Angkat Cerita Hamil Usia Muda, 'Dari Jendela SMP' Bakal Berbeda Dari Sinetron Bertema Serupa

Sanjaya Ferryanto   | Kamis, 02 Juli 2020 06:25 WIB
Angkat Cerita Hamil Usia Muda, 'Dari Jendela SMP' Bakal Berbeda Dari Sinetron Bertema Serupa

Kapanlagi.com - Mulai Senin kemarin (29/6/2020) SCTV menayangkan dua sinetron andalan terbaru. Pertama adalah episode anyar Samudra Cinta setelah rehat tiga bulan karena pandemi virus corona. Kedua berjudul Dari Jendela SMP.

Sinetron Dari Jendela SMP merupakan adaptasi novel lawas karya Mira W. Versi sinetron dengan bintang Sandrinna Michelle dan Reybong ini dibuat lebih kekinian namun memiliki elemen nostalgia yang sengaja dimasukkan agar lebih manis.

"Perkembangan remaja sekarang semakin meningkat karena eranya makin beda. Tapi kita create bahwa nggak melulu anak milenial technology minded, mereka masih bermain surat kertas origami, kita main hal yang sifatnya universal bikin penonton meringis gemas," kata Indrayanto Kurniawan selaku sutradara saat jumpa pers via Zoom pada Rabu (1/7/2020).

1 dari 2 halaman

1. Tema Klise Dibuat Berbeda

Tema Klise Dibuat Berbeda Credit: Instagram Sandrinna Michelle
Seperti novelnya, cerita Dari Jendela SMP mengangkat tema hamil di usia muda. Versi sinetronnya pun dibuat sama namun diubah agar tidak serupa dengan sinetron yang sudah booming sebelumnya seperti Pernikahan Dini atau Kecil-Kecil Jadi Manten.

"Untuk Dari Jendela SMP kita godok naskahnya cukup lama sama Indrayanto Kurniawan dan Hilman (penulis skenario). Bagaimana supaya tema hamil di usia muda yang banyak di Indonesia menjadi beda. Sebelumnya ada Pernikahan Dini dan Kecil-Kecil Jadi Manten yang hebat, makanya kita harus membuat yang lebih bagus," tambah Dani Sapawie selaku co producer dalam sesi yang sama.

2 dari 2 halaman

2. Fenomena Post Truth

Lebih lanjut, Indrayanto Kurniawan mengaku memiliki pesan yang ingin ia sampaikan di balik cerita Dari Jendela SMP. Yakni menyoal post truth di mana kebohongan belakangan lebih mudah dipercaya dibanding kebenaran.

"Kalau menyimak perkembangan kehidupan dipenuhi dengan post truth. Nah, post truth ini lama-lama membuat kebohongan bisa jadi kebenaran, kebenaran bisa hilang, dan kebohongan jadi hal yang dipercaya. Ini yang coba kita kelola, idenya seperti itu. Mudah-mudahan bisa nyampai bahwa fenomena ini bisa terkomunikasi dengan baik," tandas pria yang akrab dipanggil Opa oleh para pemain Dari Jendela SMP ini.

(kpl/abs/frs)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

TOPIK TERKAIT