Anna Maria: Tuntutan Untuk Mas Roy Mengada-Ada

Anton | 01 April 2008, 23:11 WIB
Kapanlagi.com - Anna Maria yang merupakan istri aktor kawakan era tahun 1970-an, Roy Marten alias Roy Wicaksono (56 tahun) menganggap, tuntutan tiga tahun enam bulan (3,5 tahun) bagi suaminya merupakan tuntutan yang mengada-ada.

"Itu (tuntutan) mengada-ada, karena tidak ada barang bukti pada diri mas Roy. Karena itu, saya berharap majelis hakim untuk bersikap arif dalam memutuskan," katanya usai menghadiri sidang pembacaan tuntutan untuk suaminya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/4).

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim, Berlin Damanik SH itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pidana tiga tahun enam bulan dikurangi masa tahanan, membayar denda Rp10 juta, membayar biaya perkara Rp5.000, serta dua handphone dan seperangkat alat hisap disita.

Menurut ibunda Gading Marten itu, suaminya lebih pantas direhabilitasi, karena penangkapan suaminya itu akibat pemakaian sabu-sabu (SS) yang belum selesai.

"Kalau negara kita mau menangani masalah narkoba sampai tuntas, maka pengguna narkoba harus direhabilitasi, bukan justru dipenjara, karena penjara takkan menyelesaikan masalah ketergantungan itu," katanya berdalih.

Apalagi, kata mantan bintang model itu, Mabes Polri juga sudah tidak memperbolehkan hasil tes urine sebagai alat bukti untuk penangkapan, sebab hasil tes urine itu spekulatif.

"Bisa karena obat batuk yang juga mengandung amphetamine, atau karena suami saya yang masih dalam tahap rehabilitasi. Sampai sekarang, Mas Roy juga masih minum obat depresi untuk memulihkan kondisi kesehatannya," katanya.

Senada dengan itu, Roy Marten selaku terdakwa 'pesta' sabu-sabu (SS) di sebuah hotel di Surabaya pada 13 November 2007 itu menyatakan, pasal 62 UU 5/1997 (memiliki/menyimpan narkoba) yang dikenakan pada dirinya merupakan hal yang tidak tepat.

"Saat ditangkap, saya 'kan tidak ada barang bukti apa-apa, karena itu kalau saya dikatakan menyimpan itu apa yang saya simpan. Saya pasrah saja kepada majelis hakim," katanya.

Dalam kesempatan ke Surabaya itu, Anna Maria juga menyerahkan satu kotak kue untuk merayakan ulang tahun perkawinan ke-23 di ruang penjara, sembari menunggu persidangan berlangsung.

Namun, beberapa pengawal Anna Maria sempat 'ribut' dengan sejumlah wartawan, karena mereka menghalangi wawancara dengan perempuan yang dinikahi Roy Marten pada 1 April 1985 itu.

Tuntutan 3,5 tahun untuk Roy Marten itu mempertimbangkan terdakwa yang tidak terbukti dalam dakwaan primer (menyalurkan), namun terbukti dalam dakwaan subsider (bersekongkol menggunakan).

Dakwaan JPU untuk Roy Marten dibuat berlapis yakni dakwaan primer terkait pelanggaran pasal 71 ayat (1) jo pasal 60 ayat (2) UU 5/1997 tentang Psikotropika (bersekongkol menyalurkan).

Untuk dakwaan subsidair terkait pasal 71 ayat (1) jo pasal 62 UU 5/1997 (bersekongkol memiliki/menyimpan), dan dakwaan lebih subsidair terkait pasal 65 UU 5/1997 (tidak melaporkan penyalahgunaan psikotropika).  (*/bun)

Editor:  

Anton