Anak Pemeran Hans di Sinetron Si Doel Ternyata Duta Milenial Penyakit Thalassaemia

Sanjaya Ferryanto | Sabtu, 30 November 2019 15:34 WIB
Anak Pemeran Hans di Sinetron Si Doel Ternyata Duta Milenial Penyakit Thalassaemia

Kapanlagi.com - Mendengar nama Adam Jagnawi mungkin pecinta televisi masih kurang familiar. Tapi bagaimana dengan nama Hans, salah satu tokoh di dalam sinetron dan film Si Doel Anak Sekolahan? Pasti semua pecinta televisi langsung tertuju pada sosok pria berbadan tinggi besar, hidung mancung, dan berambut gondrong.

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa di luar dunia akting, Adam punya jiwa sosial yang tinggi. Bersama dengan anak cantiknya, Gersha Jagwani, Adam sangat konsen terhadap penderita penyakit Thalasaemia. Sebagai Duta Milenial Thalassaemia, Gersha sangat paham tentang penyakit tersebut.

"Thallasaemia itu penyakit darah yang disebabkan faktor genetik. Ada yang terkena mayor, dan ada yang hanya pembawa sifat. Oleh karena itu seorang anak yang kedua orangtuanya pembawa sifat, dia memiki resiko besar dia juga mengidap thalassaemia. Dan itu yang gak boleh terjadi," jelas Gersha usai menjenguk penderita Thalassaemia di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur belum lama ini.

 

1 dari 2 halaman

1. Sering Ikuti Kegiatan Sosial

Sering Ikuti Kegiatan Sosial Kapanlagi/Matias Purwanto
Ketertarikan Gersha terhadap penyakit Thalassaemia tak lepas dari peran serta Adam sebagai orang tua. Sering mengikuti kegiatan sosial yang dilakukan sang ayah, Gersha pun tertarik untuk terus terjun langsung membantu penderita Thalasaemia hingga akhirnya diangkat menjadi Duta Milenial Thalassaemia.

"Jadi di kantor orang tua saya ada salah satu employee-nya yang anaknya terkena thalassaemia, terus saya lihat kedua orang tua saya ikut bantu, saya jadi penasaran, jadi pengin bantu juga," kata Gersha.

"Kalau saya sih waktu dia minta untuk terlibat, oke kamu perlu apa, saya support sebagai orangtua. Dia bilang dia coba untuk menyebarkan pesan/informasi soal thalassaemia. Karena thalassaemia ini gampang sekali, kalau dari dini kita udah periksa darah kita dan kita tau kita punya thalassaemia itu bisa dicegah. Daripada anak kita harus menderita seumur hidup," timpal Adam menjelaskan.

2 dari 2 halaman

2. Suarakan Kepedulian

Suarakan Kepedulian Kapanlagi/Matias Purwanto
Penyakit Thalassaemia sendiri masih banyak sekali yang belum tahu. Maka dari Itu Adam dan Gersha pun tak pernah lelah menyuarakan kepedulian terhadap penyakit ini. Lebih lanjut, Adam menjelaskan bagaimana pencegahan penyakit ini kepada awam.

"Periksa darah aja, dan periksa darah untuk kategori thalassaemia itu tidak lebih dari 100 ribu. Jadi mungkin banyak banget yang belum tau soal thalassaemia. Mungkin saya punya, tapi saya ketemu istri saya dia gak punya, itu bisa lewat. Tapi kalau ketemu yang punya, nah anak kita bisa kena," tuturnya.

Setiap tahun setidaknya 100 ribu anak yang lahir di dunia dengan Thalassaemia. Di Indonesia tidak kurang dari 2.500 anak lahir dengan penyakit tersebut. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit thalassaemia secara total.

Pengobatan yang paling optimal adalah transfusi darah seumur hidup dan mempertahankan kadar Hb selalu sama atau di atas 12 g/dl dan mengatasi efek samping dari transfusi darah, yakni kelebihan zat besi. Pengobatan lain ialah cangkok sumsum tulang. Di Indonesia hal itu belum dapat dilakukan dan biayanya sangat tinggi.

(kpl/pur/frs)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

↑