Aliff Alli Ngotot Tak Akui Sebagai Istri Sah, Kuasa Hukum Nuning Irpana Ingatkan Resiko Hukum

Jum'at, 09 Juli 2021 15:54 WIB
Aliff Alli Ngotot Tak Akui Sebagai Istri Sah, Kuasa Hukum Nuning Irpana Ingatkan Resiko Hukum
Nuning Irpana - Aliff Alli © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto - instagram.com/aliff_alli

Kapanlagi.com - Sidang isbat nikah dan permohonan cerai talak yang diajukan oleh Aliff Alli dengan termohon Aska Ongi sudah berakhir. Setelah berbulan-bulan rangkaian sidang berjalan di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, majelis hakim putuskan menolak pengajuan pemohon.

Sementara itu, sidang Aliff Alli dengan Nuning Irpana masih berjalan di pengadilan yang sama. Senin pekan depan, pesinetron asal Malaysia tersebut akan menjalani sidang tatap muka dengan agenda pembuktian.

"Kalau dari jadwal, hari Senin kita akan sidang tatap muka dengan agenda pembuktian," kata Manto selaku tim kuasa hukum dari pihak Nuning Irpana saat dihubungi KapanLagi.com® melalui pesan WhatsApp, Jumat (9/7).

1. Menolak Perkawinan Dibatalkan

Sebagaimana diketahui, Nuning Irpana mengaku dirinya adalah istri pertama dari Aliff Alli yang dinikahi pada tahun 2011 silam. Hanya saja setelah prosesi akad, ia langsung ditinggal pergi oleh pihak laki-laki. Hingga akhirnya mereka kembali bertemu di persidangan pembatalan perkawinan yang diajukan Aliff.

Secara tegas, Nuning tidak ingin pernikahan dengan Aliff yang tercatat di KUA Cilandak dibatalkan. Wanita tersebut lebih memilih untuk diceraikan saja, walau sang suami tak mengakui pernikahan mereka pernah terjadi.

"Secara umum, kita tetap pada fakta dari KUA yang mana nama Nuning Irpana masih terdaftar di KUA Cilandak sebagai istri sah Aliff Alli. Adapun pihak Aliff membantah, itu haknya dia," terang Manto.

2. Bantahan Harus Sesuai Fakta

Lebih lanjut, tim kuasa hukum Nuning Irpana meminta agar Aliff Alli membuktikan saja bila memang tidak pernah terjadi pernikahan. Keputusan akhir akan ditentukan oleh hakim.

"Bantahan Aliff itu harus sesuai juga dengan fakta yang dikemukakan. Jika nantinya bantahan itu tidak berdasarkan fakta, maka akan ada resiko hukum di kemudian hari," tandas Manto.