Artis Indonesia Ada Yang Mengidap HIV/AIDS

Ahmat Effendi | 01 Desember 2015, 07:15 WIB
Artis Indonesia Ada Yang Mengidap HIV/AIDS
Kapanlagi.com - Dunia tersentak atas pengakuan aktor kawakan Hollywood, Charlie Sheen yang mengidap Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Demi menutupi penyakitnya itu, Charlie Sheen sempat mengeluarkan uang tutup mulut sebesar ratusan miliar agar tak diketahui publik.

Yang mengejutkan tak hanya di Hollywood, founder yayasan yang peduli terhadap penanganan HIV dan AIDS yaitu Syair Untuk Sahabat atau Syair.org, Yudie Oktav mengungkap ada juga beberapa publik figur Indonesia yang terinfeksi virus yang belum ada obat untuk menyembuhkannya itu.

"Publik figur atau artis ada yang mengidap HIV dan AIDS. Tetapi persentasenya kecil. Untuk nama tidak boleh dipublikasikan," ujar Yudie kepada KapanLagi.com, beberapa waktu lalu di kantor Syair.org, kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Yayasan yang peduli terhadap penanganan HIV/AIDS di Indonesia mengungkap adanya artis yang terkena penyakit tersebut. Meski demikian untuk nama, mereka enggan mengungkap. ©ShutterstockYayasan yang peduli terhadap penanganan HIV/AIDS di Indonesia mengungkap adanya artis yang terkena penyakit tersebut. Meski demikian untuk nama, mereka enggan mengungkap. ©Shutterstock

Penyakit HIV/AIDS mulai booming dan banyak terdeteksi di Indonesia pada tahun 90an. Pengidap HIV/AIDS kebanyakan disebabkan oleh narkoba, khususnya jenis narkoba yang menggunakan jarum suntik. Yudie menuturkan publik figur yang menggunakan narkotika saat itu rentan sekali terinfeksi HIV/AIDS.

Namun di tahun 2000an hingga 2015, penyebab utama penularan penyakit ini adalah perilaku seks. Virus HIV AIDS ini, kata Yudie, ada di dalam darah manusia, dan hingga saat ini belum bisa disembuhkan tetapi bisa diredam.

"Untuk meredam virus ini, pengidap biasanya minum obat yang namanya ARV (Antiretroviral). Siapapun yang terinfeksi HIV, pemerintah memberikan ARV gratis. Tetapi kalau artis biasanya beli di Thailand," jelasnya mengungkap fakta yang kerap tersembunyi.

(kpl/ded/sjw)

Reporter:  

Dedi Rahmadi