh anggota keluarga untuk mencuci tangan dengan baik. Sekarang kita perlu mengubah paradigma, mencuci tangan tidak hanya sebelum dan sesudah makan atau sesudah dari toilet saja, tapi harus dilakukan setiap saat. Selesai bermain atau melakukan aktivitas apapun, ingatkan anggota keluarga terutama anak-anak untuk mencuci tangan. Perlu ada perubahan perilaku mendasar untuk menjaga keselamatan dan kesehatan, salah satunya melalui inisiatif untuk mengedukasi dan menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan baik yang benar sejak usia dini agar terbiasa hingga dewasa kelak,” jelas Dr. Iken.

Inisiatif Global Lifebuoy: C Untuk Cuci Tangan

Konferensi pers yang dilakukan Lifebuoy ini dalam rangka menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia tahun ini. Sejak program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dijalankan sejak 2004, Lifebuoy telah menjangkau 100 juta tangan bersih di Indonesia dan terus berkomitmen menjaga kesehatan keluarga Indonesia, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. 

“Selama lebih dari 86 tahun, Lifebuoy sudah menjadi bagian dari keluarga Indonesia untukmelindungi mereka dari kuman. Terlebih dalam masa pandemi saat ini, kami terus mengingatkan dan memfasilitasi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan setiap saat, salah satunya dengan menyediakan fasilitas cuci tangan portabel di area yang membutuhkan. Sebelum terjadinya pandemi, ternyata 2 dari 3 orang indonesia*, masih mencuci tangan hanya menggunakan air tanpa sabun. Untuk itu pada Hari Cuci Tangan Sedunia kali ini, kami ingin menekankan kembali pentingnya edukasi CTPS sejak usia dini untuk menanamkan kebiasaan CTPS yang akan terus terbawa hingga dewasa. Sehingga, di tengah situasi saat ini, kegiatan mencuci tangan pakai sabun menjadi semakin penting untuk dilakukan dan ditanamkan sejak usia dini,” ujar Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing and Baby Unilever Indonesia.

Sejalan dengan semangat Hari Cuci Tangan Sedunia, Lifebuoy meluncurkan inisiatif ‘C untuk Cuci Tangan'. Inisiatif dan kemitraan di tingkat global ini diantaranya berupa dukungan dana senilai Rp517 miliar dan pembuatan jingle lagu untuk anak-anak, untuk mengedukasi dan mendorong perubahan perilaku mencuci tangan sejak usia dini di berbagai negara.

Sementara itu, khusus di Indonesia Lifebuoy telah memaksimalkan kolaborasi untuk memperluas jangkauan dan manfaat program ke berbagai penjuru negeri. Mulai dari peluncurkan Program Sekolah dan Pesantren Sehat 2020 yang merupakan kerja sama Unilever dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, PDGI, PERDOSKI, dan PERSI. Selain itu, ada juga program Hygiene and Behavior Change Coalition (HBCC) bersama Duta Besar Inggris, UNICEF, dan Save The Children.

Untuk membuat masyarakat lebih aware dengan dampak yang lebih luas di Indonesia, Lifebuoy juga mengadakan konser virtual penggalangan dana yang bekerja sama dengan Kitabisa.com untuk menyediakan fasilitas mencuci tangan yang memadai bagi yang membutuhkan. Konser ini akan diawali dengan acara cuci tangan virtual pertama dan terbesar di Indonesia dengan tema #TanganBersihUntukIndonesia. Konser ini sendiri diselenggarakan pada Kamis, 15 Oktober 2020 pukul 19.00 – 21.00 WIB secara live streaming di Vidio.

 

 

 

(adv/wri)

Editor:  

Wuri Anggarini

Join Kapanlagi.com
↑