Ayah Maia Posting Foto Jadul Bareng Para Mantu, Tak Ada Sosok Dhani

Guntur Merdekawan | Kamis, 08 November 2018 14:15 WIB
Ayah Maia Posting Foto Jadul Bareng Para Mantu, Tak Ada Sosok Dhani

Kapanlagi.com - Harjono Sigit, ayah dari Maia Estianty dalam beberapa waktu terakhir ini sangat aktif mengunggah foto-foto lewat akun Instagram pribadinya. Meski usianya sudah hampir 80 tahun, namun beliau masih terlihat sehat bugar dan suka bercanda. Hal itu terlihat dari caption-caption foto yang dipostingnya.

Yang terbaru, beliau mengunggah sebuah foto kebersamaan bersama 4 pria gagah dengan seragam kompak warna putih. Usut punya usut, mereka adalah anak dan juga para mantu dari Sigit.

Fotonya sendiri diambil 10 tahun lalu, tepatnya tahun 2008. Kala itu, ayah Maia ini terlihat sangat bahagia, senyumnya mengembang dengan lebar di mulut. Raut wajah serupa juga ditunjukkan oleh para mantu.

1 dari 2 halaman

1. Tidak Ada Ahmad Dhani

Tidak Ada Ahmad Dhani
"Anak dan mantu-mantu lelaki kesayangan... (Foto ini diambil 10 tahun silam yakni tahun 2008). Gagah semua khaaan...?! Awas kalau jawab ngga... Hahaha," tulis Harjono Sigit pada caption fotonya.

Yang menarik perhatian adalah tidak adanya sosok Ahmad Dhani yang notabene juga menantunya. Namun seperti diketahui, Dhani dan Maia sedang dalam pertikaian besar tahun 2010 silam. Mereka juga resmi bercerai di tahun yang sama.

2 dari 2 halaman

2. Anak-Anak Harjono Sigit

Dari pernikahannya bersama Kushtini, Harjono Sigit dikaruniai 6 orang anak. Si sulung adalah satu-satunya anak pria, sementara lima lainnya berjenis kelamin perempuan, di mana salah satunya adalah Maia Estianty.

Harjono Sigit bersama sang mantu baru, Irwan Mussry / Credit: Instagram - harjonosigitHarjono Sigit bersama sang mantu baru, Irwan Mussry / Credit: Instagram - harjonosigit

Seperti diketahui, belum lama ini Harjono Sigit dan Kushtini mendapatkan seorang mantu baru, yakni Irwan Mussry. Pengusaha jam tangan mewah itu menikahi Maia di Masjid Tokyo Camii, Jepang pada Hari Senin (29/10) kemarin.

 

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑