APPMI 'Segarkan' Fashion Indonesia

Yunita Rachmawati | 04 Desember 2008, 12:25 WIB
APPMI 'Segarkan' Fashion Indonesia

Kapanlagi.com - Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kembali menggairahkan dunia fashion Indonesia lewat sebuah peragaan busana akbar bertajuk Fashion Exploration: An Overture in Harmony"yang berlangsung di Balai Sidang Jakarta, 3-4 Desember.

Ketua Umum APPMI, Taruna K. Kusmayadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/12), mengungkapkan tema Overture in Harmony dimaksudkan untuk membuka hal-hal baru dan 'menyegarkan' dalam menggali nilai budaya ragam hias di Indonesia dengan tidak merupakan aspek-aspek kekinian.

"Kegiatan ini merupakan persembahan karya terbaru dari 58 desainer APPMI dan mencoba mengangkat ragam hias budaya Indonesia seperti ukir, penutup ranjang pengantin Sumatera Barat, relief candi, pintu gebyog Jawa, hingga ukir atau ulir perhiasan perak bakar diaplikasikan ke aksesoris, bahan, patchwork, ataupun modifikasi lain," ujarnya.

Fashion Exploration merupakan kegiatan APPMI yang digelar setiap tiga tahun sekali. Taruna mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka memperkenalkan kecenderungan mode di tahun 2009.

Kali ini Fashion Exploration akan menghadirkan beragam koleksi terbaru yang dikemas dalam tema berbeda. Pada acara hari pertama (3/12) akan digelar peragaan busana muslim kaya sejumlah desainer APPMI diantaranya Hannie Hananto, Monika Jufry, Iva lativah, Ade Listianty, Ida Royani, dan Hennie Noor.

Konsep pada hari kedua (4/12) mengacu pada tema Time Tunnel atau urban yang mengetengahkan koleksi terbaru dari desainer Jazz Pasay, Kristiana Noviantari, Eddy P Chandra, Rudi Liem, dan Dedi Dayli. Beberapa desainer juga akan mengetengahkan tema Borderless atau kontemporer yakni desainer Eny Ming, Ian Adrian, Malik Moestaram, dan Taruna K. Kusmayadi.

Fashion Exploration 2009 akan ditutup dengan peragaan busana bertema The Glitz untuk busana malam hari yang akan mengetengahkan karya-karya dari Deden Siswanto, Alisa Listiawaty, Rebecca Ing, Harry Ibrahim, Ali Charisma, dan Gregorius Vici. (kpl/boo)

Editor:   Yunita Rachmawati