Atta Halilintar Beri Jawaban Tegas: Kami Pecinta Bukan Penista!

Galuh Esti Nugraini | Sabtu, 16 November 2019 21:45 WIB
Atta Halilintar Beri Jawaban Tegas: Kami Pecinta Bukan Penista!

Kapanlagi.com - Atta Halilintar harus kembali dihadapkan dalam kasus hukum. Bukan soal wanita namun kini ia dianggap melakukan penistaan agama dengan mempermainkan salat.

Anak sulung Gen Halilintar ini dilaporkan oleh Kepala Departemen Pengawas Agama KPK Provinsi Banten, ustaz Rohimmat. Namun sekali lagi, Atta pun menegaskan jika ia dan keluarganya bukanlah penista agama, seperti yang ditudingkan itu.

"KAMI keluarga Gen Halilintar Pecinta Bukan Penista. Tidak ada niat sama sekali untuk menistakan Agama yang saya cintai dan saya hormati. Yang ngomong aja ga tau itu video di upload di channel siapa dan itu video kapan? Itu video sudah sangat lama tidak ada di channel utama GH kami," ungkap Atta Halilintar seperti yang ia unggah di insta story, Sabtu (16/11).

 

1 dari 2 halaman

1. Konten Edukasi

Padahal ada niat baik yang ingin Atta sampaikan lewat video tersebut. Ia ingin mengedukasi para anak-anak untuk melakukan salat dengan benar, bahkan saat tata cara puasa juga.

"Video yang 'DILARANG DILAKUKAN SAAT SALAT', video itu viral di Malaysia untuk edukasi adek-adek sekolah hal-hal yang dilarang pada saat salat dan membatalkan salat. Karna di samping itu kita bikin juga tipe sahur, tipe buka puasa, lebaran dan lain-lain," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

2. Video Dipotong

Video Dipotong (credit: instagram.com/stories/attahalilintar)
Memang video itu telah dihapus di channel milik Gen Halilintar. Mereka takut jika akan terjadi kesalahpahaman. Namun kini, video itu pun telah dipotong-potong, hingga membuat Atta seakan menistakan agama.

"Video lama yang sudah dihapus dari lama karena takut salah paham. Tipe-tipe yang dilarang dilakukan saat ibadah. Tapi sekarang video itu dipotong-potong untuk menyerang," jelas Atta.

Meski begitu, Atta pun tetap meminta maaf pada semua. Jika apa yang ia sampaikan di video itu malah membuat banyak orang salah paham. "Kami bukan manusia sempurna. Mohon maaf lahir batin salah silap cara penyampaiannya yang jauh dari kata baik apalagi sempurna. Semoga Allah mengampuni," pungkasnya.

(kpl/gen)


↑