Ayah Maia Estianty Ikutan Sindir Barbie Kumalasari?

Guntur Merdekawan | Kamis, 03 Oktober 2019 14:35 WIB
Ayah Maia Estianty Ikutan Sindir Barbie Kumalasari?

Kapanlagi.com - Maia Estianty lahir dari pasangan Harjono Sigit dan Kushtini. Meski sudah sama-sama tak muda lagi, namun kedua orangtua Maia diketahui masih sangat kekinian, bahkan aktif di media sosial loh.

Sang ayah, Harjono bahkan dikenal sebagai sosok yang sangat gokil. Hal itu bisa dilihat lewat caption-caption jenaka yang ditulisnya di setiap postingan fotonya di akun Instagram @harjonosigit.

Dan siapa sangka jika Harjono juga begitu update dengan berita-berita di dunia showbiz Tanah Air. Hal itu terlihat dari salah satu postingan terbarunya sekitar seminggu lalu.

1 dari 2 halaman

1. Sindir Barbie Kumalasari?

Sindir Barbie Kumalasari? © Instagram/harjonosigit
Meski tak menyebut nama secara langsung, namun Harjono diduga menyindir artis yang sedang ngehits, Barbie Kumalasari. Seperti diketahui, pemain sinetron Bidadari itu sedang ramai jadi perbincangan karena salah satu statementnya tentang naik pesawat kelas bisnis yang cuma memakan waktu 8 jam ke Amerika.

"Terbang dulu ya. Dari USA ke Jakarta pakai kelas yang seperti ini kira-kira berapa jam lama penerbangannya? Yang bisa jawab acungkan tangaaaan (jangan acung jempooool lhoooh) hahahehehe.... #keluargaharjonosigit," tulis Harjono pada caption fotonya.

Harjono sendiri memang belum lama ini menghabiskan waktunya untuk liburan di Amerika. Tak sendirian, Ia juga ditemani sang istri tercinta.

2 dari 2 halaman

2. Rajin Jawab Komentar Netizen

Rajin Jawab Komentar Netizen © Instagram/harjonosigit
Netizen pun sontak dibuat terkejut akan betapa update-nya sosok ayah Maia terhadap pemberitaan dunia hiburan. Bahkan, Harjono juga begitu rajin membalasi tiap komentar yang dituliskan oleh netizen loh.

"Pak.. Menurut saya, si kumkum hanya pura-pura bego... Demi popularitas," tulis akun @ri2ratih.

Harjono pun menjawabnya dengan santai, "@ri2ratih Wah saya nggak bisa komentar, biar waktu saja yang menjawab."

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑